Supervisor – Pengertian, Peran, Tugas, Wewenang Dan Tanggung Jawabnya Lengkap

Posted on
Supervisor – Pengertian, Peran, Tugas, Wewenang Dan Tanggung Jawabnya Lengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Supervisor – Pengertian, Peran, Tugas, Wewenang Dan Tanggung Jawabnya Lengkap

Arti Supervisor – Supervisor berasal dari kata supervise yang artinya mengawasi dan mengarahkan. Dengan cara sederhana supervisor ini adalah seseorang yang tugasnya adalah untuk mensupervisi yaitu mengawasi atau mengarahkan, beberapa staf yang ada di bawahnya di dalam sebuah bidang pekerjaan tertentu, sebagai contoh supervisor produksi, supervisor sales, supervisor toko, supervisor teller dan lain sebagainya.

Supervisor

Supervisor adalah orang yang harus melakukan banyak fungsi dalam membantu untuk mencapai produktivitas. Ada yang menyebut bahwa supervisor sebagai pekerja, tapi ada juga yang menyebut supervisor adalah manajer. Pekerjaan utamanya adalah mengelola para pekerja di level manajemen operasi.

Pengertian Supervisor Menurut Para Ahli

  1. Menurut Moekijat (1990) supervisor adalah seorang anggota yang berasal dari manajemen lini depan, yang bertanggung jawab atas pekerjaan pada kelompoknya pada tingkatan manajemen yang lebih tinggi.
  2. Menurut Sarwoto (1993) dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Organisasi Manajemen, supervisor adalah seseorang di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab pada kelompok kerjanya.
  3. Menurut Raphael, R. Kavanaugh dan Jack D. Ninemeier (2001) supervisor adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam mengelola karyawan di level bawah atau karyawan lainnya yang tidak memiliki bawahan.

Hal-Hal Umum Yang Dilakukan Oleh Supervisor

Supervisor mempunyai peran yang penting dalam sebuah perusahaan. Supervisor juga merupakan bagian dari tim manajemen, yang tugasnya sebagai pengawas dan pengarah dan juga memegang penunjukkan manajer lini pertama. Kedudukan jabatan supervisor di dalam organisasi perusahaan berada diantara manajer dan staf pelaksana.

Seorang supervisor dituntut untuk mampu menjembatani diantara manajer di atasnya, dengan staf pelaksana atau staf di bawahnya. Peran supervisor adalah harus mempunyai pemahaman yang sangat baik, mengenai pekerjaan tim dan pemahaman mengenai tugas serta kegiatan manajer. Hal ini tidak mudah, karena sering kali seorang supervisor dituntut harus turun langsung ke lapangan untuk mengontrol dan melaksanakan tugas, sesuai dengan perencanaan yang sesuai yang telah dibuat oleh manajernya.

Diperlukan komunikasi dan juga kerjasama yang baik, diantara manajer,  supervisor dan staf pelaksana. Supervisor juga dituntut untuk selalu meningkatkan tingkat keterampilan, pengetahuan, sehingga dapat bekerja secara profesional. Selain bertanggung jawab kepada manajer, supervisor juga bertanggung jawab dalam memastikan bahwa stafnya bekerja dengan baik.

Jabatan supervisor seringkali dari hasil seleksi staf atau tim kerja yang memiliki prestasi, karena manajemen menghargai etos kerjanya, dan sikapnya pada perusahaan dan komitmennya. Perusahaan juga biasanya mengharuskan seseorang yang dipromosikan menjadi supervisor dalam melakukan pelatihan manajemen lini pertama atau lini depan, yang dimana mereka mempelajari keterampilan komunikasi dengan manajemen yang penting.

Pekerjaan seorang supervisor merupakan jenis pekerjaan yang dinamis, yang tergantung pada budaya perusahaan, kompleksitas tujuan departemen, akses ke sumber daya yang memadai dan keahlian orang-orang di departemen. Seorang supervisor mungkin akan memainkan peran yang berbeda bahkan di hari yang sama.

Peran Supervisor

Seorang supervisor bertanggung jawab kepada manajer, di sisi lain ia juga bertanggung jawab dalam hal pengembangan dan juga kegiatan para staf di bawahnya supaya berjalan sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Berikut ini peran supervisor dalam organisasi perusahaan :

  1. Sebagai perencana. Seorang supervisor harus merencanakan jadwal kerja harian. Dan pada saat yang sama harus membagi pekerjaan pada para staf bawahannya sesuai dengan kemampuan mereka.
  2. Sebagai manajer. Supervisor juga merupakan bagian dari tim manajemen di perusahaan. Di dalam prakteknya, ia juga merupakan seorang manajer operasi.
  3. Sebagai seorang pemimpin dan pembimbing. Seorang supervisor memimpin para staf yang ada di bawahnya, dan membimbing mereka dalam melakukan tugasnya sehari-hari. Bahkan ia juga berperan sebagai pemberi inspirasi para bawahannya.
  4. Sebagai mediator. Seorang supervisor juga bertindak sebagai penghubung dan juru bicara diantara manajemen dan pekerjanya.
  5. Sebagai seorang inspektur. Peran penting dari seorang supervisor adalah untuk menegakkan disiplin. Yang dalam hal ini termasuk ke memeriksa kemajuan pekerjaan pada setiap jadwal yang ditentukan, dengan menilai kinerja pekerjaannya secara berkala dan melaporkan penyimpangan yang terjadi bila ada, dan bisa menyusun aturan serta ketentuan yang harus diikuti oleh bawahannya selama bekerja.
  6. Sebagai konselor. Seorang supervisor juga berperan sebagai penasihan pada setiap masalah yang dialami oleh para staf di bawahnya. Dengan cara mendengarkan, dan juga memberi alternatif solusi pada keluhan yang bisa memuaskan setiap pekerja. Hal ini akan membantu membangun hubungan serta kerjasama yang semakin baik dengan para pekerja.

Sehingga kita bisa menyebutkan bahwa pengawasan yang efektif dan efisien bisa membantu meningkatkan kinerja yang baik, membangun hubungan manusia yang lebih baik, menciptakan lingkungan yang ramah dan kooperatif, yang akhirnya dapat  membantu dalam meningkatkan produktivitas.

Baca Juga :   Dewan Perwakilan Daerah (DPD) – Pengertian, Fungsi, Tugas, Hak dan Kewajbannya Lengkap

Sebuah catatan yang sistematis mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab seorang supervisor adalah job deskripsi seorang supervisor.

Tugas Supervisor

Tugas seorang supervisor di dalam sebuah perusahaan memang tidak mudah dan juga banyak, dan harus dapat menjalin hubungan yang baik diantara level manajemen dengan karyawannya. Sehingga banyak perusahaan yang mengharuskan kriteria tertentu yang harus dimiliki untuk menjadi seorang supervisor.

Berikut ini beberapa tugas seorang supervisor :

  • Menerangkan job description kepada staf bawahan yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Memberikan pengarahan / briefing rutin dengan baik kepada staf di bawahnya.
  • Mengatur dan mengawasi pekerjaan para staf bawahannya
  • Melakukan kontrol dan evaluasi terhadap kinerja staf dibawahnya.
  • Memberikan motivasi kerja kepada semua staf di bawahnya.
  • Menegakkan aturan dan ketentuan yang ada di dalam perusahaan.
  • Memberikan laporan dan pembaruan aktivitas kepada manajemen
  • Membantu tim bawahan memahami target dan sasaran kinerja.
  • Melatih atau memastikan bahwa pekerja dilatih dengan baik sesuai tugasnya
  • Menjadwalkan jam kerja dan shift.
  • Koordinasi rotasi kerja dan pelatihan.
  • Berbagi update perusahaan, hasil keuangan, dan target baru dengan anggota tim.
  • Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang terjadi di tempat kerja, termasuk absensi bawahannya.
  • Memberikan laporan dan pembaruan aktivitas kepada manajemen.
  • Membantu dalam kegiatan perekrutan dan pemecatan, meskipun seringkali supervisor membutuhkan persetujuan manajerial dari semua karyawan baru atau pemutusan hubungan kerja.
  • Menampung Keluhan Konsumen

Wewenang Supervisor

  1. Memiliki wewenang dalam menghentikan sebuah kegiatan atau tugas, yang dinilai kurang bermanfaat. Dilanjutkan dengan memberi laporan kepada atasan untuk menentukan tindak lanjut yang harus dilakukan.
  2. Memberi penilaian kepada kinerja yang dilakukan oleh staf yang ada di bawahnya, baik diminta atau tidak. Sekaligus melakukan evaluasi dan pengamatan untuk perbaikan yang dianggap perlu.
  3. Memberi penghargaan dan apresiasi pada staf di bawahnya yang telah berprestasi di perusahaan.
  4. Memberi usulan tentang kenaikan jabatan pada staf bawahannya.
  5. Melakukan peneguran pada staf bawahannya yang melakukan kesalahan baik secara tertulis atau lisan, dan melanjutkan ke atasan yang jika memang dibutuhkan.
  6. Memberi hukuman kepada staf bawahannya yang sudah melakukan kesalahan atau suatu pelanggaran.

Tanggung Jawab Supervisor

  1. Planning (merencanakan). Adalah membuat perencanaan kegiatan yang menjadi tugasnya dan bawahannya yang sesuai dengan kebijakan di dalam perusahaan.
  2. Staffing (menempatkan). Yaitu memastikan setiap orang yang terlibat dalam tugas dan pekerjaan itu yang sesuai dengan job deskripsi masing-masing, yang sudah diberikan.
  3. Organizing (mengatur). Adalah melakukan koordinasi kegiatan dan tugas dalam lingkupnya, supaya bisa berjalan dengan lancar.
  4. Directing (mengarahkan). Yaitu mengarahkan bagaimana agar tugas dan pekerjaan itu bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan perusahaan.
  5. Controlling (mengawasi). Yaitu melakukan kontrol atau pengawasan pada setiap tugas dan kegiatan di dalam lingkup kerjanya.

Kriteria Untuk Menjadi Supervisor

Skill dan keahlian dan juga pengalaman bekerja seseorang tentu akan menentukan kualitas kerja dari seorang supervisor. Untuk menjadi seorang supervisor yang baik dengan banyak tugas dan juga tanggung jawab. Dibutuhkan syarat dan kriteria tertentu seperti :

  1. Dapat berkomunikasi dengan jelas, baik secara lisan maupun tulisan
  2. Memiliki jiwa pemimpin
  3. Mempunyai rasa percaya diri dan keyakinan yang tinggi
  4. Memiliki semangat tinggi dalam bekerja
  5. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  6. Memiliki pengetahuan dan wawasan di bidangnya
  7. Memiliki kemampuan dalam manajemen waktu
  8. Dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
  9. Memiliki kemampuan dalam memecahkan suatu permasalahan
  10. Dapat menjadi panutan dan pembimbing bagi bawahannya
  11. Fleksibel dalam menerima perbedaan pendapat
  12. Kemampuan untuk mendelegasikan
  13. Rendah hati dan sanggup menjadi leader yang baik
  14. Bersikap dan bekerja secara profesional

Gaji Supervisor

Bila melihat peran dan job desk supervisor yang begitu banyak, maka berapa gaji yang pantas untuk supervisor? Gaji seorang supervisor tentu bervariasi, tergantung pada kebijakan perusahaan, lokasi perusahaan dan skill, keahlian serta pengalaman kerja seseorang. Rata-rata gaji seorang supervisor berkisar 4,5 juta rupiah, belum ditambah dengan bonus dan tambahan yang lainnya.

Keberadaan supervisor di dalam perusahaan memiliki tujuan yang sangat positif, khususnya dalam mendukung operasional perusahaan, mencapai target yang telah ditetapkan, melakukan pengawasan terhadap aktifitas tim, serta mengaplikasikan program-program perusahaan.

Seorang supervisor yang baik harus lebih berani menjadikan dirinya sebagai seorang pelatih yang profesional, pada semua staf di bawahnya yang membantunya pada unit kerja. Sebagai seorang pelatih, supervisor juga harus dapat menjadi teladan dan pembimbing yang handal bagi seluruh stafnya dalam menyelesaikan semua proses kerja yang sesuai dengan spesifikasi kualitas yang diharapkan dengan cara efektif dan efisien.

Supervisor yang efektif dan efisien juga sangat dibutuhkan dalam semua lini, yang dimana karyawan membutuhkan bimbingan dan juga pengawasan dalam menyelesaikan tugas, melayani pelanggan, dan memenuhi target yang telah ditetapkan. Seorang supervisor yang terampil adalah seorang komunikator yang efektif, dan pemecah masalah serta motivator bagi karyawan. Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, dan mencapat apresiasi dari karyawan, anda juga harus memiliki pandangan yang luas mengenai kekuatan dan kebutuhan perkembangan mereka. Dan juga memiliki tujuan dan harapan yang jelas.

Demikian penjelasan serta pembahasan secara lengkap mengenai supervisor yang mencakup pengertian, peran, tugas, wewenang, kriteria, tanggung jawab dan lain sebagainya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Baca Juga :