Pengertian Buku Besar, Bentuk dan Fungsinya Dalam Ilmu Akuntansi

Pengertian Buku Besar, Bentuk dan Fungsinya Dalam Ilmu Akuntansi
5 (100%) 1 vote

Pengertian Buku Besar, Bentuk dan Fungsinya Dalam Ilmu Akuntansi

Pengertian buku besar ialah sebuah alat dimana dicatatnya seluruh transaksi atau perubahan keuangan yang terjadi pada suatu perusahaan. Jadi, dalam ilmu akuntansi, pengertian buku besar ialah buku yang didalamnya menulis seluruh transaksi keluar, masuk, atau utang piutang. Buku besar tersebut digunakan untuk mencatat semua perubahan yang terjadi di dalam sebuah perusahaan itu.

Jumlah buku besar sebuah perusahaan juga bermacam macam. Jumlahnya tergantung dengan arus keuangan maupun jenis aktivitas yang ada di perusahaan tersebut.

Fungsi Buku Besar

Buku besar harus dimiliki oleh perusahaan mengingat fungsinya sangat penting bagi keuangan. Salah satu fungsinya ialah untuk meringkas seluruh data transaksi di perusahaan tersebut yang telah tertulis pada jurnal umum. Buku besar juga menjadi alat untuk menggolongkan data keuangan dengan jumlah besar sampai jumlah yang kecil.
Sehingga anda mengetahui ada perbedaan dan tidak dengan seluruh data keuangan perusahaan yang masuk. Seluruh data tertulis di jurnal juga harus dicatat ataupun digolongkan lagi pada buku besar. Sehingga bisa digunakan untuk bahan informasi saat penyusunan laporan keuangan.

Bentuk Buku Besar

Bentuk buku besar digolongkan menjadi 2 bagian yakni buku besar akun rill atau buku besar yang menulis terkait hutang, aktiva, kewajiban dan modal. Bagian yang kedua adalah buku besar akun nominal berisi tentang laporan laba rugi pendapatan ataupun beban.

Bentuk penulisan di buku besar juga ada berbagai bentuk penulisan. Diantaranya penulisan bentuk T serta penulisan berbentuk skontro. Penulisan bentuk T letak debit berada di sebelah kiri, sementara letak penulisan kredit di sebelah kanan. Sehingga kolomnya berbentuk seperti huruf T.

Sedangkan penulisan berbentuk skontro ialah penulisan dengan kolom yang terdiri atas 2 hingga 4 kolom. Sehingga ada tangga keterangan serta jumlah kredit debitnya. Bentuk penulisan ini adalah bentuk yang paling sering digunakan. Itu karena bentu skontro lebih gampang pembacaannya serta penulisannya.

Dalam penulisan buku besar juga ada 2 cara pokok harus anda pahami. Yakni harus dikurang atau harus ditambahkan. Sehingga penulisan menjadi benar. Namun jika ada kesalahan dalam penulisan ini, tentunya akan menjadikan neraca keuangan menjadi semakin rusak serta membingungkan.
Itulah pembahasan terkait pengertian buku besar. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Pengertian Buku Besar, Bentuk dan Fungsinya Dalam Ilmu Akuntansi | penulis oke | 4.5
Shares