Penyimpangan Semu Hukum Mendel : Pengertian dan Macam Macamnya Terlengkap

Posted on
Penyimpangan Semu Hukum Mendel : Pengertian dan Macam Macamnya Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Penyimpangan Semu Hukum Mendel dan Macam Macamnya Terlengkap

Penyimpangan Semu Hukum Mendel merupakan suatu bentuk persilangan  yang dapat menghasilkan rasio fenotif yang berbeda dengan dasar dihibrid berdasarkan hukum Mendel. Fenotif sendiri merupakan suatu karakteristik yang bisa diamati dari suatu organisme yang dapat diatur oleh genotif dengan lingkungan atau interaksi antar keduanya. Karakteristik dari fenotif mencangkup biokimia, struktural, perilaku, dan fisiologis serta dari berbagai tingkat gen dari suatu organisme.

Penyimpangan Semu Hukum Mendel

Dalam tingkatan ini fenotif yaitu berat badan, warna mata, dan ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu. Pada tigkat biokimia fenotif dapat mencangkup kandungan substansi kimiawi di dalam tubuh. Misalnya kandungan kadar gula dalam beras atau kandungan proteinnya. Terdapat berbagai macam Penyimpangan Semu Hukum Mendel yaitu Polimeri, Kriptomeri, Epistasis, Hipostasis, Komplementer, dan Interaksi gen.

1. Polimeri

Polimeri merupakan salah satu macam Penyimpangan Semu Hukum Mendel yang memiliki suatu gejala yang dimana terdapat banyak gen yang bukan alel tetapi dapat mempengaruhi karakter atau sifat yang sama. Polimeri dapat juga disebut sebagai karakter kuantitatif yaitu persilangan heterozigot dengan berbagai sifat yang berbeda namun berdiri sendiri, akantetapi dapat mempengaruhi bagian yang sama dari suatu organisme. Misalnya jika menyilangkan gandum yang memilki biji berwarna merah dengan gandum yang memiliki biji berwarna putih.

Persilangan tersebut dapat menghasilkan keturunan heterozigot yang memiliki warna merah agak  muda jika dibandingkan dengan homozigot induknya, yaitu merah. Maka dari itu biji yang memiliki warna dominan tidak sempurna terhadap biji yang berwarna putih. Berikut contohnya:

Gandum biji merah: M1M1M2M2

Gandum biji putih: m1m1m2m2

P1                   : ♂ M1M1M2M2 (merah)   X                     ♀ m1m1m2m2 (putih)

Gamet           : M1M2                                                                      m1m2

F1                   : M1m1M2m2 = merah

P2                  : ♂ M1m1M2m2 (merah)   X                     ♀ M1m1M2m2 (merah)

Gamet           : M1M2, M1m2, m1M2, m1m2      M1M2, M1m2, m1M2, m1m2

Generasi F2

         ♂

 

    ♀

M1M2M1m2m1M2m1m2
M1M2M1,M1,M2,M2

(Merah tua)

M1,M1,M2,m2

(merah sedang)

M1,m1,M2,M2

(merah sedang)

M1,m1,M2,m2

(merah muda)

M1m2M1,M1,M2,m2

(merah sedang)

M1,M1,m2,m2

(merah muda)

M1,m1,M2,m2

(merah muda)

M1,m1,m2,m2

(merah muda sekali)

m1M2M1,m1,M2,M2

(merah sedang)

M1,m1,m2,M2

(merah muda)

m1,m1,M2,M2

(merah muda)

m1,m1,M2,m2

(merah muda sekali)

m1m2M1,m1,M2,m2

(merah muda)

M1,m1,m2,m2

(merah muda sekali)

m1,m1,M2,m2

(merah muda sekali)

m1,m1,m2,m2

(putih)

Rasio fenotif F2 yaitu 15 merah : 1 putih

Dari hasil diagram tersebut di atas, banyaknya jumlah faktor M dapat mempengaruhi warna pada bijinya. Semakin dominan warna M maka warna yang didapatkan semakin gelap atau tua. Dari sini dapat diketahui ciri dari Polimeri yaitu ketika gen yang dominan makin banyak, maka sifat dari karakternya makin kuat.

2. Kriptomeri

Kriptomeri yaitu suatu peristiwa dimana jika suatu faktor yang tidak tampak pengaruhnya jika berdiri sendiri, akan tetapi dapat tampak pengaruhnya apabila terdapat faktor lain  yang mendukungnya. Dalam bahasa Yunani Kriptomeri dapat diartikan yaitu tersembunyi, maka dari itu dapat dikatakan sebagai gen dominan yang tersembunyi jika berdiri sendiri dan akan kelihatan pengaruhnya jika disandingkan bersama dengan gen lainnya.

Misalnya jika menyilangkan bunga Linaria marocanna warna merah (Aabb) dengan bunga Linaria Marocanna warna putih (aaBB) akan menghasilkan keturunan atau F1 nya bunga yang memiliki warna ungu  (AaBb) yang memiliki warna berbeda dari bunga induk.

Warna ungu ini dihasilkan dari pigmen antosianin dalam lingkungan asam yang terkandung dalam warna merah pada bunga.  Dalam lingkunan basa, warna merah yang dimiliki bunga akan memberikan warna ungu.

3. Epistasis – Hipostasis

Adalah suatu peristiwa dimana gen yang dominan mempengaruhi gen dominan yang lainnya. Gen yang menutupi ini disebut epistasis, sedangkan yang ditutupi yaitu hipostesis.

4. Komplementer

Komplementer yaitu persilangan antara dua gen yang saling melengkapi untuk dapat memunculkan suatu karakter baru. Dapat diartikan juga sebagai interaksi antar gen-gen yang dominan tetapi berbeda, sehingga dapat saling melengkapi. Apabila gen tersebut bersama-sama dalam genotip maka akan saling membantu dalam menentukan fenotipnya. Misalnya saja ketika orang yang tuli dipasangkan dengan orang yang sama-sama tuli, maka dapat menghasilkan keturunan yang normal dan bisu atau tuli.

 

P1                   : ♂BBtt (bisu tuli)   X                     ♀ bbTT (bisu tuli)

Gamet           : B, t

F1                   : BbTt (normal)

P2                  :  ♂ BbTt (normal)              ><       BbTt (normal)

Gamet           : BT,Bt,bT,bt                                     BT,Bt,bT,bt

 

          ♂

 

BTBtbTbt
BTBBTT

(normal)

BBTt

(normal)

BbTT

(normal)

BbTt

(normal)

BtBBTt

(normal)

BBtt

(Bisu tuli)

BbTt

(normal)

Bbtt

(Bisu tuli)

bTBbTT

(Normal)

BbTt

(Normal)

bbTT

(bisu tuli)

bbTt

(bisu tuli)

btBbTt

(normal)

Bbtt

(Bisu tuli)

bbTt

(bisu tuli)

Bbtt

(Bisu tuli)

 

Dalam diagram tersebut di atas gen T dan gen B tidak menunjukkan sifat yang normal jika kedua gen tidak terdapat pada satu genotip. Maka dari itu apabila hanya gen T saja tanpa gen B maka akan selalu memunculkan sifat bisu tuli.

5. Interaksi Gen

Interaksi gen merupakan suatu peristiwa dimana muncul suatu karakter akibat interaksi antar gen yang dominan atau antar gen resesif. Misalnya persilangan antar beberapa jenis ayam yang memiliki jeger yang berbeda. Dengan adanya interaksi antara dua gen dominan dan gen resesif akan dapat menghasilkan variasi fenotif seluruhnya yang baru.

Nah, itulah beberapa macam Penyimpangan Semu Hukum Mendel, dari macam-macam penyimpangan tersebut kita dapat mengetahui asal usul berbagai jenis generasi yang berbeda dari induknya. Semoga bermanfaat sebagai reverensi.

Baca juga:

Baca Juga :   Bola Basket : Pengertian, Teknik Dasar, Ketentuan Dasar, Peraturan dan Manfaatnya Terlengkap