Diksi : Pengertian, Syarat, Ciri, Fungsi, Manfaat, Jenis dan Contoh Diksi Terlengkap

Diksi : Pengertian, Syarat, Ciri, Fungsi, Manfaat, Jenis dan Contoh Diksi Terlengkap
5 (100%) 1 vote

Diksi adalah pilihan kata yang paling tepat ataupun selaras pada penggunaannya guna mengungkapkan gagasan agar mendapat efek tertentu seperti yang diharapkan. Pengertian diksi adalah pilihan kata pembicara ataupun penulis ketika menggambarkan cerita yang telah dibuatnya.

Pengertian Diksi, Syarat, Ciri, Fungsi, Manfaat, Jenis dan Contoh Diksi Terlengkap

Selain diartikan dengan pilihan kata, diksi adalah suatu pernyataan yang dipakai untuk mengungkapkan gagasan atau mengungkapkan sebuah cerita yang membahas gaya bahasa, mengungkapkan gagasan maupun lainnya. Sehingga dengan adanya diksi, setiap kata bisa dibaca dan juga dipahami oleh pembaca dan pendengar.

Syarat-Syarat Diksi

Agar cerita yang dihasilkan lebih menarik, maka diksi atau pilihan kata yang baik juga harus memenuhi beberapa syarat berikut ini:

  • Ketepatan pemilihan kata ketika menyampaikan suatu gagasan.
  • Pengarang juga harus mempunyai kemampuan untuk membedakan dengan tepat makna berdasarkan gagasan yang hendak disampaikan. Serta memiliki kemampuan untuk menemukan bentuk yang pas dengan situasi serta nilai rasa para pembacanya.
  • Dapat menguasai berbagai kosakata serta mampu memanfaatkan kata menjadi suatu kalimat yang jelas, mudah dimengerti dan lebih efektif.

Ciri-Ciri Diksi

Diksi juga memiliki cirri cirri sebagai berikut ini:

  • Tepat pada pemilihan kata guna mengungkap gagasan ataupun hal yang diamanatkan.
  • Bisa digunakan untuk membedakan nuansa makna dengan bentuk yang sesuai terhadap gagasan dan situasi maupun nilai rasa pembacanya.
  • Memakai pembendaharaan kata yang dipunya oleh masyarakat bahasanya serta bisa menggerakan atau memberdayakan kekayaan itu menjadi sebuah kata yang jelas.

Fungsi Diksi

Didalam diksi juga mengandung fungsi diantaranya:

Dengan adanya diksi, maka kata menjadi lebih jelas, sehingga kata tersebut terasa tepat yang sesuai pada penggunaannya. Selain itu, ketepatan pemilihan kata atau (diksi) bertujuan untuk tak menimbulkan interpretasi ataupun tafsiran yang beda antara penulis dan pembaca. Disamping itu, memiliki tujuan dalam memperindah kalimat, sehingga pengarang dapat membuat cerita tersebut menjadi lebih runtut.

Dibawah ini beberapa fungsi diksi lainnya yakni:

  • Diksi dapat membuat pembaca memahami yang disampaikan oleh penulis ataupun pengarang.
  • Menjadikan komunikasi menjadi lebih efektif serta lebih efisien.
  • Mampu menggambarkan ekspresi terhadap gagasan sebuah cerita.
  • Membentuk suatu gagasasan yang tepat dari suatu cerita.

Manfaat Diksi

Diksi juga bermanfaat agar pembaca ataupun pendengarnya dapatmembedakan dengan baik kata-kata yang denotatif, sinonim, konotatif, antonim, maupun kata yang mempunyau ejaan hampir mirip. Sementara bagi penulis sendiri, diksi bisa bermanfaat supaya penulis dapat membedakan kata-kata yang telah di tulisnya dengan kata-kata yang telah dikutipnya milik orang lain.

Jenis-Jenis Diksi

Selanjutnya adalah jenis jenis diksi berdasarkan maknanya yang harus anda ketahui diantaranya:

1.Makna Denotatif

Makna denotatif artinya makna asli, makna sebenarnya, ataupun makna asal dari sebuah kalimat ataupun kata.

Dibawah ini beberapa contoh dari makna denotatif:

  • Sari sangat “gemar membaca”, jadi, tak heran bila dia pintar serta berpengetahuan luas.
  • Ari terlihat senang, mungkin ari sedang mendapatkan “keuntungan yang sangat melimpah”.
  • Tubuh heny sangat kurus (yang dimaksud kurus disini bermakna denotatif kondisi tubuhnya lebih kecil dibandingkan ukuran badan normal).

2. Makna Konotatif

Makna konotatif, menyatakan makna yang memiliki arti bukan sebenarnya terhadap suatu kalimat ataupun kata.

Berikut ini contohnya:

  • Seorang ayah “banting tulang” tanpa kenal lelah, bekerja pagi hingga petang hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. (“banting tulang” bermakna bekerja keras).
  • Rika salah satu murid “kutu buku”, maka tak heran bila dirinya pintar dan memiliki pengetahuan luas. (“kutu buku” bermakna jika Rika gemar membaca buku).
  • Tania sangat bahagia, kemungkinan dia saat ini mendapat “durian runtuh”. (makna “durian runtuh” disini ialah Tania mendapat keuntungan yang sangat melimpah).
Baca Juga :   FABEL : Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, Kebahasaan, Jenis dan Contoh Fabel

Jenis Diksi Berdasarkan Leksikal

Jenis diksi juga bisa dibedakan berdasarkan leksikal diantaranya:

1.Sinonim

Sinonim merupakan kata yang bermakna sama. Penertian sinonim lainnya ialah persamaan kata. Dibawah ini terdapat beberapa contoh kata sinonim:

  • Bahagia = Gembira
  • Matahari = Mentari
  • Lezat = Enak
  • Pintar = Pandai
  • Bagus = Indah

2. Antonim

Jenis yang kedua adalah antonim yang berarti kata yang mempunyai makna berlawanan. Atau bisa diartikan juga dengan perbedaan kata atau lawan kata. Dibawah ini beberapa contoh antonym adalah:

  • Naik >< Turun
  • Banyak >< Sediki
  • Tinggi >< Pendek
  • Besar >< Kecil
  • Gelap >< Terang
  • Cepat >< Lambat
  • Mahal >< Murah

3. Homonim

Yang ketiga adalah homonim yakni kata yang mempunyai makna berbeda, tapi lafal ataupun ejaannya sama. Dibawah ini contoh homonim adalah:

  • Di awal Bulan, Bapak menerima gaji.
  • Bulan purnama tampak sangat jelas dikarenakan langitnya tidak berawan.

Kata “Bulan”, yang tertulis dikalimat pertama dengan kalimat kedua mempunyai lafal serta ejaan yang sama tapi maknanya tidak sama. Pada kalimat pertama diatas menunjukan tanggal, sementara kalimat yang kedua ditujukan untuk bulan yang ada di langit.

4. Homofon

Jenis homofon merupakan kata yang bermakna dan berejaan beda, tapi punya lafal sama. Dibawah ini contoh kata berjenis homofon:

  • Rika rajin sekali menabung di Bank.
  • Kakak Rika adalah Bang Dimas.

Kata pada kalimat pertama “Bank” dengan kalimat kedua “Bang”, punya lafal yang sama tapi punya ejaan dan makna tidak sama. Di kalimat pertama berarti tempat, sementara kalimat kedua, menunjukan pengertian saudara.

5. Homograf

Jenis berikutnya ada homograf merupakan kata yang bermakna dan berlafal beda, namun mempunyai ejaan sama. Berikut ini contohnya:

  • Dani sedang mengkonsumsi Tahu goreng saat ini.
  • Dani tidak Tahu jika hari ini adalah hari Senin.

Tahu yang terdapat pada kalimat diatas punya ejaan yang sama. Pada kalimat pertama berarti sebuah makanan tetapi kalimat kedua mengartikan lupa dengan hari.

6. Polisemi

Selanjutnya adalah polisemi yang merupakan kata yang punya banyak arti ataupun pengertian. Dibawah ini beberapa contoh polisemi:

  • Saya menabung di bank dan mendapat Bunga 20%.
  • Sinta menjadi bunga desa di desanya.
  • Bunga melati sangat harum baunya.

Dikalimat pertama terdapat kata “bunga” yang menunjukan jika saya menabung di bank dan mendapat untung. Lalu pada kalimat kedua juga menunjukan arti bahwa sinta adalah wanita paling cantik di desanya. Terakhir kalimat ketiga telah menunjukan bunga melati yang baunya harum.

7. Hipernim dan Hiponim.

Selanjutnya ada Hipernim yang merupakan kata yang telah mewakili banyak kata lainnya. Sehingga kata hipernim dapat menjadi kata umum suatu penyebutan kata lainnya. Sementara Hiponim merupakan kata yang terwakili maknanya oleh kata hipernim. Dibawah ini contoh kalimat dari kata hipernim serta hiponim:

  • Di dalam hutan belantara banyak sekali binatang liar, misalnya harimau, srigala, kera, macan tutul, rusa, maupun lainnya.
  • Kata hipernimnya adalah Binatang liar. Sementara kata hiponimnya adalah harimau, srigala, rusa, macan tutul, kera maupun lainnya.

Itulah penjelasan tentang diksi. Sebenarnya diksi adalah pemilihan kata yang tepat. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Diksi : Pengertian, Syarat, Ciri, Fungsi, Manfaat, Jenis dan Contoh Diksi Terlengkap | penulis oke | 4.5