Suku Nias – Asal Usul, Budaya, Bahasa, Mata Pencaharian, Agama Dan Kepercayaannya Lengkap

Posted on
Suku Nias – Asal Usul, Budaya, Bahasa, Mata Pencaharian, Agama Dan Kepercayaannya Lengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Suku Nias – Asal Usul, Budaya, Bahasa, Mata Pencaharian, Agama Dan Kepercayaannya Lengkap

Suku Nias – Suku bangsa Nias mendiami Pulau Nias yang letaknya yaitu di sebelah Barat Pulau Sumatera. Bersama dengan beberapa pulau kecil yang ada di sekitarnya, daerah ini kini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara. Penduduk asli pulau tersebut menamakan dirinya yaitu Ono Niha yang artinya anak manusia, dan menyebut pulau mereka dengan Tano Niha yang artinya tanah manusia. Populasi suku bangsa yang satu ini diperkirakan sekitar 480 ribu jiwa. Sedangkan yang lainnya adalah para pendatang seperti orang Batak, Aceh, Minangkabau dan Cina.

Suku Nias

Asal Usul Suku Nias

Menurut masyarakat Nias asli, salah satu mitos asal usul Nias ini berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut dengan Sigaru Tora’a, yang letaknya ada di sebuah tempat yang bernama Teteholi Ana’a. dan menurut mitos tersebut mengatakan bahwa kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias, dimulai di zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang putera yang disuruh untuk keluar dari Teteholi Ana’a, karena mereka memperebutkan Takhta Sirao. Ke 9 putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama di Pulau Nias, yang menginjakkan kakinya di sana.

Budaya Suku Nias

Lompat batu Hombo Batu, adalah salah satu tradisi yang sangat populer di masyarakat Nias di Kabupaten Nias Selatan. Tradisi ini dilakukan sudah sejak lama dan diwariskan dengan turun temurun oleh masyarakat yang ada di Desa Bawo Mataluo, atau Bukit Matahari. Tradisi lompat batu ini telah dilakukan sejak zamannya para leluhur, yang dimana di zaman dahulu mereka sering berperang dengan suku lainnya. Sehingga mereka melatih diri mereka sendiri agar kuat, dan mampu menembus benteng pertahanan lawan yang konon memang cukup tinggi.

Seiring dengan semakin berkembangnya zaman tradisi ini pun turut berubah fungsinya, karena zaman sekarang mereka sudah tidak berperan lagi. Maka tradisi lompat batu ini digunakan bukan untuk berperang, tetapi menjalankan ritual dan menjadi salah satu simbol budaya Orang Nias. Tradisi lompat batu ini merupakan ritus budaya untuk menentukan apakah seorang pemuda di Desa Bawo Mataluo, bisa diakui sebagai pemuda yang sudah dewasa atau belum.

Baca Juga :   Pemberontakan PRRI dan Permesta : Latar Belakang dan Tujuannya Lengkap

Para pemuda tersebut akan diakui sebagai pemuda yang gagah berani, jika mampu melompati sebuah tumpukan batu yang dibuat sedemikian rupa yang tingginya lebih dari 2 M. terdapat upacara ritual yang khusus sebelum para pemuda tersebut melompatinya, yaitu sambil mengenakan pakaian adat mereka berlari dengan menginjak batu penopang yang kecil dahulu, untuk bisa melewati bangunan batu yang tinggi. Sampai saat ini tradisi tersebut tetap eksis, di tengah budaya yang sudah modern yang semakin menghimpit. Semoga kita bisa melestarikan budaya ini, supaya menjadi kebanggaan diri sendiri dan untuk bangsa kita sendiri.

Bahasa Suku Nias

Bahasa Nias termasuk ke dalam rumpun Bahasa Austronesia, bahasa ini juga tersebar sampai ke Kepulauan Batu yang ada di sebelah selatan Pulau Nias. Terdapat empat dialek, yang diantaranya yaitu dialek Nias Utara, Nias Tengah “Gomo”, Nias Selatan “Teluk Dalam” dan dialek Batu.

Mata Pencaharian Suku Nias

Mata pencaharian utama orang Nias adalah berladang tanaman ubi jalar, ubi kayu, kentang dan sedikit padi. Dan mata pencaharian tambahannya adalah berburu dan meramu. Ketika di saat sekarang di pulau ini ditanami cengkeh, dan juga semak nilam untuk diambil minyaknya.

Agama Dan Kepercayaan Suku Nias

Di masa sekarang sebagian besar Suku Nias sudah memeluk agama islam. Namun agama asli mereka adalah Malohe Adu, yaitu penyembah roh yang di dalamnya dikenal dengan banyak dewa dan diantaranya yang paling tinggi bernama Lowalangi. Mereka juga memuja roh dengan cara mendirikan patung yang terbuat dari batu dan kayu, rumah tempat pemujaan roh itu disebut dengan Osali. Pemimpin agama aslinya disebut Ere. Di masa kini Lowalangi diambil untuk menyebut nama Tuhan Allah, dan Osali menjadi nama gereja dalam konsep agama Kristen.

Demikianlah pembahasa lengkap mengenai Suku Nias yang meliputi asal usul, budaya, bahasa, mata pencaharian serta agama dan kepercayaannya. Semoga artikel ini membantu anda dalam mengetahui sejarah suku-suku yang ada di Indonesia.

Baca Juga :