Pengertian Proyektor – Sejarah, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya Lengkap

3 min read

Pengertian Proyektor – Sejarah, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya Lengkap

Sejarah Proyektor – Proyektor adalah alat optik yang sering digunakan untuk memproyeksikan/menghadirkan serta menampilkan gambar hingga menjadi lebih besar. Secara umum, proyektor ini diarahkan ke titik horizontal datar yang bersifat monitor privat atau dinding. Bukan hanya menayangkan gambar diam, tapi proyektor juga dapat menayangkan gambar yang bergerak/video.

Cara kerjanya yaitu menerima isyarat video dan memproyeksikan gambar yang diterima, lalu diteruskan menuju monitor proyeksi dengan cara memanfaatkan sistem lensa atau kamera yang terbalik.

Proyektor juga dapat memperbaiki gambar yang buram, dan tidak sesuai dengan penataan manual. Di dalam paket pembelian proyektor, biasanya telah dilengkapi dengan remote control hingga dapat dioperasikan dengan menghadirkan kembali materi power point atau yang lainnya. Atau bisa juga dimanfaatkan untuk menampilkan film supaya terasa seperti menonton Bioskop di dalam rumah.

Sejarah Proyektor

Proyektor LCD pertama ditemukan oleh Ilmuwan bernama Gene Dolgrof dari New York. Beliau yang mengawali bekerja didalm kampus di tahun 1968 dan memiliki tujuan untuk memproduksi suatu video proyektor yang didalam idenya dia akan membuat suatu proyektor LCD yang lebih cerah daripad 3-CRT proyektor.

Dari idenya tersebut yaitu mempergunakan elemen yang disebut dengan cahaya katup untuk sebagai pengatur jumlah cahaya yang melalui itu. Setelah mencoba berbagai bahan, dia kemudian menggunakan kristal cair untuk mengatur cahaya pada tahun 1971. Dan ini membawanya sampai pada tahun 1984 untuk memperoleh “addressabel” dari layar kristal cair (LCD), yang ketika itulah ia membuat proyektor LCD pertama didunia.

Fungsi Proyektor

Fungsinya yaitu untuk menampilan gambar, video atapun data yang berasal dari komputer di sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar seperti Infocus atau bisa juga pada dinding. Jika dibandingkan dengan media lain seperti plasma / lcd display, maka proyektor ini memiliki banyak kelebihan. Seperti misalnya dapat membuat tampilan yang sangat besar, dapat dibawa dengan mudah dan juga fleksibilitas yang tinggi. Jika berencana untuk membeli lcd proyektor dan sering membawanya, sebaiknya pilih jenis proyektor yang bobotnya ringan hingga menjadi lebih praktis.

Fungsi lainnya yaitu :

  • Alat Presentasi. Proyektor bisa membuat presentasi menjadi lebih hidup, karena dengan tampilan visual/tulisan bisa memberi representasi yang dinamis dan atraktif.
  • Media Informasi. Bisa menampilkan tampilan dengan layar yang lebar, proyektor pun akan lebih efektif untuk menjadi sebuah media informasi.
  • Pemutar Video. Bisa menikmati bioskop dalam rumah. Karena proses tampilan bioskop bisa ditampilkan di rumah dengan memanfaatkan proyeksi.

Jenis-Jenis Proyektor

Proyektor LCD

Adalah proyektor modern dan teknologi yang telah memperoleh pengembangan dari jenis sebelumnya, dengan fungsi yang sama yaitu Overhead Projektor (OHP) karena pada OHP datanya ini masih berupa tulisan di kertas bening.

Baca Juga :   Pengertian Arsitektur - Sejarah, Fungsi, Teori, Ruang Lingkup, Contohnya Lengkap

Proyektor Digital

Proyektor ini digunakan untuk mengkonversi data yang berupa gambar secara langsung, dari komputer ke layar melewati sistem lensa. Proyektor ini berperan penting dalam pembentukan sistem home theater. Empat teknologi yang digunakan proyektor ini adalah Intensitas tinggi CRT, LCD proyektor LCD memakai gerbang cahaya, Texas Instruments teknologi DLP.

Proyektor CRT

Proyektor CRT atau sering disebut juga dengan Katoda Ray Tube yang menggunakan proyektor kuno tabung gambar yang telah dipakai pada TV konvensional selama beberapa dekadde. Dengan jenis proyektor ini, tiga CRT, plus lensa pembesar, digunakan untuk menampilkan suatu gambar ke layar. Pada CRT digunakan untuk memproyeksikan warna utama yakni, merah, biru dan hijau. Adanya tiga tabung yang berbeda warna dalam proyektor CRT, menjadikan proyektor jenis ini lebih besar dan lebih berat.

Proyektor LCOS

Teknologi jenis ini menggunakan kelebihan dua teknologi yaitu LCD dan DLP. Teknologi LCOS lebih cepat diproduksi dan ringan dibanding LCD. Resolusi yang diperoleh pun lebih baik dibanding LCD. Resolusi teknologi ini diperkirakan dapat mencapai QXVGA, yakni 2048×1536 pixel.

Proyektor DLP (Digital Light Processing)

Pada proyektor ini, gambar dibuat oleh kaca kecil mikroskopis yang tersusun dalam matrix di atas chip semikonduktor, dikenal dengan Digital Micromirror Device. Jumlah kaca sama dengan resolusi gambar yang diproyeksikan yakni: 800×600, 1024×768 dan 1280×720 matric adalah berupa ukuran DMD yang umum.

Di DLP, cahaya lebih dahulu akan mengenai sebuah Color Filter yang berbentuk roda. Kemudian warna yang didapatkan akan mengenai Digita Micromirror Devices (DMD), dari DMD ini selanjutnya cahaya akan diproyeksikan dengan cara dipantulkan ke layar.

Cara Kerja Proyektor

Cara kerja dari proyektor menurut prinsip pembiasan cahaya. Cahaya tersebut dihasilkan oleh panel-panel dari LCD (Liquid Cyrstal Display) atau Layar Kristal Cair. Panel tersebut tersusun atas 3 panel yang dipisah menurut 3 warna dasar yang sering disebut dengan RGB (Red, Green dan Blue) Merah, hijau dan biru. Pancaran cahaya yang keluar dari suatu proyektor adalah hasil dari pembiasan ketiga panel tersebut.

Kumpulan cahaya yang melewati panel dan berpadu melalui prisma tersebut selanjutnya melalui lensa yang dipancarkan pada layar/media pantul lain sehingga bisa dilihat oleh mata sebagai gambar yang sama seperti yang ada pada layar komputer atau device lainnya.

Kelebihan Dan Kekurangan Proyektor LCD

Kelebihan :

  1. Bisa meningkatkan pengalaman belajar.
  2. Memudahkan dalam memperbesar gambar atau video dan media lainnya.
  3. Memberikan pengalaman yang lebih baik dalam melihat suatu visual dengan layar lebar.
  4. Mudah digunakan dan bisa dibawa kemana pun.
  5. Mobilitas tinggi.
  6. Suatu media yang memudahkan dalam presentasi.

Kekurangan :

  1. Harga proyektor biasanya tinggi, sesuai dengan bentuk dan merk proyektor.
  2. Pada beberapa jenis proyektor terkadang resolusi dan pengaturannya sulit disetting.
  3. Pemakaian listrik lebih banyak di beberapa jenis proyektor.
  4. Radiasi yang dikeluarkan juga tinggi.
  5. Apabila terjadi kerusakan sperpartnya sulit didapatkan dan juga biaya servis mahal.

Itulah pembahasan tentang Sejarah Proyektor yang meliputi pengertian, fungsi, jenis, cara kerja, kelebihan dan kekurangannya lengkap. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi tepat bagi anda, dan bermanfaat.

Baca Juga :