Teks Cerita Ulang: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Contoh Teks Cerita Ulang Beserta Strukturnya

Posted on
Teks Cerita Ulang: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Contoh Teks Cerita Ulang Beserta Strukturnya
5 (100%) 1 vote

Teks cerita ulang merupakan suatu teks yang menceritakan kepada pembaca tentang sebuah cerita, aktivitas lampau atau aksi. Tujuan komunikatif dari teks cerita ulang ialah melaporkan peristiwa, suatu kejadian maupun kegiatan yang telah terjadi di masa lampau dalam suatu urutan secara kronologis guna menghibur ataupun memberi informasi untuk pembacanya.

Pengertian Teks Cerita Ulang, Ciri, Jenis, Struktur, Kaidah Kebahasaan beserta Contohnya

Pengertian Teks Cerita Ulang Atau Recount

Pengertian teks cerita ulang atau (recount) ialah teks yang menceritakan ulang pengalaman masa lalu dengan kronologis yang bertujuan memberi informasi maupun menghibur pembacanya ataupun bisa jadi keduanya yakni menghibur dan menginformasikan suatu kejadian.

Ciri-Ciri Cerita Ulang

Didalam cerita ulang juga terdapat ciri ciri yang harus ada didalamnya. Diantara ciri ciri yang dimaksud adalah:

  • Cerita ulang bersifat faktual ataupun imajinatif.
  • Cerita ulang menceritakan peristiwa dimasa lampau.
  • Tersusun secara kronologis.

Unsur-Unsur Teks Cerita Ulang

Selain memiliki ciri ciri, pada cerita ulang juga terdapat unsur unsur diantaranya:

  • Ada tema dan juga amanat.
  • Kemudian alur cerita ulang.
  • Penokohan cerita ulang.
  • Latar cerita ulang berupa waktu dan tempat kejadian.
  • Terakhir nilai dalam cerita ulang.

JENIS TEKS CERITA ULANG

Cerita ulang memiliki beberapa jenis yang harus anda ketahui, diantaranya:

a. Rekon Pribadi

Jenis cerita ulang yang pertama adalah rekon privbadi. Seperti namanya, didalam rekon pribadi ini, penulis terlibat langsung didalam cerita ulang. Sehingga isinya berupa kejadian masa lalu yang pernah dialami penulis.

b. Rekon Faktual

Selanjutnya adalah rekon factual ialah cerita ulang atau (recount) yang isinya tentang kejadian faktual.

c. Rekon Imajinatif

Selanjutnya ada rekon imajinatif yang merupakan cerita ulang atau (recount) berisi terkait cerita imajinatif secara mendalam.
Adapun contoh dari teks cerita ulang seperti teks berita, cerita pengalaman, biografi, autobiografi, maupun sebagainya.

STRUKTUR TEKS CERITA ULANG

Didalam cerita ulang juga memiliki struktur teks cerita yang harus ada didalamnya. Adapun struktur maupun susunan teks cerita ulang atau recount ialah:

a. Judul

Struktur yang pertama adalah judul. Nah, judul cerita ulang tersebut juga harus menggambarkan cerita keseluruhannya.

Baca Juga :   Pengertian Sinopsis Dan Cara Membuatnya Secara Lengkap

b. Orientasi

Selanjutnya adalah orientasi. Yang didalamnya menginformasikan terkait siapa, apa, kapan dan dimana peristiwa kejadian ataupun kegiatan yang sudah dialami serta yang mau diceritakan.

c. Tahapan Peristiwa

Pada tahapan peristiwa, menceritakan urutan kejadian, peristiwa, atau kegiatan yang mau di deskripsikan.

d. Penutup

Pada bagian ini, menjelaskan tentang kesan, kesimpulan, serta rekomendasi.

KAIDAH KEBAHASAAN TEKS CERITA ULANG

Selanjutnya adalah ciri kebahasaan dari teks cerita ulang ialah pemakaian konjungsi subordinatif waktu serta verba tingkah laku. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut adalah:

  • Memakai kata yang menunjukkan siapa, apa, kapan, dimana, serta bagaimana.
  • Verba tingkah laku, ialah verba yang mengacu dengan sikap yang di ungkapkan dengan verbal (bukannya sikap mental yang tak tampak), misalnya kata mengambil dalam kalimat.
  • Menunjukkan keterangan waktu lampau. Didalamnya mengandung kata keterangan waktu dimasa yang lampau. Contohnya: pernah, sering, sesudah, biasanya, pagi-pagi, sebelum.
  • Memakai kata yang menunjukan waktu dan tempat.

CONTOH TEKS CERITA ULANG BESERTA STRUKTURNYA

Jika anda masih belum mengerti apa itu cerita ulang, maka simak saja contohnya dibawah ini beserta strukturnya.
Judul : Hiking ke Gunung Prau

a. Orientasi (Pengenalan)

Di bulan April 2016, saya dengan teman teman OSIS, berlibur ke wilayah Pegunungan Tinggi Dieng untuk hiking ke puncak Gunung Prau. Disana sekaligus melakukan refreshing karena padatnya kegiatan sekolah saat itu.

b. Peristiwa (Events)

Perjalanannya dimulai dari Purwokerto. Awalnya kami pergi bersama sama ke terminal Purwokerto, kemudian memilih naik bus tujuan Wonosobo. Sesudah 3 jam berlalu, kami pun tiba di Wonosobo. Setelah itu, kami pun istirahat selama 1 jam sambil makan, dan ibadah. Sesudah waktu isturahat kami selesai, perjalanan kami teruskan untuk menuju bukit tinggi Dieng menggunakan bus lagi.

Ketika menjelang magrib, kamipun sampai ke wilayah Dieng. Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak dieng saat malam hari. Karena tidak ada seorang pun yang ingat membawa senter, kamipun berjalan menyusuri jalanan terjal di kegelapan tanpa cahaya.
Ditengah perjalanan kami bertemu dengan pendaki lain dari Semarang yang akhirnya kami ikut perjalanan mereka dan sampai puncak bersama. Akhirnya setelah tiba di puncak, tenda pun kami buat lalu kita bermalam disana.

c. Reorientasi (Pengulangan Pengenalan)

Tak sia sia perjalanan kami lakukan dari kota Purwokerto, Wonosobo, hingga akhirnya sampai ke puncak Dieng. Karena peristiwa tersebut, kami pun menjadi lebih mengerti bagaimana arti dari tolong menolong dan bersyukur atas semua nikmat dari Tuhan. Karena segala sesuatu yang sudah diciptakan-Nya begitu indah.

Itulah pembahasan tentang teks cerita ulang: dari mulai Pengertian, Ciri, struktur, Jenis, Kaidah Kebahasaan, dan terakhir Contoh Teks Cerita Ulang. Semoga bermanfaat.