Minyak Bumi – Pengertian, Sejarah, Tahap Pengolahan Dan Penggunaannya Lengkap

3 min read

Pengertian Minyak Bumi – Sejarah, Tahap Pengolahan Dan Penggunaannya Lengkap

Pengolahan Minyak Bumi – Minyak bumi adalah campuran kompleks yang beberapa diantaranya tersusun atas hidrokarbon. Hidrokarbon yang ada pada minyak bumi diantaranya yaitu alkana, sikloalkana, hidrokarbon aromatik, ataupun senyawa kompleks seperti aspaltena.

Pengertian Minyak Bumi

Minyak mentah (petroleum) adalah campuran kompleks yang tersusun atas hidrokarbon, dan sebagian komponen kecil yang ada kandungan sulfurnya, oksigen, dan juga nitrogen yang di dalamnya terkandung komponen logam dengan kadar yang sedikit.

Minyak bumi dan gas alam ini diperkirakan berasal dari jasad renik lautan seperti tumbuhan serta hewan. Sisa organisme itu mengendap di dasar lautan, lalu tertutup oleh lumpur. Semakin lama lapisan lumpur itu akan semakin berubah menjadi batuan yang disebabkan oleh pengaruh tekanan lapisan, yang ada di atasnya.

Dan dengan peningkatan tekanan serta suhu, bakteri anaeroh akan menguraikan sisa-sisa jasad renik dan mengubahkan menjadi minyak dan gas. Proses terjadinya minyak bumi dan gas ini membutuhkan waktu sekitar jutaan tahun. Minyak dan gas yang terbentuk akan meresap pada bentuk batuan yang berpori, seperti air di dalam batu karang. Minyak dan gas juga akan bermigrasi dari satu daerah ke daerah yang lainnya, lalu terkonsentrasi bila terhalang oleh lapisan yang kedap.

Meskipun minyak dan gas ada di dasar lautan, banyak sumber minyak dan gas yang berada juga di daratan. Hal itu terjadi karena pergerakan kulit bumi, yang menjadikan beberapa besar lautan menjadi daratan.

Sejarah Minyak Bumi

Pada umumnya sebagian ilmuwan berpendapat bahwa minyak bumi adalah makhluk hidup purbakala yang di bawah tekanan suhu tinggi dan sesudah melalui proses pengolahannya, dalam jangka waktu yang lama. Hingga makhluk hidup di zaman purbakala baru berubah menjadi minyak bumi.

Tapi hal yang membuat ilmuwan bingung adalah berapa kali berapa kali organisme prasejarah berskala besar yang terkumpul dan terkubur, yang kemudian bisa menghasilkan minyak bumi yang sangat banyak hingga saat ini.

Masalah itu terjawab oleh majalah Scientist di akhir November 2003, penulis artikel tersebut yaitu Jeffry S. Dukes yang berasal dari Universitas Utah. Melalui hasil hitungan dari data industri dan biologi yang ada saat ini, satu galon minyak bumi Amerika ternyata membutuhkan 90 ton tumbuhan purbakala yang menjadi bahan materialnya. Artinya satu liter minyak bumi berasal dari 23,5 ton tumbuhan purbakala.

Kemudian berapa tumbuhan yang dapat mencapai 23,5 ton tersebut? hasil hitungannya diperoleh yaitu sama dengan 16.200 M2 jumlah tanaman gandum baik daun, tangkai, dan seluruh akarnya. Hal itu dikarenakan oleh minyak bumi yang berada di bawah suhu tekanan yang tinggi, dan yang seperti itu bisa menghasilkan minyak bumi. Kemudian setelah makhluk purbakala mati, jika penguburannya tak cepat maka akan lapuk dan terurai.

Tahap Pengolahan Minyak Bumi

Destilasi Atau Fraksinasi

Yaitu proses yang biasa disebut dengan fraksinasi, merupakan proses pemisahan beberapa fraksi di dalam minyak bumi dengan dasar perbedaan titik didih. Proses ini seringkali dilakukan dalam tanur tinggi yang kedap suara. Minyak bumi yang mentah dialirkan ke dalamnya untuk kemudian dipanaskan, di dalam tekanan satu atmosfer pada suhu 370oC.

Baca Juga :   Polimer – Pengertian, Jenis, Reaksis, Sintesis, Dan Contohnya Lengkap

Pemanasan minyak mentah ini lalu membuat beberapa fraksi di dalam minyak bumi menjadi terpisah. Fraksi yang memiliki titik didih terendah akan ada pada bagian atas tanur, dan fraksi yang memiliki titik didih yang tinggi akan berada di atas tanur.

Cracking Fraksi-Frasi

Hasil berikutnya kemudian dimurnikan atau refinery, dengan cara diproses cracking. Yang merupakan tahapan pengolahan minyak bumi yang dilakukan dengan cara menguraikan beberapa molekul senyawa hidrokarbon, menjadi molekul hidrokarbon yang lebih kecil. Proses cracking bisa dijalankan dengan tiga cara, yakni cara panas (thermal cracking), hidrocracking, dan cara katalis (catalic cracking).

Reforming

Proses selanjutnya yaitu reforming, yang merupakan proses dalam mengubah struktur molekul yang berkualitas buruk (rantai karbon lurus) akan menjadi fraksi yang kualitasnya lebih baik (rantai karbon bercabang)

Prosesnya dapat dijalankan dengan penggunaan katalis atau proses pemanasan. Karena dengan dilakukannya mengubah struktur molekul, maka proses itu juga dapat disebut dengan proses isomerisasi.

Alkilasi Dan Polimerisasi

Setelah diperbaiki struktur molekulnya beberapa fraksi yang diperoleh dari pengolahan minyak bumi mentah, kemudian akan diproses melalui alkilasi dan polimerisasi. Alkilasi adalah tahap penambahan jumlah atom pada fraksi hingga molekul fraksi menjadi lebih panjang dan bercabang. Prosesnya menggunakan penambahan katalis asam yang kuat seperti HCl, H2SO4, atau AlCl3 (suatu asam kuat Lewis).

Dan proses polimerisasi adalah tahapan penggabungan beberapa molekul kecil yang menjadi molekul yang lebih besar, di dalam fraksi yang menjadikan mutu dari produk akhirnya akan menjadi lebih tinggi.

Treating

Adalah proses pemurnian fraksi minyak bumi, dengan cara eliminasi bahan pengotor yang terikut pada proses pengolahan atau yang berasal dari bahan baku minyak mentah. Beberapa bahan pengotor yang dibersihkan pada proses treating ini diantaranya bau tak sedap, yang melalui doctor treating dan juga copper sweetening, lumpur, warna melalui acid treatment, aspal melalui deasphaiting, parafin melalui dewaxing, dan belerang melalui desulfuring.

Blending

Proses yang terakhir adalah proses pengolahan minyak bumi hingga mendapatkan bahan yang siap digunakan adalah proses blending. Yaitu tahapan yang dilakukan untuk menambah kualitas produk dengan melalui penambahan bahan-bahan adiktif, ke dalam fraksi minyak bumi.

Bahan aditif yang digunakan ini diantaranya yaitu tetra ethyl lead (TEL). TEL adalah bahan aditid yang dipakai untuk menaikkan bilangan oktan bensin.

Penggunaan Minyak Bumi

Struktur kimia yang pada minyak bumi yang sifatnya heterogen, tersusun dari banyaknya rantai hidrokarbon dengan panjangnya yang berbeda-beda. Hingga beberapa senyawa hidrokarbon itu bisa dipisahkan dengan teknik destilasi, serta proses kimia lainnya. Hasil minyak bumi ini lalu dipakai oleh kebutuhan manusia, seperti :

1. Bahan Bakar
Bahan bakar merupakan jenis paling umum dari hasil penyulingan minyak bumi. Jenis bahan bakar antara lain Elpiji, Butana, Bensi, Bahan bakar jet, minyak tanah, minyak bakar, diesel

2. Produk Turunan Lain
Beberapa produk turunan lain hasil olahan hidrokarbon bisa dicampur dengan senyawa non-hidrokarbon untuk membuat senyawa lainnya antara lain:

  • Alkena
  • Pelumas (oli mesin dan gemuk)
  • Wax
  • Sulfur atau asam sulfat
  • Tar
  • Aspal
  • Kokas minyak bumi
  • Parafin Wax

Sekian pembahasan mengenai pengolahan minyak bumi yang lengkap dengan pengertian, sejarah, dan penggunaannya. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam memahami pengolahan minyak bumi dengan lengkap. Dan semoga bermanfaat.

Baca Juga :