9 Siklus Akuntansi Perusahaan dan Tahapan Lengkapnya

Posted on
9 Siklus Akuntansi Perusahaan dan Tahapan Lengkapnya
5 (100%) 1 vote

Siklus Akuntansi Perusahaan dan Tahapannya

Siklus akuntansi lengkap – Siklus akuntansi merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami dan diterapkan. Sebab banyak sekali ditemukan perusahaan khususnya kelas UKM yang mengabaikan pedoman pada siklus akuntansi dalam pencatatan keuangannya. Pembukuan yang diterapkan hanya meliputi data tentang pengeluaran dan pemasukan dalam bentuk format yang sederhana.

Pengertian Siklus Akuntansi

Definisi siklus akuntansi (accounting cycle) adalah serangkaian proses akuntansi untuk menyusun sebuah laporan financial (keuangan) perusahaan sehingga bisa diterima dan dipertanggungjawabkan.

Akuntasi merupakan sebuah pencatatan, pelaporan serta analisa data keuangan dalam sebuah perusahaan. Alasan ada penambahan kata siklus disebabkan alur kerja yang terbentuk adalah berupa lingkaran (circle). Yaitu dimulai dengan terjadinya proses transaksi, pencatatan transaksi pada buku jurnal, sampai penyusunan laporan keuangan. Kegiatan tersebut dilakukan berulang secara periodik. Saat periode tertentu, prosesnya akan kembali lagi ke awal. Nah disinilah alur perputaran ini dsebut dengan istilah siklus akuntansi.

Tahapan Siklus Akuntansi

Untuk memperoleh suatu laporan keuangan yang lengkap, maka harus melewati tahap yang cukup panjang. Setiap proses yang dilakukan, ada beberapa urutan yang harus dilakukan agar memperoleh laporan yang akuntabel dan valid. Pada tahapan atau urutan-urutan ini disebut dengan siklus akuntansi.
Untuk memahami setiap detailnya bagaimana tahapan siklus akuntansi, berikut ini penjelasannya.

1. Analisis Transaksi Akuntansi

Pada tahapan pertama yaitu mencari informasi terkait transaksi yang terjadi dalam suatu periode tertentu, kemudian menganalisis dan mencatat transaksi-transaksi tersebut dalam jurnal, baik jurnal umum maupun jurnal khusus. Transaksi ini meliputi : penjualan, pengembalian barang (retur), pemesanan barang dari supplier untuk aktivitas bisnis, dll.

Proses transaksi ada 2 tipe :

  • Yang pertama transaksi akuntansi yaitu suatu proses transaksi pada suatu bisnis yang dinyatakan dengan satuan angka (nilai uang).
  • Yang kedua transaksi non akuntansi yaitu tidak tercatat di siklus akuntansi. Contohnya ialah biaya yang keluar saat proses pengangkatan pegawai baru dan penandatanganan kontrak atas jual beli dengan supplier untuk aktivitas usahanya nanti.

2. Pembuatan ayat Jurnal (Pencatatan dalam Jurnal)

Sesudah melakukan analisis transaksi, poin berikutnya ialah mencatatnya ke dalam sebuah jurnal. Pencatatannya berdasarkan pada dokumen resmi dalam bentuk faktur pembelian atau penjualan yang diterima sebagai tanda bukti yang sah.

Ayat Jurnal dibagi menjadi dua, antara lain :

  •  Jurnal umum

Jurnal umum adalah jurnal yang dipakai untuk mencatat transaksi yang tidak rutin. Seperti, pembelian aset jangka pajang yang bersifat tetap, penerbitan saham, dll. Jurnal umum terdapat 4 kolom bagian. Dimulai dari (1) tanggal transaksi, (2) deskripsi transaksi debit, (3) deskripsi transaksi kredit dan (4) keterangan.

  • Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah digunakan untuk mencatat transaksi rutin. Seperti, transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang. Contohnya penjualan (kredit), pembelian (debit), penerimaan dan pengeluaran kas. Jurnal khusus ini bisa dibagi ke dalam 4 jurnal. Antara lain jurnal pembleian, penjualan, jurnal penerimaan kas dan terakhir jurnal pengeluaran kas.

Baca Juga :   Pengertian Laporan Keuangan dan Contohnya “Lengkap dengan Tabel”

3. Pemindahan Catatan kedalam Buku besar (Posting)

Dalam buku besar ini memuat dari beberapa akun. Sebagai ilustrasi, buku besar ini terdiri dari sejumlah elemen yaitu akun kas, piutang perusahaan, aset tetap, pinjaman, utang usaha, pendapatan penjualan serta bermacam-macam jenis pengeluaran lainnya.

4. Pembuatan Sebuah Neraca Saldo

Neraca saldo merupakan isi uraian akun lengkap dengan data saldo pada periode tertentu. Tujuannya adalah untuk validitas data serta mengecek kesamaan data debit dan kredit setelah posting di jurnal dan buku besar. Jadi bisa mengetahui bila ada kesalahan penulisan dalam jurnal.

Neraca saldo meliputi semua saldo akun. Dengan penjabaran saldo kredit ditulis di kolom kanan dan debit ditulis dikolom sebelah kiri. Hasil dari kolom debit dan kolom kredit harus seimbang (balance). Neraca saldo merupakan sumber rujukan untuk membuat laporan keuangan.

5. Mencatat (Posting) ke dalam Jurnal Penyesuaian

Fungsi dari jurnal penyesuaian adalah untuk mengakui pendapatan pada periode tertentu saat pendapatan tersebut telah sah menjadi hak perusahaan. Dan jurnal ini juga berfungsi untuk meyakinkan bahwa Siklus Akuntansi itu benar-benar aktual. Jurnal penyesuaian merupakan tahapan akhir periode sebelum masuk pada tahap pembuatan laporan keuangan.

6. Menyusun Neraca Saldo Sesudah Penyesuaian

Neraca saldo sesudah penyesuaian adalah untuk memastikan sama tidaknya jumlah antara debit dan saldo kredit. Neraca saldo sesudah penyesuaian bisa disebut sebuah rujukan utama dalam penyusunan laporan keuangan. Format pada penulisannya sama saja dengan neraca-neraca saldo sebelumnya.

7. Menyusun Laporan Keuangan

Pada tahap ini menjadi tahap terpenting dalam perputaran alur / Siklus Akuntansi. Seorang akuntan hasus bisa menyusun laporan keuangan dengan merujuk pada bukti transaksi yang ada.

Beberapa poin yang wajib dilakukan dalam menyusun laporan keuangan akuntansi :

1) Neraca saldo
2) Laporan rugi/laba
3) Perubahan modal (ekuitas)
4) Laporan arus kas
5) Catatan atas laporan keuangan

Di dalam penyusunan laporan keuangan ada dua jenis akun, yakni akun nominal dan juga akun real. Akun real atau disebut akun permanen yaitu berupa semua akun aset, modal, liabilitas dan saldo laba. Akun nominal merupakan kebalikannya dari akun real yaitu bersifat sementara, akun ini terdiri dari pendapatan, beban dan juga deviden.

8. Melakukan Pencatatan dan Posting pada Jurnal penutup

Pengertian jurnal penutup adalah jurnal akhir dalam alur siklus akuntansi. Tujuannya adalah membuat saldo akun nominal antara lain penghasilan, beban dan juga deviden itu menjadi nol (0). Jadi data periode berikutnya, semua kaun nominal akan dimulai kembali dengan saldo (0) nol.

9. Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan

Pada tahap penyusunan neraca saldo setelah penutupan ini dilakukan oleh perusahaan yang sudah berbasis komputerisasi. Penyusunan ini disebut dengan jurnal pembalik. Jurnal pembalik disusun saat awal periode sesudah penutupan ayat jurnal.

Jurnal pembalik adalah jurnal yang mempunyai fungsi membalik jurnal penyesuaian setelah penutupan (yang telah dibuat sebelumnya). Tujuannya dibalik supaya tidak terdapat akun ganda.

Adapun beberapa poin akun jurnal penyesuaian yang butuh jurnal pembalik diantaranya.
1) Beban yg masih harus dibayarkan
2) Beban yg dibayar di muka
3) Pendapatan yang masih terus diterima.
4) Pendapatan yg diterima di muka
5) Pemakaian perlengkapan

Itulah pembahsan mengenai siklus akuntansi lengkap. Semoga bermanfaat.

Baca juga: