33 Tarian Adat di Indonesia Beserta Penjelasan Lengkapnya

Posted on
33 Tarian Adat di Indonesia Beserta Penjelasan Lengkapnya
Rate this post

33 Tarian Adat di Indonesia Beserta Penjelasan Lengkapnya

Tarian adat – Salah satu kebanggaan dari masyarakat Indonesia ialah sebuah keanekaragaman tarian tradisionalnya. Tarian adat merupakan sebuah lambang bagaimana karakteristik masyarakatnya. Hingga sebagian provinsi menjadikan sebuah tarian tersebut sebagai simbol atau icon masing-masing daerah.

Jenis tarian adat di Indonesia merupakan sebuah mahakarya peninggalan dari nenek moyang pada zaman dahulu, hal ini sebagai hiasan/ gambaran “Inilah kami! Seperti inilah hidup kami, dan beginilah karakteristik yang kami miliki!” dan hingga saat ini tari adat masih terus dilestarikan karena salah satu bentuk kecintaan kita terhadap negara Indonesia.

Tarian Adat di Indonesia

Berikut ini beberapa tarian adat di indonesia yang ada di setiap daerah:

1. Tarian Tradisional (Nangroe Aceh Darrusalam)
Tari Saman ialah tarian yang dipentaskan pada publik pada waktu hari-hari besar, misalnya acara maulid Nabi Muhammad Saw.
2. Tarian Tradisional (Sumatera Utara)
Sumatera Utara terkenal dengan suku Mentawai, mereka sangat memegang erat tarian adat sampai saat ini, Tari Baluse menjadi bagian rangkaian sebuah ritual suku Mentawai dan biasanya tarian ini berakhir dengan loncat batu setinggi 4 meter.
3. Tarian Tradisional (Sumatera Selatan)
Tari Tanggai ialah tari yang dipentaskan pada hari-hari besar seperti tahun baru ataupun menyambut tamu serta acara pengantin, artinya tari ini adalah keramah tamahan dari masyarakat sumatera Selatan, khususnya masyarakat Palembang.
4. Tarian Tradisional (Sumatera Barat)
Tari piring ini berasal dari Kota Minangkabau, fungsinya tidak digunakan sebagai acara pentas. Melainkan digunakan pada waktu panen tiba, yaitu sebagai bentuk rasa puji syukur pada Dewi padi yang dipercayai memberikan hasil panen melimpah ruah pada masyarakat Minang.
5. Tarian Tradisional (Riau)
Tari makan sirih, tersebut dipentaskan untuk menyambut tamu besar misalnya Gubernur ataupun Presiden negara. Pada zaman dulu saat masih terkenal sebuah kerajaan-kerajaan di Indonesia, tarian Makan Sirih selalu dipentaskan waktu para menteri kerajaan/ kerajaan akan menghadiri daerah Provinsi.
6. Tarian Tradisional (Kepulauan Riau)
Tari zapin dipentaskan ke publik agar dapat menghibur semua orang. Dalam arti lain tari zapin ini mengandung ilmu edukasi yang memberikan pelajaran untuk masyarakat Kepulauan Riau supaya menjadi penduduk yang mempunyai rasa bersosialisasi.
7. Tarian Tradisional (Bangka Belitung)
Tari Campak digunakan sebagai pengisi hiburan pada acara-acara tertentu. Didalamnya terselip sebuah maksud untuk menghibur para bujang supaya tidak sedih atas kesendiriannya. Selain itu, tarian ini berfungsi sebagai cara syukur panen padi seperti pada tari piring.
8. Tarian Tradisional (Bengkulu)
Tarian Adun digunakan pentas dan sebagai prosesi dalam menanam padi, saat itulah semua orang meminta & berdo’a agar panennya melimpah.
9. Tarian Tradisional (Lampung)
Tari Melinting berasal dari pencipta nama seorang ratu, sehingga terciptalah tarian tersebut. Biasanya juga digunakan perlombaan pentas seni di lampung.
10. Tarian Tradisional (DKI Jakarta)
Tari topeng merupakan tarian yang berfungsi sebagai menolak balak.
11. Tarian Tradisional (Banten)
Tari rampak bedhug menggambarkan bahwa masyarakat Banten menggunakan waktu sebijak mungkin, seperti tetap tepat melaksanakan Ibadah saat waktunya tiba.
12. Tarian Taridisional (Yogyakarta)
Tari Serimpi digunakan oleh masyarakat sebagai pertunjukan kerajaan di dalam keraton-keraton. Selang berkembangnya zaman, sekarang dapat dinikmati oleh para wisatawan saat berkunjung pada peninggalan kerajaan di daerah Jogja.
13. Tarian Tradisional (Jawa Barat)
Tarian jaipong ini digunakan untuk menyambut tamu besar, baik tamu lokal ataupun bule/pale.
14. Tarian Tradisional (Jawa Tengah)
Tari Bedhaya digunakan guna menghibur raja Keraton Surakarta dan biasanya tarian ini dipentaskan sebagai perayaan kelahiran putra pejabat.
15. Tarian Tradisional (Jawa Timur)
Tari remo ini digunakan untuk menyambut pejabat negara, tamu negara, ataupun orang penting bagi Negara. Dan pementasan festival-festival yang ada disetiap tahunnya.
16. Tarian Adat (Bali)
Tari Pendet dipentaskan untuk menghibur publik. Selain itu, tarian ini sebagai tarian menyambut orang penting misalnya presiden, dan para aparat negara.
17. Tarian Tradisional (NTB)
Dahulu Tari Sere menjadi sebuah tari terpopuler di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni hanya digunakan saat upacara adat di Sumbawa. Namun sekarang bisa kerap ditemui saat festival, maupun sambutan tamu penting/ tamu Negara.
18. Tarian Tradisional (NTT)
Tari Gareng Lemeng di lakukan minimal 2 orang pria dengan memegang tongkat sebagai senjata pedang/cambuk dan tangan lain memegang temeng.
19. Tarian Tradisional (Kalimantan Barat)
Tarian Monong/Manang yakni tari yang berguna sebagai ritual daerah. Konon sebagai penangkal atau menyembuhkan penyakit.
20. Tarian Tradisional (Kalimantan Tengah)
Tari tambun, berfungsi sebagai naluri memanggil hujan, dan dipercayai bisa mengusir hama tani dikebun mereka.
21. Tarian Daerah (Kalimantan Selatan)
Tari baksa kembang sebagai menyambut tamu kehormatan kerajaan.
22. Tarian Tradisional (Kalimantan Timur)
Tari Gong biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti penyambutan lomba tari/ acara khas..
23. Tarian Tradisional (Kalimantan Utara)
Tari khas Radab Rahayu dulu diyakini sebagai tari menolak bala sebuah wilayah.
24. Tarian Tradisional Sulawesi Utara
Tari Maengket dipakai sering pentas acara keagamaan.
25. Tarian Tradisional (Sulawesi Barat)
Tarian Pattudu dahulu sebagai menghibur para kerluarga keistanaan misalnya Sang Raja, dan para menteri.
26. Tarian Tradisional (Sulawesi Tengah)
Dalam fungsi tari Dero yakni dipentaskan menjelang masa panen tiba.
27. Tarian Tradisional (Sulawesi Tenggara)
Tari lulo alu merupakan upacara terima kasih pada tuhan atas hasil panennya.

Baca Juga :   Lambang Burung Garuda : Makna Filosofi dan Deskripsi Lengkapnya

28. Tarian Tradisional (Sulawesi Selatan)
Tari pakarena biasanya digunakan untuk tari Ritual adat sebagai acara ucapan terima kasih kepada pemimpin mereka.
29. Tarian Tradisional (Gorontalo)
Tari dana dana biasanya digunakan saat pentas acara-acara hiburan publik misalnya pernikahan, hajatan, atau festival setiap tahun.
30. Tarian Tradisional (Maluku)
Tari lenso juga sebagai ritual syukuran atas panennya.
31. Tarian Tradisional (Maluku Utara)
Tari perang menjelaskan para pejuang nenek moyang dalam mempertahankan tanah airnya.
32. Tarian Tradisional (Papua Barat)
Tari perang papua maksudnya mengobarkan semangat para pejuang perang.
33. Tarian Adat (Papua)
Tari selamat datang merupakan keramah-tamah dalam menyambut tamu.

Sekian artikel tentang tarian adat yang ada di Indonesia. Semoga menjadikan sebuah inspirasi kita untuk selalu melestarikan budaya dan juga kesenian yang dimiliki oleh Indonesia.

Baca juga: