Uji Makanan (Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak) Lengkap

Posted on
Uji Makanan (Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak) Lengkap
5 (100%) 2 vote[s]

Uji Makanan (Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak) Lengkap

Uji Makanan – Tubuh manusia memerlukan zat makanan seperti amilum, glukosa, protein, dan lemak untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. Zat makanan itu diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Di dalam praktikum biologi dalam menentukan kandungan zat makanan ini disebut dengan uji makanan. Mari kita bahas selengkapnya mengenai uji makanan di artikel ini.

Uji Makanan Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak

Pada umumnya bahan makanan yang biasanya dikonsumsi mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan gula. Karbohidrat akan ditemukan pada bahan makanan pokok seperti misalnya  nasi, roti, atau singkong. Untuk protein dibedakan menjadi dua macam, yaitu nabati dan hewani. Dan bahan makanan lainnya yang sering dikonsumsi diantaranya lemak, gula, vitamin, mineral, dan air.

Ada suatu percobaan yang bisa digunakan untuk membuktikan kandungan yang dimiliki oleh suatu bahan makanan, yang dinamakan uji makanan. Fungsinya untuk menguji zat apa saja yang terkandung di dalam suatu jenis makanan.

Alat, Bahan, dan Proses Praktikum

Alat dan Bahan :

Alat yang dibutuhkan :

  1. Tabung reaksi dengan raknya
  2. Pipa tetes
  3. Cawan petri
  4. Mortal
  5. Spatula
  6. Pembakar bunsen
  7. Penjepit tabung reaksi
  8. Kertas buram
  9. Korek api
  10. Tisu

Bahan makanan yang perlu disediakan :

  1. Roti
  2. Kedelai
  3. Putih telur rebus
  4. Pisang
  5. Kemiri
  6. Margarin
  7. Bisa ditambah sesuai keinginan

Cara Kerja :

Uji Amilum

Larutan yang dibutuhkan untuk melakukan uji amilum atau karbohidrat adalah lugol atau kalium iodida. Berikut cara kerjanya :

  • Pertama-tama ambilah 6 buah bahan makanan yang sudah disiapkan sebelumnya, yaitu roti, kedelai, putih telur rebus, pisang, kemiri, dan margarin.
  • Lalu haluskan bahan makanan yang bentuknya padat seperti roti, kedelai, putih telur rebus, pisang, dan kemiri.
  • Simpan bahan makanan yang sudah diproses ke dalam cawan petri.
  • Lalu beri label pada masing-masing bahan makanan.
  • Kemudian tetesi dengan lugol atau kalium iodida.
  • Setelah itu lihat perubahan warnanya dan catat hasilnya.

Uji Lemak

Alat yang digunakan untuk melakukan uji lemak ini adalah kertas buram.

  • Persiapkan kertas buram terlebih dahulu.
  • Oles bahan makanan seperti roti, kedelai, putih telur rebus, pisang, kemiri, dan margarin pada kertas buram yang sudah tersedia.
  • Beri nomor pada tingkat transparansi kertas buram, nomor 1 untuk kertas buram yang paling transparan.

Uji Glukosa

Larutan yang dibutuhkan untuk melakukan uji glukosa adalah benedict.

  • Pertama-tama siapkan 6 tabung reaksi dan raknya.
  • Ambil 6 bahan makanan yang telah dipersiapkan.
  • Haluskan bahan makanan yang teksturnya padat.
  • Lalu masukkan ke dalam tabung reaksi.
  • Beri 5 tetes benedict di setiap bahan makanannya.
  • Panaskan di atas bunsen lalu diamkan sebentar.
  • Amati perubahan warnanya dan catat bagaimana hasilnya.
Baca Juga :   Batuan Sedimen : Pengertian, Jenis dan Contohnya Lengkap

Uji Protein

Larutan yang dibutuhkan untuk melakukan uji protein ini adalah NaOH dan Uji Makanan Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak

  • Siapkan 6 tabung reaksi dan raknya.
  • Ambil 6 bahan makanan yang telah dipersiapkan.
  • Haluskan bahan makanan yang teksturnya padat.
  • Lalu masukkan ke dalam tabung reaksi.
  • Beri label pada masing-masing bahan makanan.
  • Beri 3 tetes larutan NaOH dan 3 tetes larutan Uji Makanan Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak di setiap bahan makanannya.
  • Amati perubahan warna yang terjadi lalu catat bagaimana hasilnya.

Hasil Pengamatan

Uji Makanan Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak

Pembahasan :

Lugol digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat atau amilum. Bahan makanan yang mengandung amilum ini jika ditetesi lugol warnanya akan berubah menjadi biru hitam. Semakin gelap warnanya maka kandungannya semakin besar.

Biuret, campuran NaOH dan Uji Makanan Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak  merupakan reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bahan makanan yang mengandung protein ini warnanya akan berubah menjadi ungu bila ditetesi biuret. Karena ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi kompleks berkoordinasi antara  Uji Makanan Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak  dengan gugus  Uji Makanan Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak  dan NH ikatan peptida dalam larutan alkalis. Hasilnya berupa warna ungu atau lembayung.

Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glukosa pada suatu bahan makanan. Bahan makanan yang mengandung glukosa ini akan berubah warnanya menjadi merah bata bila ditetesi oleh benedict, lalu dipanaskan.

Kertas buram digunakan sebagai uji lemak, dan bahan makanan yang mengandung lemak akan membuat kertas buram menjadi transparan. Jika dioleskan dengan kertas buram.

Ringkasan warnanya bisa dilihat pada tabel berikut :

Bahan apa ajakah yang mengandung amilum dan apa buktinya?

Jawabannya adalah nasi dan pisang. Hal itu terlihat pada perubahan warna roti yang dihaluskan lalu ditetesi dengan lugol/kalium iodida. Perubahan warna yang terjadi pada roti adalah biru kehitaman. Sama halnya dengan pisang.

Bahan apa sajakah yang mengandung glukosa dan apa buktinya?

Jawabannya adalah roti, tempe, dan pisang. Roti akan berubah warna menjadi orange bila ditetesi dengan benedict. Namun warnanya agak samar jika pada kedelai.

Bahan apa sajakah yang mengandung protein dan apa buktinya?

Jawabannya adalah putih telur dan kemiri. Karena kedua bahan itu akan berubah warna menjadi ungu bila mengandung protein.

Bahan apa sajakah yang mengandung lemak dan apa buktinya?

Jawabannya adalah margarin, roti, dan pisang. Bahan kertas buram yang diolesi dengan margarin akan menjadi transparan. Pada roti dan pisang pun begitu, walaupun bekas transparannya hanya sedikit. Bekas kertas buram yang transparan ini menunjukkan bahan makanan itu mengandung lemak.

Demikian uraian tentang uji makanan lengkap mulai dari uji amilum sampai uji lemak dalam praktikum biologi. Semoga dapat dipahami dan dipelajari kembali, dan memberi manfaat bagi anda semua.

Baca Juga :