Unsur – Unsur Cuaca Dan Iklim Di Indonesia

Posted on
Unsur – Unsur Cuaca Dan Iklim Di Indonesia
5 (100%) 1 vote[s]

Unsur – Unsur Cuaca Dan Iklim Di Indonesia

Unsur – unsur cuaca dan iklim – cuaca dan iklim yang ada di bumi senantiasa berubah – ubah. Meskipun demikian, sifat dan poanya dalam kawasan tertentu mempunyai kecenderungan yang sama. Cuaca serta iklim bisa membentuk sebab unsur-unsur suhu/ temperatur, sinar matahari, kelembaban udara, angin, curah hujan, tekanan udara, dan awan. Berikut akan dijelaskan mengenai unsur-unsur cuaca dan iklim.

Pengertian Cuaca Dan Iklim

Cuaca ialah kondisi udara yang dialami dalam waktu ke waktu serta daerah yang khusus. Ilmu dalam mempelajari cuaca disebut meteorologi. Kadang cuaca bisa berubah-ubah di setiap waktunya. Iklim ialah kondisi cuaca rata-rata di daerah yang luas pada waktu yang lebih lama. Ilmu dalam mempelajari tentang iklim bernama klimatolgi.
Iklim memiliki sifat yang tetap, yakni tempat yang luas, serta berlaku pada kurun waktu yang lama. Iklim serta cuaca bentuknya dari unsur yang sama, antara lain suhu udara, tekanan udara, kelembaban udara, angin, curah hujan serta awan.

Unsur Unsur Cuaca dan Iklim

1. Sinar matahari

Bumi beredar dengan mengelilingi matahari dalam lintasan elips yang dikenal garis edar. Matahari yang berpijar memancarkan sinarnya di segala arah serta bumi dengan mengelilinginya juga menerima sinar matahari itu.
Proses penyinaran matahari di bumi dikenal dengan insolasi. Sebagai akibat penyinaran matahari, mengalami pemanasan di permukaan bumi. Proses pemanasan ini bernama radiasi. Radiasi dari sinar matahari sebagai sumber pemanas utama untuk bumi.

2. Suhu atau temperatur

Terdapat perbedaan tingkat pemanasan matahari yang ada di permukaan bumi, akan mengakibatkan sebuah kawasan mempunyai perbedaan suhu bersama dengan kawasan lainnya. Sebagian dari panas yang telah sampai di permukaan bumi diserap serta sebagiannya lagi akan dipantulkan.

Pantulan dari sinar matahari ini akan berpengaruh pada suhu kawasan itu. Kawasan permukaan bumi yang ada di posisi 0-230LU dan LS akan terjadi pemanasan yang lebih banyak daripada kawasan yang lain, jadi suhunya tinggi.
Hal ini dikarenakan penyinaran mengalami tegak lurus. Mengenai kawasan yang ada di posisi 23-400 LU dan juga LS yang suhunya sedang sebab sudut penyinaran ini lebih rendah daripada dalam kawasan yang posisinya 0-230 LU dan LS.

Sedangkan, daerah yang kawasannya lintang dekat dengan kutub maka akan bersuhu rendah sebab penyinarannya ini lebih miring lagi.

3. Kelembaban udara

Pemanasan yang dialami dalam permukaan bumi mengakibatkan air-air yang terdapat di permukaan bumi baik daratan ataupun lautan akan menguap dan juga termuat di dalam udara. Kandungan uap yang terdapat di dalam udara bernama kelembaban udara.

Baca Juga :   2 Rumus Skala Peta dan Cara Menghitung Skala Peta "Dengan Benar"

Kelembaban udara ini bisa berubah ubah, yakni bergantung dengan pemanasan yang terjadi. Bila semakin tinggi maka suhu akan semakin tinggi juga tingkat kelembaban udara yang terdpat di kawasan itu, sebab udara yang terjadi pemanasan akan merenggan serta terisi dari uap air.

4. Tekanan udara

Tekanan udara ialah sebuah gaya yang muncul sebab adanya berat dari lapisan udara. Udara adalah kumpulan dari gas yang masing-masingnya mempunyai massa serta menempati ruang. Sebab masa yang dipunya inilah maka udara juga mempunyai tekanan.

Suhu pada sebuah kawasan paling berpengaruh pada tekanan udara kawasan itu. Jika suhu semakin tinggi, maka ekanan udara pun akan menjadi semakin rendah. Hal ini dikarenakan udara yang hangat sifatnya renggang.
Sebaliknya apabila suhu ini semakin rendah, maka tekanan udara pun akan semakin tinggi sebab udara yang dingin lebih padat dibandingkan dengan udara yang panas. Menurut hal ini, maka suhu sangat menentukan perbedaan tekanan udara pada setiap kawasan yang ada di muka bumi.

5. Angin

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa tekanan udara pada setiap kawasan di bumi ini sebenarnya tidak sama. Sebab terdapat perbedaan tekanan udara pada dua kawasan yang berbeda, sehingga udara yang ada di bagian kawasan itu akan bergerak menuju kawasan yang lain.
Udara akan bergerak dari daerah yang tekanan udaranya tinggi menuju darah yang tekanannya lebih rendah guna mengisi ruang. Sehingga udara yang bergerak dari asal daerah dingin menuju darah yang lebih panas. Udara ini bergerak bernama angin.

6. Curah hujan

Hujan ialah sebuah proses jatuhnya dari air (H20) yang dari udara menuju permukaan bumi. Air yang jatuh bisa bentuknya cair atau padat (es dan salju). Hujan ini terjadi sebab menguapnya air menjadi akibat dari pemanasan oleh sinar matahari.

Uap-uap air ini lalu akan naik menuju atmosfer serta terjadi kondensi jadi membentuklah awan. Lambat laun awan akan semakin berat sebab mengandung air yang semakin banyak. Jika uap air ini di awan sudah mencapai dengan jumlah tertentu, maka titik titik air dalam awan akan jatuh menjadi hujan.

7. Awan

Awan ialah kumpulan besar pada sebuah titik air maupun kristal kristal es halus pada atmosfer. Di waktu musim kemarau akan sedikit sekali kita bertemu dengan awan di udara sebab penguapan yang telah dialami ini sedikit. Namun di musim hujan bisa kita temua banyak awan di berbagai bentuk serta varian. Ha tersebut sebab mengandung uap air pada udara lumayan banyak.

Nah, itulah ke-7 dari unsur – unsur cuaca dan iklim yang dipakai guna menyatakan besarannya. Unsur unsur tersebut saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya dalam terbentuknya bagaimana keadaan cuaca serta iklim pada suatu wilayah. Semoga membantu kalian semua. Terimakasih sudah berkunjung.

Baca juga: