Kerajaan Hindu di Indonesia dan Peninggalannya Beserta Sejarah Rajanya Lengkap

Posted on
Kerajaan Hindu di Indonesia dan Peninggalannya Beserta Sejarah Rajanya Lengkap
5 (100%) 1 vote

Kerajaan Hindu di Indonesia Beserta Raja dan Peninggalannya

 

Kerajaan hindu – Indonesia mulai berkembang di era zaman kerajaan Hindu-Buddha karena hubungan dagang antar negara-negara tetangga. Negara-negara tersebut antara lain dari Negara jauh seperti India, Tiongkok, dan di wilayah Timur Tengah. Agama Hindu masuk di Indonesia kurang lebih pada awal tarikh Masehi, yang dibawa oleh para musafir dari India yakni: Maha Resi Agastya, yang di Jawa disebut dengan sebutan Batara Guru atau sebagai Dwipayana dan para musafir lain yakni dari Tiongkok musafir Budha Pahyien.

KERAJAAN-KERAJAAN HINDU DI INDONESIA

India membawa Agama Hindu sehingga berpengaruh besar di Indonesia. Salah satu bentuknya ialah munculnya sebuah kerajaan-kerajaan Hindu: antara lain Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Kediri, Singasari, dan juga Majapahit.

1. Kerajaan Kutai

Kutai adalah kerajaan Hindu paling tua yang ada di Indonesia. Kerajaan Kutai berdiri kurang lebih tahun 400 masehi. Letaknya berada di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Raja yang pertama bernama Kudungga. Tetapi Raja yang terkenal ialah Mulawarman. Mulawarman menyembah Dewa Syiwa. Dalam suatu upacara tertentu Raja Mulawarman menghadiahkan 20.000 ekor sapi pada Brahmana. Untuk memperingati upacara tersebut maka didirikan sebuah Yupa. Dalam Yupa tersebut bertuliskan informasi mengenai Kerajaan Kutai.

2. Kerajaan Tarumanegara

Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa. Kerajaan didirikan sekitar pada abad ke- 5 Masehi. Letak kerajaan tersebut sekitar Bogor, Jawa Barat. Rajanya yang terkenal ialah Purnawarman.

Purnawarman memeluk agama Hindu yaitu menyembah Dewa Wisnu. Pada zaman Purnawarman, pada kerajaan Tarumanegara ini mampu membuat saluran air yang diambil dari sungai Citarum. Saluran air itu fungsinya untuk mengairi lahan dari pertanian dan menahan banjir

3. Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri berlokasi di sekitar Kali Berantas, Jawa Timur. Kerajaan Kediri jaya saat pemerintahan Raja Kameswara yang diberi gelar Sri Maharaja Sirikan Kameswara. Kameswara wafat tahun 1130. Penggantinya ialah Jayabaya. Jayabaya ialah raja terbesar Kediri. Ia begitu terkenal karena sebuah ramalannya yang disebut Jangka Jayabaya. Raja Kediri terakhir ialah Kertajaya yang wafat tahun 1222.

Pada tahun itu Kertajaya telah dikalahkan oleh Ken Arok di Desa Ganter, Malang. Peninggalan-peninggalan dari Kerajaan Kediri adalah Prasasti Panumbangan, Prasasti Palah, lalu Kitab Smaradhahana karangan dari Empu Dharmaja, Kitab Hariwangsa karangan Empu Panuluh, dan Kitab Krinayana karangan Empu Triguna, serta Candi Panataran.

4. Kerajaan Singasari

Kerajaan Singasari berlokasi di Singasari, Jawa Timur. Luasnya meliputi dari wilayah Malang sekarang. Kerajaan Singasari berdirikan oleh Ken Arok. Beliau memerintah sejak tahun 1222-1227 M. Para penggantinya ialah Anusapati (1227-1248), lalu Panji Tohjaya (1248), Ranggawuni (1248-1268), serta Kertanegara (1268 -1292).

Baca Juga :   Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Latar Belakang, dan Sejarah Terlengkap

Beberapa peninggalan pada masa kebesaran Singasari adalah :

  • Candi Jago/Jajaghu, adalah sebagai makam Wisnuwardhana
  • Candi Singasari dan Candi Jawi, adalah sebagai makam Kertanegara
  • Candi Kidal, adalah sebagai makam Anusapati
  • Patung Prajnaparamita, adalah sebagai perwujudan Ken Dedes

5. Kerajaan Majapahit

Puncak kejayaan dari kerajaan Hindu di Indonesia ialah pada masa kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit berlokasi di hutan Tarik dekat delta sungai Berantas, Mojokerto, Jawa Timur.

Raja-raja yang sudah pernah memerintah pada kerajaan Majapahit sebagai berikut :

a. Raden Wijaya (1293-1309)

Kerajaan Majapahit ini didirikan oleh Raden Wijaya ia seorang keturunan penguasa Singasari. Ketika Singasari mendapat serangan Jayakatwang dari Kediri, Raden Wijaya bergabung dengan pasukan Kubilai Khan dari Cina untuk menyerang Jayakatwang. Dan saat pasukan Jayakatwang berhasil dikalahkan, Raden Wijaya mengatur siasat guna mengusir pasukan Cina.

Yaitu dengan mengadakan pesta kemenangan secara besar-besaran. Nah, saat tentara Cina terlena dalam kemabukan, anak buah dari Raden Wijaya menyerang mereka. Sehingga banyak pasukan Cina terbunuh dan hanya sebagian yang lari kembali ke cina. Raden Wijaya kemudian menjadi raja tahun 1294, dengan sebuah gelar Kertarajasa Jayawardana dan diperintah selama 16 tahun.

b. Jayanegara (1309-1328)

Kalagemet ialah putra Raden Wijaya dengan putri Melayu, Dara Petak. Setelah menjadi raja, Kalagemet bergelar Sri Jayanegara. Saat Jayanegara menjadi raja, sering terjadinya pemberontakan, yaitu pemberontakan Ranggalawe, Sora, Nambi, dan juga Kuti.

c. Tribuwana tunggadewi (1328-1350)

Jayanegara memerintah hingga tahun 1328. Beliau wafat dan tidak meninggalkan putra. Seharusnya, Jayanegara digantikan oleh seorag Rajapatni (Gayatri). Tetapi, karena Rajapatni hidup membara, pemerintahan telah diserahkan pada putrinya, Sri Gitarja.

d. Hayam Wuruk (1334-1389)

Rajapatni (Gayatri) wafat di tahun 1350. Setelah ibundanya telah wafat, Ratu Tribuwanatunggadewi menyerahkan tahtanya Majapahit pada putranya, Hayam Wuruk. Ketika naik tahta usia Hayam Wuruk baru 16 tahun. Setelah naik tahta kemudian Hayam Wuruk bergelar Sri Rajasanegara.

Hayam Wuruk wafat tahun 1389. Sedikit demi sedikit kerajaan majapahit ini mengalami kemunduran. Kondisi kerajaan majapahit semakin tidak menentu sesudah raja hayam wuruk wafat.

e. Kusumawardhani-Wirakramawardhana (1389-1429)

Sepeninggal Hayam Wuruk, memperebutkan kekuasaan di Majapahit. Pengganti Hayam Wuruk ialah Kusumawardhani yang bersuamikan Wirakramawardhana. Wirakramawardhanalah menjadi pimpinan dari Majapahit tahun 1389-1429. Bhre Wirabumi (anak selir dari Hayam Wuruk) diberi kekuasaan Blambangan. Bhre Pamotan kemudian wafat pada tahun 1453 dan tanpa pengganti.

Baru tahun 1456, muncul Bhre Wengker yang diberi gelar Girindra Wardhana. Pertentangan dari keluarga kerajaan Majapahit terus berlanjut hingga pemerintahan Ranawijaya. Pada tahun 1522, kemudian Majapahit dikuasai oleh Demak

6. Kerajaan Mataram Hindu

Kerajaan mataram hindu di perintah oleh raja sanna, ia seorang raja yang bijaksana. Raja kerajaan mataram hindu menjadi terkenal dari sanjaya. Kerajaan mataram hindu telah meninggalkan sebuah prasasti ditemukan didaerah canggal.

Inilah pembahasan mengenai kerajaan hindu di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Baca juga: