Etnosentrisme : Pengertian, Penyebab, Jenis dan Dampaknya Terlengkap

Posted on
Etnosentrisme : Pengertian, Penyebab, Jenis dan Dampaknya Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Etnosentrisme : Pengertian, Penyebab, Jenis dan Dampaknya Terlengkap

Etnosentrisme – penilaian pada kebudayaan orang lain atas dasar dari nilai dan standar budaya sendiri. Orang-orang etnosentris menilai kelompok lain relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila berkaitan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, dan agama. Perbedaan dan pembagian etnis tersebut mengartikan khas identitas dari budaya setiap suku bangsa.

Pengertian Etnosentrisme

Dalam pengertian lain, etnosentrisme yaitu suatu pendapat yang dimiliki oleh setiap individu yang menganggap bahwa kebudayaan yang mereka miliki lebih baik dari kebudayaan lainnnya. Selain itu juga menganggap cara hidup bangsanya merupakan cara hidup yang paling baik.

Etnosentrisme bisa saja tampak atau tidak tampak di tengah tengah masyarakat, dan meski dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan merupakan kecenderungan alamiah dari psikologi manusia, etnosentrisme memiliki konotasi negatif di dalam masyarakat.

Walaupun begitu masih ada sisi positif dari perilaku Etnosentrisme. Sisi positif perilaku dari Etnosentrisme yaitu dapat menjaga kestabilan dan keutuhan suatu budaya, dapat mempertinggi semangat patriotisme dan kesetiaan kepada bangsa, serta dapat memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan atau bangsanya.

Pengertian Etnosentrisme Menurut Para Ahli

Adapun pengertian etnosentrisme menurut para ahli yaitu:

  1. Pengertian Etnosentrisme Menurut Joseph A DeVito
    Etnosentrisme merupakan kehendak untuk menilai dari nilai, kepercayaan, dan perilaku dalam kultur sendiri yang lebih baik, lebih logis, dan lebih wajar daripada kultur lain.
  2. Pengertian Etnosentrisme Menurut Alo Liliweri
    Etnosentrisme yaitu paham yang setiap penganut kebudayaan atau kelompok dalam suku bangsa menganggap lebih superior dibandingkan dengan kelompok luar.
  3. Pengertian Etnosentrisme Menurut Harris
    Etnosentrisme yakni tendensi individu yang merasa kelompoknya lebih baik dibandingkan kelompok lain yang dianggap liar, inhuman, menjijikkan bakan tidak rasional.
  4. Pengertian Etnosentrisme Menurut Adorno
    Etnosentrisme adalah seseorang yang terlihat kurang terpelajar, kurang bergaul, pemeluk agama yang fanatik. Dalam pendekatan ini, etnosentrisme didefinisikan terutama sebagai kesetiaan yang kuat dan tanpa kritik pada kelompok etnis atau bangsa disertai prasangka terhadap kelompok etnis dan bangsa lain.
  5. Pengertian Etnosentrisme Menurut Hammond dan Axelrod
    Etnosnetrisme sebagai sindrom yang hampir universal dari sikap dan perilaku diskriminatif, sikap tersebut termasuk menganggap kelompok sendiri sebagai orang yang berbudi luhur dan superior, satu standar nilai sendiri sebagai universal dan kelompok luar sebagai orang yang hina dan inferior.

Penyebab Munculnya Etnosentrisme

Gerungan (1991) menyampaikan terdapat faktor yang mempengaruhi pembentukan dan perubahan sikap individu, yaitu :

  1. Faktor-Faktor Internal
    Pengamatan dalam komunikasi melibatkan proses pilihan di antara seluruh rangsangan objektif yang ada di luar diri individu.
  2. Faktor-Faktor Eksternal
    Sikap dapat dibentuk dan diubah berdasarkan dua hal, yaitu karena interaksi kelompok dan komunikasi.
Baca Juga :   Pameran Seni Rupa: Pengertian, Fungsi, Tujuan Dan Jenis Pameran Serta Unsurnya Terlengkap

Jenis-Jenis Etnosentrisme

Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa etnosentrisme terbagi atas 2 macam,yaitu :

  1. Explicit etnosentrisme yaitu seseorang yang bersedia untuk menunjukan stereotype negatif pada individu di luar kelompoknya.
  2. Implicit etnosentrisme yakni seseorang mengalami halangan untuk menunjukan sifat etnosentrismenya. Namun mereka tetap menolak adanya persamaan hak, adanya pemisahan dalam bidang pendidikan, perumahan, dan sikap negatif kepada kelompok lainnya (Hooghe, 2008).

Selain itu, secara empiris menurut Hooghe (2008) bahwa macam-macam Etnosentrisme terdapat atas 2 jenis, yaitu :

  • Etnosentrisme Kebudayaan
    Kepercayaan bahwa norma budaya sendiri lebih baik daripada norma kebudayaan lain. Hal ini ditujukan kepada kelompok kebudayaan lain dan mengakui bahwa daerah tersebut sebagai miliknya. Mereka biasanya menunjukkanya dengan simbol-simbol keagamaan, pakaian, atau hal lainya yang menunjukkan keberadaan mereka.
  • Etnosentrisme Ekonomi
    Mereka beranggapan bahwa kelompok lain sebagai pesaing mereka dan karena itu berusaha untuk membatasi ruang ekonomi kelompok tersebut. Hal ini biasanya ditujunkan dengan mendiskriminasi para pekerja dari kelompok lain dan menolak menggunakan suatu produk yang dihasilkan oleh kelompok lain.

Jenis-Jenis Etnosentrisme Berdasarkan Manfaatnya

Selain itu, terdapat 2 macam atau dua tingkatan etnosentrisme yaitu:

– Tingkat Rendah yang dapat bermanfaat untuk perkembangan kelompok, dapat menimbulkan rasa kebangsaan, patriotisme, dan kemauan untuk berkorban.
– Tingkat Tinggi yaitu etnosentrisme dapat merusak komunikasi antar budaya dan juga merendahkan kebudayaan lain.

Dampak Etnosentrisme

Pada etnosentrisme terdapat 2 dampak yang akan ditimbulkan yaitu dampak positif dan negatif, yaitu:

Dampak Positif Etnosentrisme

  1. Meningkatkan Kesatuan, Kesetiaan dan Moral Kelompok
    Sebagai suatu dampak positif yang menguntungkan dimana dalam artian bahwa bahwa kelompok-kelompok etnosentris tampak lebih bertahan dibandingkan dengan kelompok yang bersikap toleran.
    Sehingga Etnosentrisme memiliki dampak positif dalam mengukuhkan nasionalisme dan patriotisme. Tanpa adanya etnosentrisme, tidak akan bisa membawa kesadaran nasional secara penuh.
  2. Perlindungan Terhadap Perubahan
    Melihat kembali pada sejarah negara Jepang abad ke-19, etnosentrisme adalah instrumen untuk menghambat masuknya unsur asing ke dalam kebudayaan. Hal itu membawa dampak kemajuan besar yang membawa pada perubahan terjadi bangsa Jepang.

Dampak Negatif Etnosentrisme

  1. Dapat Menimbulkan Konflik Antar Suku
    Sebagai suatu sikap yang menganggap kebudayaannya lebih baik dibandingkan yang lainnya, maka dalam perkembangan tersebut sering kali akan menimbulkan konflik yang digolongkan antara mayoritas dan minoritas. Seperti yang kerap terjadi di Indonesia.
  2. Terdapat Aliran Politik
    Sudah diketahui bahwa sikap politik yang menjadi dasar utama dari etnosentrisme. Sedangkan dalam perilaku dan komunikasi politik, itu tidak terlepas dari kondisi geografis dimana aktor bergerak. Sehingga, kerap kali unsur yang menjadi gerakan politik adalah budaya dan agama.

Demikianlah artikel tentang Etnosentrisme. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan para pembaca dan bermanfaat. Terima kasih.

Baca juga: