Pengertian Transistor Beserta Fungsi Dan Jenisnya Lengkap

1 min read

Pengertian Transistor Beserta Fungsi Dan Jenisnya Lengkap

Transistor Adalah – Dengan semakin berkembangnya zaman dan yang semakin maju, maka dunia elektronik pun menjadi hal yang paling banyak digunakan. Dalam mengerjakan atau membuat suatu alat elektronik yang baik, memerlukan komponen/elemen yang tepat yang menjadi penghubungnya, supaya menjadi rangkaian alat elektronik yang bermanfaat dan juga berguna.

Salah satu komponennya disebut dengan transistor, yang juga banyak dipakai pada segala jenis elektronik kebanyakan. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Transistor

Adalah komponen elektronika yang gunanya yaitu bisa menguatkan, menjadi pemutus sirkuit, penyambung, stabilitas tegangan, dan yang lainnya. Fungsinya yaitu menjadi kran listrik yang sudah berdasarkan tegangan dari inputnya, dengan memungkinkan pengalihan listriknya yang akan akurat dengan sumber dari sumber listrik.

Fungsi Transistor

Menjadi saklar elektronik

Dengan mengatur bias dalam transistor sampai transistor jenuh akan memperoleh hubungan yang singkat, dengan kaki konektor dan emitor. Itulah yang menjadi saklar.

Menjadi penguat arus

Dengan menggunakan transistor yang dipakai menjadi power supply, yang jumlah tegangannya diatur. Supaya bisa dipakai menjadi penguat arus maka transistor ini harus dibiaskan dengan tegangan yang constan di basiknya, dalam membuat emitor dengan mengeluarkan tegangan yang tetap. Tegangan biasa ini dilakukan diode zener.

Penguat sinyal AC

Fungsi yang lain dari transistor adalah sebagai penguat sinyal AC dan yang lainnya.

Jenis Transistor

Transistor memiliki beberapa jenis atau tipe yang pada awalnya hanya ada 2 tipe transistor yaitu transistor biopolar (BJT) dan Field-Effect Transistor (FET) dengan cara kerjanya yang berbeda. Berikut penjelasannya :

Baca Juga :   Bejana Berhubungan : Pengertian, Fungsi, dan Rumus Serta Contoh Dalam kehidupan Sehari-hari

Transistor Biopolar (BJT)

Transistor ini disebut begitu karena mempunyai kanal induksi dengan dua polaritas, yang membawa muatan elektron serta lubang yang kegunaannya adalah membawa muatan/arus listrik. Dalam BJT ini arus listrik yang utama harus bisa melewati satu daerah/lapisan yang menjadi pembatas yang bernama depletizion. Serta memiliki lapisan ketebalan yang bisa diatur dengan kecepatan tinggi, untuk bisa mengatur aliran arus utamanya.

Field-Effect Transistor (FET)

Transistor ini di namakan dengan transistorunipolar karena dengan memakai satu jenis saja yang membawa muatan (electron atau hole hanya tergantung dari tipe FET) saja. Di dalamnya terdapat arus listrik utama yang masuk ke dalam satu kanal konduksi yang sempit, dengan depletion zone di sisinya. Dengan ketebalan di daerah perbatasannya, dan bisa diubah dengan merubah tegangan yang diberikan dengan maksud untuk mengubah tegangan yang diberikan. Maksudnya untuk mengubah ketebalan dari kanal produksi.

Kategori Transistor

Transistor memiliki beberapa kateorinya secara umum yaitu :

1. Berdasarkan tipe

UJT, BJT, VMOSFET, MESFET, JFET, IGFET (MOSFET), HBT, MISFET, HEMT, IGBT, dan yang lainnya.

2. Berdasarkan materi semikonsuktor

Silicon, germanium, dan grallium arsenide.

3. Berdasarkan kemasan fisiknya

IC, through hole plastic, through hole metal, surface mount, dan yang lainnya.

4. Berdasarkan polaritas

NPN atau N-channel dan PNP atau P-channel.

5. Berdasarkan maximum kapasitas daya

low, medium, dan high power.

Itulah penjelasan tentang Transistor yang disertai dengan fungsi dan jenisnya lengkap. Semoga dapat dipahami dengan baik, dan bermanfaat bagi anda semua.

Baca Juga :