Proses Terjadinya Hujan Asam (Pengertian, Dampak dan Pencegahannya) Terlengkap

Posted on
Proses Terjadinya Hujan Asam (Pengertian, Dampak dan Pencegahannya) Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Proses Terjadinya Hujan Asam Dampak dan Pencegahannya

Proses terjadinya hujan asam (dampak dan pencegahannya) – Secara umum hujan asam ini sama dengan hujan lain, namun perbedaannya terletak pada tingkat keasamannya. Di Indonesia sendiri, pada umumnya hujan mempunyai PH normal berkisar 6, sementara hujan asam ini tingkat PHnya berkisar dibawah 5,6. Proses terjadinya pada hujan asam sebetulnya serupa dengan hujan umumnya, hanya saja ada beberapa faktor yang mempengaruhi saat proses terjadinya hujan asam. Berikut ini dijelaskan proses terjadinya hujan asam, dampak dan pencegahannya.

Proses Terjadinya Hujan Asam

1. Penguapan

Banyak aktivitas manusia di muka bumi ini yang dapat memicu timbulnya bermacam-macam gas yang bisa menyebabkan hujam asam terjadi. Misalnya gas-gas itu adalah karbon monoksida, karbon dioksida, hydrogen sulfur dan sulfur dioksida. Gas-gas itu terkadang asalnya dari kendaraan bermotor, pembakaran, uap pabrik dan lain sebagainya.

Selain itu, dalam bumi kita didominasi dengan perairan. Jadi saat siang hari, di waktu matahari bersinar terang, maka air-air itu akan mengalamai penguapan ke lapisan bumi. Menguapnya air laut maupun air sungai serta mengumpulnya beberapa gas tersebut yang ada di udara adalah proses awal hujan asam terjadi.

2. Penyatuan

Sesudah uap air serta gas gas itu mengalami penguapan menuju ke lapisan bumi, kedua materi tersebut nantinya saling bertemu satu dan yang lain. Pertemuan antara CO2 & karbon monoksida melalui uap air, lalu hidrogen sulfur dan juga sulfur oksida bertemu pula dengan uap air. Pertemuan antara 2 senyawa inilah yang dapat menyebabkan hujan asam terjadi di bumi ini.

Dimana ketika pertemuan antara CO2 dan karbon monoksida melalui uap air, hasilnya disini adalah asam lemah. Sementara pertemuan hidrogen sulfur serta sulfur oksida bertemu pula dengan uap air tersebut menghasilkan asam kuat. Kedua asam inilah yang dapat memicu hujan asam terjadi.

3. Proses Akhir

Setelah masing masing senyawa bertemu dan bercampur selanjutnya akan terbawa oleh angin lalu menuju ke tempat yang lebih tinggi. Ketika telah mencapai di ketinggian tertentu, campuran antara gas serta air tersebut hingga akhirnya mengalami titik jenuh. Dari titik jenuh inilah kemudian akan mulai dijatuhkannya titik titik air, yang mana titik titik air itu sudah mengandung asam. Titik titik air tersebut dikenal sebagai hujan asam.

Yang harus kalian ingat tentang hujan asalah adalah pertama kali dicetuskan oleh Robert Angus Smith sejak tahun 1852 sesudah melakukan penelitian yang lumayan lama. Sesudah penelitian pertama tersebut, sejumlah peneliti lalu aktif guna meneliti lebih lanjut tentang hujan asam yang terjadi. Lalu di tahun 1990 orang banyak yang peduli akan hujan asam yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

Baca Juga :   Pengertian Hukum Beserta Definisnya Menurut Para Ahli Lengkap

Dampak Negatif Hujan Asam

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa pada hujan asam ini banyak mengandung senyawa kimia yang bisa merusak lingkungan bahkan hingga mahkluk hidup. Berikut adalah dampak yang ditimbulkan pada hujan asam :

1. Ekosistem Laut Terganggu

Hujan turun menuju bumi dan langsung bermuara ke laut. Hujan yang mengandung asam tinggi maka menyebabkan ekosistem dalam laut terjadi gangguan. Diantaranya gangguan populasi ikan, yang tidak bisa beradaptasi dalam pergantian pH air. Tidak hanya ikan yang mengalami gangguan, namun sejumlah binatang laut lain juga akan memperoleh efek dari hujan asam. Sejumlah hewan laut yang tidak bisa beradaptasi secara cepat akan mati. Selain itu, rantai makanan yang ada di laut juga akan terjadi gangguan.

2. Pertumbuhan Akar Terhambat

Tanah yang menyerap hujan asam akan memberikan dampak terhadap tanaman yang tumbuh, yang mana akar tanaman tersebut akan menjadi sulit untuk berkembang serta daya cengkeram pada tanah akan berkurang. Hal ini mengakibatkan tanaman terjadi gangguan pada pertumbuhan dan juga perkembangannya, selain itu tidak kuatnya akar tersebut membuat tumbuhan menjadi cepat roboh.

3. Erosi serta Menurunnya Kesuburan Tanah

Reaksi kimia yang sudah tercampur dengan senyawa kimia dalam tanah bisa menyebabkan terjadinya erosi. Selain itu, berkurangnya tingkat kesuburan dalam tanah sehingga menyebabkan tanah menjadi tandus serta banyak tumbuhan menjadi layu. Tidak hanya itu, beberapa mikroorganisme dalam tanah menjadi cepat mati sebab mereka tidak bisa beradaptasi dengan cepat serta tidak tahan pada tingginya kandungan asam.

4. Kesehatan Terganggu

Hujan asam dengan mengandung senyawa kimia banyak juga akan berdampak pada manusia. Diantaranya ialah sistem pernapasan manusia. Selain berdampak pada sistem pernafasan, juga berdampak pada kulit. Sehingga kulit akan iritasi bahkan menimbulkan berbagai penyakit kulit. Terganggunya kesehatan ini jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian mendadak.

5. Besi Korosif

Kuatnya senyawa kimia pada hujan asam juga berdampak pada beragam jenis logam besi. Jika mengenai langsung pad abesi, maka dengan hitungan jam besi akan menjadi berkarat. Hal ini yang paling sulit dicegah, mengingat kita tak tau kapan hujan asam terjadi.

Upaya Pencegahan

Adapun upaya pencegahan terjadinya hujan asam sebagai berikut :

  • Pemilihan Bahan Bakar – tujuannya mengurangi produksi gas, setidaknya harus lebih selektif dalam memilih bahan bakar.
  • Menerapkan 3R – 3R ialah (recycle, resue, dan reduce). Prinsip ini caranya dengan mendaur ulang barang tersebut.
  • Reboisasi – Setidaknya menjalankan reboisasi hutan dengan berkala supaya udara bersih jadi lebih banyak serta untuk mencegah udara yang kotor naik menuju lapisan bumi.
  • Penambahan Zat Kapur – tujuannya adalah mencegah hal yang tak diinginkan misalnya tanaman mudah layu, maka harus ditambah dengan zat kapur pada tanah.

Itulah penjabaran pada Proses terjadinya hujan asam (dampak dan pencegahannya) supaya tidak terjadi beberapa hal yang tak diinginkan. Semoga bermanfaat!

Baca juga: