Pengertian Insentif – Tujuan, Jenis, Bentuk, Prinsip, dan Indikatornya Lengkap

3 min read

Pengertian Insentif – Tujuan, Jenis, Bentuk, Prinsip, dan Indikatornya Lengkap

Pengertian Insentif – Adalah kompensasi khusus yang diberi perusahaan pada karyawan di luar gaji utamanya, dalam membantu memotivasi/mendorong karyawan itu lebih giat bekerja serta berusaha memperbaiki prestasi kerja di perusahaan.

Prinsip pemberian insentif ini berkaitan dengan kinerja karyawan yang melampaui standar yang sudah ditetapkan perusahaan. Atas kerja keras serta prestasi kerja itu maka karyawan akan memperoleh penghargaan, bisa dalam bentuk uang, barang, dan lainnya.

Secara umum pemberian insentif diberi pada tenaga pemasaran yang berhasil menjual dengan melebihi target perusahaan. Misalnya sales yang menjual lebih banyak dari target penjualan.

Pengertian Insentif Menurut Para Ahli

  1. Menurut Andrew F. Sikula pengertian insentif adalah sesuatu yang mendorong atau memiliki kecenderungan dalam merangsang kegiatan, insentif juga menjadi motif serta imbalan yang dibentuk untuk memperbaiki produksi.
  2. Menurut Heidjrachman arti insentif adalah tindakan yang tujuannya untuk memberi upah/gaji yang berbeda pada pekerja karena prestasi kerja yang berbeda-beda.
  3. Menurut Adams dan Hicks insentif adalah seluruh imbalan dan hukuman yang diterima oleh pemberi layanan, yang menjadi konsekuensi dari organisasi tempat mereka bekerja, institusi yang dioperasionalkan serta intervensi yang dilakukan.
  4. Menurut Mangkunegara pengertian insentif adalah bentuk motivasi yang berbentuk uang atas dasar kinerja yang tinggi, dan menjadi rasa pengakuan dari pihak organisasi pada kinerja karyawan serta kontribusi pada organisasi/perusahaan.
  5. Menurut Hasibuan, pengertian insentif adalah tambahan balas jasa yang diberi pada karyawan tertentu, yang dimana prestasinya di atas standar. Insentif juga menjadi alat yang digunakan sebagai pendukung prinsip adil dalam pemberian kompensasi.
  6. Menurut Handoko pengertian insentif adalah perangsang yang ditawarkan kepada para karyawan untuk melaksanakan kerja sesuai atau lebih tinggi dari standar-standar yang telah ditetapkan.
  7. Menurut Pangabean, arti insentif adalah imbalan langsung yang diberi pada karyawan karena prestasinya yang melebihi standar yang ditentukan. Dengan asumsi bahwa uang bisa mendorong kinerja karyawan dengan lebih baik, mereka yang kerjanya produktif menyukai gajinya dibanding hasil kerja.
  8. Menurut Samsudin pengertian insentif pemberian upah/gaji yang berbeda bukan berdasarkan evaluasi jabatan, tetapi karena adanya perbedaan pada prestasi kerja.
  9. Menurut Gorda definisi insentif adalah sarana dalam memotivasi karyawannya berupa materi, yang diberi sebagai perangsang/pendorong dengan sengaja pada setiap pekerja supaya meningkatkan produktivitas kerjanya di dalam organisasi.
  10. Menurut Simamora pengertian insentif adalah suatu program yang mengaitkan antara bayaran dengan produktivitas kerja.
  11. Menurut Ranupandojo dan Suad Husnan arti insentif adalah bentuk motivasi yang berbentuk uang dalam memotivasi karyawannya, supaya lebih giat bekerja dan bisa meningkatkan prestasinya.
  12. Menurut Manullang, pengertian insetif adalah sarana motivasi/ sarana yang dapat menimbulkan dorongan pada karyawan.
Baca Juga :   Hukum Bisnis : Pengertian, Tujuan, dan Fungsinya Lengkap

Tujuan Pemberian Insentif

Tujuan Insentif Bagi Perusahaan :

  • Menjaga loyalitas para pekerja berkualitas.
  • Mempertahankan dan meningkatkan moral kerja para pekerja, dimana hal ini akan terlihat dari absensi dan tingkat perputaran tenaga kerja.
  • Meningkatkan produktivitas perusahaan, dengan kata lain hasil produksi bertambah untuk setiap unit per satuan waktu, serta meningkatnya penjualan.

Tujuan Insentif Bagi Karyawan :

  • Memperbaiki dan meningkatkan standr hidup dengan adanya pendapatan tambahan selain gaji pokok
  • Memperbaiki dan meningkatkan semangat kerja karyawan sehingga para pekerja berupaya untuk berprestasi di tempat kerja

Jenis-Jenis Insentif

Jenis Insentif Berdasarkan Bentuknya :

  • Insentif Materi. Adalah insentif yang diberikan yang berbentuk komisi, bonus, pembagian laba, kompensasi yang ditangguhkan, dan jaminan hari tua.
  • Insentif Non-material. Adalah insentif yang diberi pada karyawan berupa piagam penghargaan, pemberian promosi jabatan, jaminan sosial, pujian dalam bentuk tulisan dan lisan.

Jenis Insentif Berdasarkan Penerimannya :

  • Individual incentive. Adalah insentif yang diberikan pada seorang pegawai atas kerja keras dan prestasinya di tempat kerja.
  • Group incentive. Adalah pemberian insentif pada pegawai sesuai dengan standar masing-masing grup/kelompo.
  • Plant-wide incentive. Adalah pemberian insentif pada seluruh pegawai perusahaan sesuai dengan kriteria pembayaran yang sudah ditentukan perusahaan.

Bentuk-Bentuk Insentif

Menurut Koontz pemberian insentif bisa dalam bentuk uang, partisipasi, dan lingkungan kerja yang baik. Berikut penjelasannya :

  • Insentif Dalam Bentuk Uang

Secara umum pegawai lebih memilih menerima insentif yang berbentuk uang. Hal ini berhubungan dengan realisasi kualitas kehidupan pegawai yang lebih baik dari sisi keuangan. Dengan prestasi kerja yang baik, maka akan mendukung kesempatan dalam memperoleh insentif perusahaan. Sehingga kebutuhan hidup pegawai akan terpenuhi dan menjadi lebih baik.

  • Insentif Berbentuk Lingkungan Kerja yang Baik

Lingkungan kerja yang baik menjadi impian setiap pekerja. Karena dengan lingkungan kerja yang baik maka hal ini akan mendukung kenyamanan saat bekerja serta meningkatnya prestasi kerja.

  • Insentif Dalam Bentuk Partisipasi

Kesempatan dalam berpartisipasi serta berkomunikasi dengan petinggi perusahaan dapat memberi dorongan semangat kerja pada setiap pekerja. Dengan kesempatan ini, seorang pegawai bisa memperoleh pengakuan dan juga memperoleh dukungan dari perusahaan.

Indikator Pemberian Insentif

Kinerja Pegawai

Seorang pegawai yang berprestasi atau yang kinerja kerjanya di atas rata-rata akan selalu memperoleh insentif perusahaan.

Waktu Kerja Pegawai

Insentif yang diterima pegawai juga ditentukan oleh waktu kerja pegawai tersebut dalam menyelesaikan pekerjaan.

Senioritas Karyawan

Masa kerja karyawan di perusahaan berpengaruh pada besarnya insentif yang akan diterima.

Kebutuhan Pegawai

Pemberian insentif ini berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan mengenai kualitas hidup yang lebih baik dari pegawai.

Keadilan dan Kelayakan

Perusahaan sering memberi insentif pada karyawan atas dasar pengorbanan kerja yang sudah dilakukan pegawai tersebut.

Evaluasi Jabatan Karyawan

Tingkat karyawan menjadi salah satu indikator penting dalam pemberian insentif.

Itulah Pengertian Insentif yang meliputi tujuan, jenis, bentuk, serta indikator pemberian insentif. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi anda semua.

Baca Juga :