Materi Kesetimbangan Kimia : Pengertian, Ciri, dan Pengaruhnya Lengkap

Posted on
Rate this post

Materi Kesetimbangan Kimia : Pengertian, Ciri, dan Pengaruhnya Lengkap

Materi kesetimbangan kimia – kesetimbangan kimia adalah sebuah reaksi bolak bali dimana laju reaksi ini reaktan. Selain itu produk dengan konsentrasi keduanya pun tetap. Pada pembahasan kali ini akan kami jelaskan mengenai materi kesetimbangan kimia.

Pengertian Kesetimbangan Kimia

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa kesetimbangan kimia adalah reaksi bolak balik dimana laju reaktan serta konsentrasi keduanya adalah tetap. Kesetimbangan kimia ini hanya dialami dalam reaksi yang bolak balik dimana laju pembentukannya reaktan sama pada laju pembentukannya produk.

Kesetimbangan kimia memiliki dinamis, jadi kerap dikenal dengan sebutan kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan yang dinamis ini merupakan sebuah reaksi bolak balik ketika keadaan konsentrasinya tetap namun sebetulnya teteap mengalami reaksi dengan terus menerus. Kesetimbangan dinamis dialami dengan makropkopis namun mengalami dengan mikroskopis atau partikel zat.

Kesetimbangan kimia hanya dialami dalam reaksi bolak balik dimana laju pembentukan reaktan ini adalah sama dengan laju pembentuk produk. Reaksi akan mengalami terus menerus dengan mikroskopis sehingga dapat dikenal dengan kesetimbangan yang dinamis.

Ciri Ciri Kondisi Setimbang

Adapun ciri ciri dari kondisi setimbang ialah berikut ini :

  1. Terjadinya dalam wadah tertutup, menggunakan suhu serta tekanan tetap.
  2. Laju reaksi menuju reaktan adalah sama dengan laju menuju ke produk.
  3. Reaksinya berjalan dengan terus menerus (dinamis) ke dalam dua arah dengan berlawanan.
  4. Terjadinya di tingkat partikel zat sangat mikroskopis.
  5. Konsentrasi produuk serta reaktan tetap.
  6. Pergeseran kesetimbangan kimia

Ada sejumlah faktor sebagai pengaruh dari kesetimbangan kimia, diantaranya iala konsentrasi zat, temperatur serta tekanan maupun volume.

Pengaruh Konsentrasi Zat Pada Kesetimbangan Kimia

Bila konsentrasi dari salah satu zat ditambah, akan bergeser sebuah reaksi kesetimbangannya menuju ke arah yang menjauhi zat dengan ditambah konsentrasinya. Bila konsentrasi dari salah satu zat dikurangi, maka reaksi dari kesetimbangan akan mlai bergeser menuju ke arah zat yang dikurangi konsentrasinya.
Contohnya : dalam persamaan berikut ini => N2(g) + 3H2(g)  2NH3(g) H = -92Kj

Jika konsentrasi tersebut N2 ditambahkan maka menjadi bergeser reaksi kesetimbangannya menuju ke arah kanan, sebab bila konsenntrasi zat ini ditambah maka sebuah reaksi kesetimbangan tadi akan bergeser mulai dari arah konsentrasi yang telah ditambah.

Jika konsentrasi N2 ini malah dikurangi, maka akan bergeser menuju ke kiri reaksi kesetimbanganya. Sebab bila konsentrasi zat tersebut dikurangi maka reaksi kesetimbangan pun akan bergeser mulai dari arah konsentrasi yang telah dikurangi itu.

Baca Juga :   Akar Pelekat : Bagian, Fungsi, Ciri, Jenis, Sifat dan Modifikasinya Lengkap

Pengaruh Tekanan Serta Volume Pada Kesetimbangan Kimia

Jika tekanan dalam sistem ditambah maupun volumenya dibuat kecil, sehingga reaksi kesetimbangan tersebut akan bergeser menuju ke arah jumlah dari molekul yang lebih kecil.
Jika tekanan dalam sistem ditambah maupun volumenya dibuat kecil sehingga reaksi kesetimbangan pun akan bergeser menuju ke arah jumlah molekul dengan lebih kecil.

Jika tekanan dalam sistem diperkecil maupun volumenya ini ditambah maka reaksi kesetimbangan pun akan bergeser menuju ke arah jumlah dari molekul dengan lebih kecil.
“ volume dan tekanan berbanding terbalik”

Misalnya seperti : di persamaan reaksi seperti berikut => N2 (g) + 3H2(g)  2NH3 (h) H= -92 kJ
Jumlah dari mol reaktan = 3 = 1 = 4
Jumlah dari mol produk = 2

Jika tekanan dalam sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan ini akan bergeser menuju ke kanan, sebab bila tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan ini akan bergeser menuju ke arah dari jumlah molekul yang sangat kecil yaitu 2.
Jika volume dalam sistem dikurangi sehingga reaksi kesetimbangan akan bergeser menuju ke kanan, sebab bila vlume sistem ini dikurangi, maka reaksi dari kesetimbangan akan bergeser di arah molekul dengan lebih kecil yaitu 2.
Jika tekanan dalam sistem dikurangi, maka reaksi dari kesetimbangan akan bergeser menuju ke kiri, sebab bila tekanan ini ditambah. Sehingga reaksi dari kesetimbangan akan bergeser menuju ke arah yang jumlahnya molekul ini lebih besar yaitu 4.
Jika tekanan dalam sistem ditambah sehingga reaksi kesetimbangan nantinya akan bergeser di arah kiri, sebab bila volumenya dari sistem ditambah. Sehingga reaksi kesetimbangan nantinya akan bergeser di arah jumlah molekul dengan lebih besar yaitu 4.

Pengaruh Temperatur Pada Kesetimbangan Kimia

Jika temperatu sistem ini ditinggikan maka reaksi dari kesetimbangan pun akan bergerak menuju ke arah zat yang akan melepaskan kalor maupun endorerm.
Contohnya ini : dalam persamaan reaksi => (A) + (B)  (C) H = -X

C adalah sebuah reaksi eksoterm atau melepaskan kalor dan B + A ialah reaksi endoterm (yakni memerlukan kalor)
Bila temperaturnya dinaikkan maka sebuah reaksi dari kesetimbangan akan bergerak menuju ke kiri disebabkan bila temperatur sistem dinaikkan maka reaksi dari kesetimbangan akan bergeser dalam arah reaksi yang membutuhkan kalor maupun endoterm.

Jika temperaturnya malah diturunkan, maka reaksi dari kesetimbangan nantinya bergerak menuju ke arah kanan disebab bila temperatur sistem tersebut dinaikkan sehingga reaksi kesetimbangan akan mulai bergeser menuju ke arah reaksi yang membutuhkan kalor maupun endoterm.

Jika temperatur diturunkan sehingga reaksi dari kesetimbangan akan mulai bergerak menuju ke kanan sebab bila temperatur dinaikkan maka sebuah reaksi kesetimbangan akan bergeser dan melepaskan kalor eksoterm.
Nah, itulah penjelasan dari materi kesetimbangan kimia. Kesetimbangan kimia ini hanya dialami dalam reaksi yang bolak balik dimana pembentukannya reaktan sama dengan laju pembentukannya produk. Semoga bermanfaat.

Baca juga: