Struktur Modal: Pengertian, Tujuan, Faktor dan Teorinya Terlengkap

Posted on
Struktur Modal: Pengertian, Tujuan, Faktor dan Teorinya Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Tujuan, Faktor dan Teori Struktur Modal

Struktur modal – merupakan perimbangan/ perbandingan antara moal sendiri dengan modal asing. Dalam hal ini modal asing adalah hutang jangka pendek ataupun hutang jangka panjang. Sementara modal modal sendiri dibagi menjadi laba ditahan dan kepemilikan perusahaan.

Struktur modal ini masalah terpenting bagi perusahaan, sebab baik buruknya dari struktur modallah yang akan berefek pada posisi keuangan perusahaan, khususnya adanya utang paling besar yang memberikan beban pada perusahaan.

Tujuan Struktur Modal

Tujuan manajemen struktur modal ialah mengolaborasikan sumber-sumber dana permanen yang dipakai perusahaan guna operasionalnya yang dapat memaksimalkan perusahaan tersebut.
Faktor yang mempengaruhi struktur modal

Ada sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi struktur modal, diantaranya :

  1. Struktur aktiva (tangibility)
    Sebagian banyak perusahaan menanamkan modalnya pada aktiva tetap yang mengutamakan pada terpenuhinya modal dari modal permanen yakni modal sendiri, sementara utang sinfatnya sebagai pelengkap. Semakin besar aktiva perusahaan yakni aktiva lancar, maka cenderung mengoptimalkan terpenuhinya kebutuhan dana utang. Hal ini yang menunjukkan adanya pengaruh dari struktur aktiva pada struktur modal perusahaan.
  2. Growth opportunity
    Meruapakan kesempatan perusahaan menjalankan investasi dalam hal yang menguntungkan. Teori agensi mengilustrasikan hubungan negative antara leverage dan opportunity. Yakni perusahaan cenderung melewatkan kesempatan dalam hal berinvestasi yang menguntungkan.
  3. Ukuran perusahaan (form size)
    Perusahaan besar lebih melakukan diversifikasi usahaa banyak dibanding perusahaan kecil. Oleh sebab itu, memungkinkan kecilnya kegagalan saat melaksanakan usaha/ kebagkrutan. Perusahaan ini kerap dijadikan sebagai indikator ukuran terjadinya kebangkrutan perusahaan. Yang mana perusahaan dengan ukuran lebih besar inilah yang dipandang lebih mampu menghadapai krisis usahanya.
  4. Profitabilitas
    Perusahaan dengan profit unggul pasti mempunyai dana internal lebih banyak dibanding dengan profit rendah. Perusahaan dengan tingkat tinggi pengembaliannya akan berinvestasi memakai utang relative kecil. Tingkat pengembalian tinggi mungkin dalam membiayai sebagian besar keperluannya pendanaan menggunakan dana dengan internal. Hal ini yang menunjukkan profit akan mempengaruhu struktur modal.
  5. Risiko bisnis
    Risiko bisnis bisa mempersulit perusahaan dalam menjalankan pendanaan eksternalnya, jadi secara teori ini akan mempengaruhi pada levereage perusahaan.

Teori Menyangkut Struktur Modal

Ada sejumlah teori yang menyangkut struktur modal, antara lain :

1. Teori pendekatan tradisional

Pendekatan tradisional menyatakan bahwa akan ada truktur modal dengan optimal. Maksudnya struktur modal mempunyai pengaruh pada nilai perusahaan, yang mana struktur modal bisa berubah-ubah supaya dapat didapatkan nilai perusahaan optimal.

Baca Juga :   Perjanjian Saragosa : Sejarah, Tujuan, Tokoh, Isi, dan Dampaknya Terlengkap

2. Teori pendekatan Modigliani & miller

Teori ini dibagi menjadi dua :

a. Teori MM tanpa pajak

Teori struktur modal pertama ialah teori Modigliani& miller. Pendapat mereka mengenai struktur modal ialah tidak relevan/ tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Kemudian ia mengajukan asumsi guna membangun teori mereka, yakni :

  • Tanpa agency cost
  • Tanpa pajak
  • Investor bisa berutang dengan suku bunga sama pada dari perusahaan
  • Investor memiliki informasi serupa manajemen tentang prospek perusahaan pada masa depannya
  • Tanpa biaya kebangkrutan
  • EBIT tanpa pengaruh penggunaan utang
  • Para investor merupakan price-takers
  • Jika mengalami kebangkrutan, maka aset dijual harga pasa

b. Teori MM dengan pajak

Teori tanpa pajak yang dianggap tidak realistis ini lalu ia memasukkan pajak dalam teorinya. Pajak dibayarkan untuk pemerintah artinya menjadi aliran kas keluar. Utang dapat dipakai guna menghemat pajak sebab dapat digunakan menjadi pengurang pajak.

3. Teori trade-off pada struktur modal

Menurut pendapatnya yang diungkapkan myers (2001) ialah, “perusahaan berutang hingga dalam tingkat utang tertentu, yang mana penghematan pajak dari tambhan utang seperti biaya kesulita keuangan”.
Penentuan trade-off theory dalam struktur modal optimal menggunakan faktor antara biaya keagenan, pajak dan biaya kesulitan, namun tetap mempertahankan sebuah asumsi symmetric information dan efesiensi pasar menjadi imbangan serta manfaat pemakaian utang. Dengan tingkat utang yang optimal maka tercapailah saat menghemat pajak guna mencapai jumlah maksimal pada biaya kesulitan.

4. Teori pecking order

Teori ini menjelaskan kenapa perusahaan memiliki tingkat keuntunfan lebih tinggi malah memiliki tingkat utang kecil. Spesifiknya perusahaan memiliki urutan preferensi pada pemakaian dananya. Scenario urutannya sebagai berikut :

a. Perusahaan mempunyai pandangan internal
b. Perushaaan menghitung target dari rasio pembayaran berdasarkan perkiraan kesempatan investasi.
c. Adanya kebijakan konstan yang bergabung fluktuasi dan kesempatan berinvestasi tanpa prediksi sehingga aliran kas menjadi lebih besar daripada pengeluaran investasi.
d. Apabila dalam pandangan eksternal dibutuhkan, maka perusahaan mengeluarkan surat berharganya yang teraman dulu.

5. Teori asimetri dan signaling

Jadi, teori ini menyatakan dalam pihak yang berhubungan perusahaan tidak memiliki informasi sama tentang prospek serta risiko perusahaan. Pihak tertentu memiliki informasi lebih daripada pihak lain. Teori ini dibagi dua, yakni :

a. Myers dan majluf : Menurutnya terdapat asimetri informasi antara pihak luar dengan manajer.

b. Signaling : Ia mengembangkan modal yang mana struktur modal adalah signal penyampaian manajer ke pasar.

6. Teori keagenan (agency approach)

Dengan pendekatan ini, struktur modal tersusun untuk mengurangi sebuah konflik yang berkelompok kepentingan saja. Untuk menajalankan perhitungan struktur modal, perusahaan harus memakai software akuntansi online seperti jurnal.

Itulah sejumlah penjelasan singkat tentang struktur modal. Jadi, dalam sebuah bisanis/ usaha, modal ini merupakan hal yang sangat penting yang harus diperhatikan guna membangun serta mengembangkan usaha. Selain itu, perencanaan keuangan matang pun perlu diperhatikan pula. Kalian dapat melakukan perencanaan keuangan caranya dengan membuat laporan keuangan tersebut sehingga berguna untuk memonitor keluar masuk keuangan bisnis/ usaha.

Baca juga: