Proses dan Perancangan Sistem Pengendalian Manajemen Terlengkap

Posted on
Proses dan Perancangan Sistem Pengendalian Manajemen Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Proses dan Perancangan Sistem Pengendalian Manajemen Terlengkap

Sistem pengendalian manajemen – suatu proses dengan jaminan bahwa sumber-sumber yang didapat serta dipakai secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan organisasi disebut dengan pengendalian manajemen. Dalam arti lain, pengendalaian manajemen ini bisa diartikan menjadi proses untuk menjamin bahwa sumber manusia ini berupa fisik serta teknologi akan dialokasikan supaya mencapai tujuan organisasi dengan menyeluruh. Pengendalian manajemen berkaitan dengan arah aktivitas manajemen yang sesuai garis besar pedoman yang telah ditentukan di dalam perencanaan strategi.

Sistem pengendalian manajemen merupakan kesatuan pemikiran pada metode akuntansi manajemen guna mengumpulkan serta melaporkan data dan juga mengevaluasi perusahaan. Sebuah sistem pengendalian manajemen berupaya untuk mengarahkan beragam usaha yang dijalankan oleh seluruh sub unit organisasi supaya mengarah dalam tujuan organisasi serta tujuan manajernya.

Perencanaan strategi yaitu proses pembuatan sebuah keputusan tentang tujuan organisasi dengan pandangan yang tidak cocok, penentuan secara garis besar strategi organisasi dan juga keputusan pengkombinasian penggunaan sumber-sumber yang dipunya perusahaan guna mencapai tujuan organisasi. Sementara proses pengendaliannya ialah proses dimana manusia membuat sebuah rencana serta keputusan-keputusan.

Sebuah sistem pengendalian manajemen yang baik sebaiknya bisa membantu proses pembuatan keputusan serta memotivasi individu sebuah organisasi supaya menjalankan keseluruhan konsep yang sudah ditentukan. Sistem pengendalian manajeman meramalkan dari besarnya penjualan serta biaya pada tiap level aktifitas, evaluasi kinerja, anggaran dan motivasi karyawan.

Pengendalian Manajemen dalam Organisasi

Sebuah organisasi yang melakssanakan beberapa aktivitas memulai kegiatannya dengan menjalankan proses perencanaan. Perencanaan ini diterapkan dalam aktivitas dengan melibatkan individu-individu. Arak aktivitas individu ini untuk mencapai tujuan organisasi.

Hal yang kerap dilupakan ialah individu menjadi makhluk yang mempunyai keinginan serta tujuan pribadi. Tujuan ini selaras dengan tujuan organisasi dan bisa pula tidak. Untuk itulah diperlukan pengendalian kerja jadi tujuan tersebut dapat selaras dengan tujuan organisasi. Dan alat yang digunakan untuk mencapai tersebut ialah sistem pengendalian manajemen yang baik.

Proses Pengendalian Manajemen

Sistem pengendalian manajemen terdiri dari struktur manajemen serta proses pengendalian manajemen. Struktur pengendalian manajemen berpusat pada bermacam puta pertanggungjawaban, sementara proses pengendalian manajemen mencakup beberapa tahap berikut ini :

  • Pemograman – ialah proses memilih program spesifik guna kegiatan-kegiatan organisasi. Program ini menunjukkan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh organisasi dalam rangga melakukan strateginya.
  • Penganggaran – dalam proses pengangguran, umumnya anggaran disusun dengan penggabungan sejumlah anggaran department dan divisi yang menjadi tanggung jawab manajer departemen/ divisi. Sebagai bagian proses ini, masing-masing dari program diartikan ke dalam bagian-bagian yang berhubungan dengan tanggung jawab setiap pusat pertanggungjawaban dalam suatu periode.
  • Pengukuran prestasi dan operasi – data yang digolongkan berdasarkan program yang dipakai menjadi dasar guna pemrograman yang akan datang, sementara data yang digolongkan berdasarkan pusat pertanggungjawaban dipakai untuk mengukur kinerja/ manajer pusat pertanggungjawaban. Dalam kepentingan terakhir tersebut, data mengenai hasil aktual akan dilaporkan dengan sedemikian rupa jadi bisa dibedakan langsung dengan rencana yang tertera dalam anggaran.
  • Pelaporan dan analisa – laporan dipakai sebagai salah satu bagian pengendalian. Beberapa diantaranya turun dari analisis dengan mengembangkan rencana serta membandingkan kinerja aktualnya dan kinerja yang telah direncanakan yang disertai penyimpangan keduanya.
Baca Juga :   8 Nama Kerajaan di Indonesia lengkap Dengan Sejarah dan Raja-Raja nya

Merancang Sistem Pengendalian Manajemen

Sebelum membuat sistem pengendalian manajemen kalian harus mengetahui tujuan dari organisasi tersebut. Penyusunan sistem pengendalian manajemen bisa menggolongkan subjek pengendalian manajemen dibagi 3 bagian, yakni :

  1. Dengan pertimbangan pola-pola otonomi yang dipakai organisasi dalam memperngaruhi perilaku para manajer yang mengarah pada pencapaian tujuan organisasi. Bagian ini mencakup identifikasi tentang :
    • Iklim sebagai penentu perilaku manajer, seperti gaya para manajer dan juga philosopi organisasi yang berpengaruh otonomi manajerial serta sistem pengendalian. Di dalam menyusun sistem pengendalian ini, pola dianggap menjadi suatu yang sudah ditentukan.
    • Perancangan sistem berikutnya memulai tugasnya caranya mengindentifikasi strategi, tujuan serta kebijakan yang telah ditentukan melewati proses perencanaan strategi.
  2. Berikutnya adalah penyusun sistem pengendalian manajemen yang telah disusun dengan lengkap rancangan dari struktur pengendalian manajemennya. Rancangan tersebut antara lain mencakup :
    • Keputusan pembentukan dari sebuah pertanggungjawaban unit – unit organisasi guna menjaga sumber-sumber organisai.
    • Sistem pengukuran prestasi yang dipakai untuk mengevaluasi pusat pertanggungjawaban.
    • Penentuan ganjaran dan intensif untuk memotifasi perilaku bagi para manajer pusat pertanggungjawaban di dalam mencapai tujuannya.
  3. Menyusun proses dari pengendalian manajemen yang bersifat berulang-ulang. Proses pengendalian manajemen ini biasanya didukung dari sistem informasi formal. Sistem itu jika dilaksanakan dengan benar, maka bisa menjamin hubungan dari struktur dan proses pengendalian manajemen. Proses pengendalian secara berulang-ulang tersebut disusun guna tujuan pengolahan informasi yang bisa berikut ini :
    • Menerjemahkan tujuan secara menyeluruh organisasi sebagai tujuan-tujuan beragam sub-unit maupun pusat pertanggungjawaban sebuah organisasi.
    • Peka pada perubahan lingkungan yang bisa berpengaruh pada tujuan dan strategi.
    • Membandingkan tindakan guna menyelesaikan masalah yang telah dihada[I dalam rangka mencapai tujuan.

Strukur pengendalian manajemen ini memusatkan dalam beragam jenis pusat pertanggungjawaban pada suatu organisasi. Secara sederhana, istilah dari pusat pertanggugjawaban ini dipakai untuk menunjukkan unit-unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang telah bertanggungjawab. Setiap pusat pertanggungjawaban meliputi :

  • Memakai masukan (input)
  • Menjalankan pekerjaan (proses)
  • Menghasilkan keluaran (output)

Demikianlah sistem pengendalian manajemen yang terbagi atas 4 proses tahapan, diantaranya pemrograman, penganggaran, pengukuran prestasi dan operasi, serta pelaporan dan analisis. Semoga menambah bahan referensi bagi mereka yang membutuhkan. Terimakasih!

Baca juga: