Konsep Pembangunan : Pengertian, Tujuan, Ciri, Teori dan Pengukurannya Terlengkap 

Posted on
Konsep Pembangunan : Pengertian, Tujuan, Ciri, Teori dan Pengukurannya Terlengkap 
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Konsep Pembangunan, Tujuan, Ciri, Teori dan Pengukurannya

Konsep pembangunan – di Indonesia sendiri, istilahdari pembangunan seringkali berkonotasi ataupun berarti dalam membangun sebuah infrastruktur dan fasilitas fisik. Pada umumnya, pengertian dari pembangunan adalah suatu proses perubahan yang terus menerus untuk bisa menuju kondisi yang lebih baik menurut suatu norma-norma tertentu. Berikut ini akan dibahas tentang konsep pembangunan.

Istilah dari pembagunan bisa didefinisikan ataupun dapat diartikan yang berbeda dari satu orang dengan lainnya, bahkan Negara satu dengan Negara lain. Tetapi, secara umum ada sebuah kesepakatan bahwa didalam pembagunan adalah suatu proses untuk menjalankan perubahan.

Pembangunan adalah suatu perangkat upaya yang terencana/ terarah dalam bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan serta meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.

Tujuan Pembangunan

Menimbang dari banyaknya aspek yang perlu dibangun, maka pembangunan kerapkali dijalankan secara bertahap. Tahapan pembangunan ini tidak bisa disesuaikan menggunakan skala yang diutamakan. Pembangunan ini menyangkut kepentingan yang nantinya akan didahulukan.

Adapun tujuan dari pembangunan yang ada di Indonesia yang tersirat secara umum ada di dalam pembukaan UU 1945 dimana tujuan dari pembangunan adalah sebagai berikut :

  1. Melindungi segenap bangsa maupun jumlah di seluruh tumpah darah Indonesia
  2. Mamajukan kesejahteraan umum
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
  4. Dan ikut dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi serta keadilan sosial.

Ciri-Ciri Pembangunan

Perencanaan yang mana pembangunan ini perlu direncanakan dalam tiap-tiap tahap pada pembangunan, maka hal ini yang akan dibutuhkan ialah sebuah pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkan beragam aspek utamanya lingungan hidup. Oleh karena itu, ada beberapa ciri pembangunan dengan memperhatikan beragam aspek yang bisa dilihat dibawah ini :

• Menjamin dalam pemerataan atau keadilan
• Strategi pembagunan berkelanjutan yang berlandaskan atas pemerataan distribusi sumberlahan maupun faktor produksi
• Pemerataan kesempatan untuk kaum perempuan
• Pemerataan ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan

Teori Pembangunan

Berikut ini adalah teori pembangunan, antara lain :

  1. Teori pembangunan adam smith
    Teori ini kerap disebut dengan teori hukum. Teori ini pun yakin bahwa berlakunya doktrin hukum alam mengenai soal ekonomi maka wajar bila ia akan menganjurkan dalam kebijakan pasar bebas berekonomi. Kekuatan yang tidak akan terlihat ini yaitu pasar persaingan sempurna yang menjadi suatu mekanisme untuk menuju keseimbangan dengan otomatis maupun cenderung memaksimumkan pada kesejahteraan nasional.
  2. Teori pembangunan ricardin
    Teori pembangunan ini yang nantinya dibangun david ricardo, yaitu dimana tori tentang hubunngan antara tiga kelompok perekonomian yaitu kapalitas, tanah dan buruh. Keseluruhan pendapatan nasional akan dibagikan untuk 3 kelompok ini menjadi uang sewa, uang upah dan keuntungan.
  3. Teori pembangunan Malthus
    Di dalam teori tersebut Thomas Robert Malthus menanggapi bahwa di dalam proses pembangunan ekonomi tersebut tidak terjadi dengan sendiri, tetapi jika memerlukan beragam usaha yang konsisten pada rakyatnya. Sehingga proses pembangunan adalah suatu proses dari naik turunnya kegiatan ekonomi lebih dibandingkan sekedar lancar maupun tidak lancarnya aktivitas ekonomi itu.
  4. Teori pembangunan mill
    Di dalam teori tersebut, yakni john stuart mill akan beranggapan bahwa pembangunan ekonomi menjadi fungsi tenaga kerja, tanah maupun modal. Peningkatan atas kesejahteraan hanya mungkin bi;a tanah maupun modal dapat meningkatkan produksi dengan lebih cepat bila dibandingkan angkatan kerja.
  5. Teori pembangunan marxis
    Terdapat tiga hal yang nantinya disumbangkan oleh karl max di dalam teori pembangunan nasional, yaitu dalam arti luas dapat memberikan tafsiran sejarah pada sudut ekonomi. Artinya disini sempit dalam merinci kekuatan yang nantinya dapat mendorong perkembangan kapitalis maupun menawarkan jalan alternative mengenai pembangunan ekonomi yang terencana. Di dalam penafsiran sejarah, seluruh peristiwa sejarah adalah suatu hasil perjuangan dalam ekonomi yang nantinya akan terus meneris diberbagai kelas ataupun kelompok masyarakat.
Baca Juga :   Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli, Syarat, Ciri-Ciri, Macam-Macam Kelompok Sosial Secara Lengkap

Mengukur Pembangunan

Adapun untuk mengukur pembangunan ini terdapat 3 macam, diantaranya :

  1. Kekayaan rata-rata
    Sebuah Negara bisa dikatakan berhasil ialah dengan menjalankan pembangunan jika pertumbuhan ekonominya masyarakat itu tinggi. Sehingga yang diukur ialah produktivitas masyarakat/ Negara di setiap tahunnya.
    Dalam bahasa teknisnya dalam ekonomi, produktivitas tersebut diukur oleh PNB (produk nasional bruto) atau GNP (Gross national product). PNB ini mencakup barang maupun jasa yang telah dihasilkan penduduk suatu Negara selama 1 tahun, termasuk pula hasil produksi jasa dan barang yang dihasilkan warga di luar negeri, namun tidak termasuk produksi pada perusahaan asing yang sedang beroprasi di suatu wilayah Negara tersebut.
  2. Pemerataan
    GNP suatu Negara tidak menjadi salah satu indikator keberhasilan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebab dapat menjadi kaya itu dimiliki tidak secara merata penduduknya. Msialnya seperti sebagian kecil orang pada Negara itu mempunyai kekayaan melimpah sementara sebagioan besarnya telah hidup dalam kemiskinan. Maka hal tersebut dapat menimbulkan ironi. Biasanya kita dapat melihat dimana-mana orang yang hidup dalam kemiskinan, tidak dapat makan, tidak punya tempat tinggal dll.
  3. Kualitas kehidupan
    Salah satu cara guna mengukur kesejahteraan penduduk pada sebuah Negara ialah dengan menggunakan tolok ukur physical quality of life index (PQLI). Tolok ukur tersebut diperkenalkan moris yang mengukur 3 indikator, yakni rata-rata harapan hidup seseorang setelah umur 1 tahun, rata-rata jumlah dari kematian serta rata-rata dari prosentase buta maupun melek huruf.

Demikianlah pembahasan mengenai konsep pembangunan beserta penjelasan yang berkaitan di dalamnya terlengkap. Dengan adanya artikel ini kita dapat menyimpulkan bahwa pembangunan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan serta meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Semoga bermanfaat.

Baca juga: