Tektonisme : Pengertian, Proses dan Dampak Beserta Contohnya Lengkap

Posted on
Tektonisme : Pengertian, Proses dan Dampak Beserta Contohnya Lengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Proses dan Dampak Beserta Contoh Tektonisme

Pengertian Tektonisme

Tektonisme adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal. Berdasarkan kecepatan gerak dan luas daerah, tektonisme dibedakan atas epirogenesa dan orogenesa.

Tektonisme

Pengertian Epirogenesa

Epirogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yang terjadi sangat lambat serta meliputi wilayah yang sangat luas. Gerakan epirogenesa dibagi menjadi dua sebagai berikut.

  • Epirogenesa positif, yaiu gerak turunnya permukaan bumi sehingga laut seolah-olah mengalami kenaikan.
  • Epirogenesa negatif, yaitu gerak naiknya permukaan bumi sehingga laut seolah-olah mengalami penurunan.

Orogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yang terjadi sangat cepat serta meliputi wilayah yang sempit. Misalnya, pembentukan deretan sirkum pasifik.

Berdasarkan bentuknya, proses tektonisme dibedakan atas patahan dan lipatan.

Lipatan, terjadi akibat tenaga endogen yang mendatar dan bersifat hat (plastis) sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan. Bagian yang terlipat ke atas dinamakan punggung lipatan (antiklinal), sedangkan yang melipat ke bawah dinamakan lembah lipatan (sinklinal). Jenis-jenis lipatan sebagai berikut.

  • Lipatan tegak (symmetrical folds), terjadi karena pengaruh tenaga horizontal sama atau tenaga radial sama dengan tenaga tangensial.
  • Lipatan miring (asymmetrical fold), terjadi karena arah tenaga horizontal tidak sama.
  • Lipatan menutup (recumbent folds), terjadi tenaga tangensial saja yang bekerja.
  • Lipatan rebah (overturned folds), terjadi karena arah tenaga horizontal dan satu arah.
  • Sesar sungkup (overthrust), terjadi karena adanya pada sepanjang kerak bumi.

Patahan, terjadi akibat tenaga endogen yang relatif cepat, baik secara vertikal maupun horizontal. Jenis-jenis patahan sebagai berikut.

  • Tanah naik (horst), yaitu dataran yang terletak lebih tinggi dan daerah sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya patah. Horst terjadi akibat gerak tektogenesa horizontal memusat, yaitu tekanan dan dua arah atau lebih yang menimbulkan kerak bumi terdorong naik.
  • Tanah turun (graben/slenk), yaitu kenampakan dataran yang letaknya lebih rendah dan daerah di sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya patah. Graben terjadi karena tarikan dan dua arah yang mengakibatkan kerak bumi turun.
  • Sesar, yaitu patahan yang diakibatkan oleh gerak horizontal yang tidak frontal dan hanya sebagian saja yang bergeser. Sesar ini dibagi menjadi dua, yaitu dekstral dan sinistral. Dekstral, yaitu jika kita berdiri di depan potongan sesar di depan kita bergeser ke kanan. Sinistral, yaitu jika kita berdiri di depan potongan sesar di depari kita bergeser ke kiri.
  • Blok mountain, yaitu kumpulan pegunungan yang terdiri atas beberapa patahan. Blok mountain terjadi akibat tenaga endogen yang berbentuk retakan-retakan di suatu daerah, ada yang naik dan ada yang turun dan ada pula yang berbentuk miring sehingga terbentuk komplek pegunungan patahan yang terdiri atas balok-balok lithosfera.
Baca Juga :   Vulkanisme - Pengertian, Hasil serta Prosesnya (Intrusi Magma Dan Ekstrusi Magma)

Bentuk muka bumi dan bentuk patahan dan lipatan di antaranya sebagai berikut.

Pegunungan

Pegunungan adalah kumpulan dan gunung-gunung yang membentuk permukaan bumi seolah-olah bergelombang dengan lembah dan lekukan di antara gunung-gunung tersebut. Contoh dua deretan pegunungan di Indonesia, yaitu

  • Sirkum Pasifik, yang melalui Sulawesi, Maluku, Papua, dan Halmahera.
  • Sirkum Mediterania

Busur dalam (vulkanis) yang melalui Sumatera, Jawa, Bali, Tombok, Sumbawa, Flores, Solor, Alor, Weter, Damar, Nila, Seua, Manuk, Kepulauan Banda, dan berakhir di Pulau Ambon.

Busur luar (non vulkanis), yang melalui P. Simelue,

  1. Nias, P. Bath, P. Mentawai, Enggano, tenggelam disebelah selatan P. Jawa, Sawu Roti, Timor,

Kep. Leti, Sermata, Kep. Barbar, Kep. Tanibar,

Kep. Watubela, Kep. Laut Seram, Manipa, Baru, dan pulau-pulau kecil sekitarnya.

Dataran tinggi

Dataran tinggi adalah daerah datar yang berada pada ketinggian di atas 700 m. Dataran ini bisa terbentuk dan daratan rendah yang mengalami pengangkatan dengan bentuk datar. Meskipun saat ini pada umumnya dataran tinggi sudah mengalami erosi, namun sisa-sisa erosi yang merupakan puricak-puncak tertinggi mempunyai ketinggian yang sama. Misalnya Dataran Tinggi Bandung di Jawa Barat, Dataran Tinggi Karo di Sumatera Utara, Dataran Tinggi Dekan di India, Dataran Tinggi Yura di Perancis, dan Dataran Tinggi Gayo di Aceh.

Plato atau plateau

Bentuk permukaan bumi ini merupakan dataran tinggi dengan bagian atas relatif rata dan telah mengalami erosi. Misalnya, Plato Dieng di Jawa Tengah, dan Plato Madi di Kalimantan.

Depresi

Depresi adalah bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan. Bentuk depresi yang memanjang disebut slenk, sedangkan yang membulat disebut basin. Misalnya, Depresi Jawa Tengah dan Lembah Semangka.

Palung laut

Palung laut adalah bagian luar bumi yang terdapat di dasar Taut dengan kedalaman lebih dan 5.000 meter. Bentuknya memanjang dan sempit sebagai akibat dan proses penenggelaman yang terus-menerus. Misalnya, Palung Laut Mindanau dan Palung Laut Kai.

Lubuk laut

Proses pembentukan lubuk Taut sama dengan palung laut, hanya berbeda pada bentuknya saja, yaitu yang membulat dengan kedalaman juga lebih dan 5.000 meter. Misalnya, Lubuk Laut Sulu dan Lubuk Laut Banda.

Punggung laut

Bentuk dan punggung laut dapat digambarkan seperti bukit di dasar laut. Sebagian dan punggung laut ada juga yang muncul di atas permukaan air laut. Misalnya, Pimggung Laut Sibolga dan Punggung Laut Snelius.

Ambang laut

Ambang laut adalah pembatas pada dasar laut yang memisahkan dua laut dalam. Misalnya, Ambang Laut Sulu dan Selat Gilbatar.

Shelf

Shelf adalah bagian Taut yang dalamnya kurang dan 200 meter. MisaTnya, SheTf Laut Jawa dan Laut Arafuru.

Baca Juga :