Peranan Pedagang dan Ulama Dalam Perkembangan Islam di Indonesia

Posted on
Peranan Pedagang dan Ulama Dalam Perkembangan Islam di Indonesia
5 (100%) 1 vote[s]

Peranan Pedagang dan Ulama Dalam Perkembangan Islam di Indonesia

Masuknya pengaruh Islam ke Indonesia, tidak lepas dan peran pedagang dan para ulama terutama walisongo.

Peranan pedagang

Para pedagang yang menjalin hubungan dagang dengan pedagang Indonesia tidak hanya pedagang Cina, tetapi juga pedagang India, Persia, Arab, Mesir, dan Turki. Di samping berdagang, mereka menyebarkan dan mengajarkan agama Islam di Indonesia. Pertama-tama tentunya adalah para pedagangnya, kemudian disebarluaskan kepada orang lain.

Peranan Pedagang dan Ulama Dalam Perkembangan Islam di Indonesia

Menurut Snouck Hurgronje, orang-orang Islam yang datang pertama dan iuibarkan agama Islam di Indonesia, tidak langsung dan Negeri Arab, melainkan melalui orang-orang Islam dan Gujarat (India).

Para pedagang mancanegara yang mendapat kesempatan langsung menjual dagangannya kepada penguasa setempat dan kejuarganya, telah memperkenalkan ajaran Islam kepada,mereka. Sifat terbuka para penguasa kerajaan, merupakan kesempatan yang sangat balk bagi berkembangnya Islam di Indonesia.

Juga karena kuatnya pengaruh Islam, raja-raja kecil di pesisir yang telah masuk Islam, Ierusaha melepaskan din dan pusat pemerintahan yang masih beragama Hindu atau Buddha. Bahkan kemudian mereka banyak yang menjadi penyebar agama Islam di Indonesia.

Penyebaran agama Islam di Indonesia yang dilakukan oleh para pedagang, secara umum dapat digambarkan sebagai berikut.

  • Mula-mula para pedagang berdatangan ke pusat-pusat perdagangan.
  • Kemudian mulai ada yang bertempat tinggal, baik sementara maupun menetap.
  • Lambat laun tempat tinggal mereka berkembang menjadi perkampungan muslim dan negeri asing disebut pekojan.
  • Status sosial yang tinggi, memudahkan mereka mengawini pribumi, baik rakyat biasa maupun anak bangsawan.
  • Sebelum pernikahan, calon isterinya di-Islam-kan dulu dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
  • Lambat laun berkembang perkampungan, masyarakat, dan kerajaan Islam.

Peranan ulama

Agama Islam yang diperkenalkan kepada bangsa Indonesia mempunyai bentuk yang menunjukkan persamaan dengan alam pikiran yang telah dimiliki oleh orang-orang yang dulunya menganut agama Hindu Syiwa dan Buddha Mahayana. Hal ini menyebabkan ajaran Islam yang diperkenalkan semakin mudah dimengerti dan dipahami.

Salah satu cara agar pemahaman tentang Islam mudah diterima oleh masyarakat adalah melalui gambaran-gambaran, tidak langsung pada inti pembahasan yang mungkin sulit diterima. antara lain melalui gending-gending Jawa, gending-gending dolanan, wayang kulit, dan hikayat. Dalam hal ini, pondok-pondok pesantren merupakan lembaga yang penting dalam penyebaran agama Islam.

Para santri yang telah keluar dan pesantren, akan menjadi tokoh agama, menjadi Kyai, dan mendirikan pesantren lagi. Demikian seterusnya sehingga semakin lama Islam semakin berkembang luas.

Pada proses awal penyebaran Islam ke berbagai wilayah di Indonesia, sebenarnya tidak lepas dan perjuangan para ulama yang terkenal dengan sebutan Wali Songo. sebuah forum musyawarah para wali yang jumlahnya sembilan. Jika ada yang uzur, selalu ada penggantrnya sehingga jumlahnya tetap sembilan.

Dakwah dan penyebaran Islam khususnya di Pula Jawa oleh Wali Songo, dilakukan secara damai, halus, dan disesuaikan dengan keadaan masyarakat setempat. Wali Songo yang sangat terkenal bagi masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut.

Baca Juga :   Analisis Jabatan : Pengertian, Elemen, Kegunaan, Dan Pelaksanaan Teknis Analisa Jabatan 

Maulana Malik Ibrahim

Beliau keturunan Arab, berasal dan Turki. Datang ke Jawa Timur tahun 1379, meninggal tahun 1419, dan dimakamkan di Gresik. Selain menguasai ilmu-ilmu agama secara mendalam dan sempurna, Maulana Malik Ibrahim juga ahli dalam bidang tata negara.

Penyebaran Islam secara halus, tidak menentang adat istiadat penduduk asli yang masih memeluk agama Hindu atau pun Buddha. Beliau melakukan dakwah di Jawa bagian timur.

Sunan Ampel

Sunan Ampel berasal dan Jeumpa, Aceh, dengan nama kecil Raden Ahmad Au Rahmatullah atau lebih dikenal degan Raden Rahmat. Beliau daang ke Jawa pada tahun 1421 M, menggantika1 Maulana Malik Ibrahim yang wafat tahun 1419 M.

Beliau mendirikan pesantren di Ampel Denta, Surabaya. Sunan Ampel juga ikut mendirikan Masjid Agung demak pada tahun 1479 dan merupakan salah seorang perencana berdirinya Kerajaan Islam Demak. Sunan Ampel dimakamkan di Ampel Surabaya.

Sunan Drajad

Sunan Drajad adalah putra Sunan Ampel, lahir di Surabaya, dengan nama kecil Raden Qosim. Beliau pencipta Gending pangkur, dan penyebar Islam yang beijiwa sosial dan dermawan. Sunan Drajad dimakamkan di daerah Lamongan.

Sunan Bonang

Sman Bonang adalah putra Surian Ampel, lahir di Surabaya tahun 1465, dengan nama kecil Raden Makdum. Sunan Bonang wafat tahun 1525, dimakamkan di Tuban. Beliau pencipta Gending Durma.

Sunan Giri

Syekh Maulana Ainul Yakin, dengan nama kecilnya Raden Paku, adalah putra Syekh Maulana Ishak yang mendirikan pesantren di Giri, sehingga lebih populer dengan sebutan Sunan Giri. Sunan Giri menyebarkan agama Islam tidak hanya di Jawa, tetapi juga ke pulau-pulau sekitar Jawa Timur, bahkan sampai Maluku.

Beberapa Kyai dan Giri diundang ke Maluku untuk menjadi guru-guru agama. Sunan Giri adalah pencipta Gending Asmaradana dan Gending Pucung. Beliau pencipta permainan anak-anak yang berjiwa Islam, seperti Ilir-ilir, Jamuran, dan Cublak-cublak Suweng.

Sunan Kalijaga

Nama kecilnya Raden Mas Syahid. Beliau lahir di Tuban, Jawa Timur, sebagai putra Tumenggung Sahur Wilatikta, Adipati Tuban. Beliau adalah seorang wali, mubalig, pejuang, pujangga, dan filsuf yang berjiwa besar. Beliau menyiarkan agama Islam melalui cerita wayang. Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu, dekat Demak.

Sunan Kudus

Nama kecil Sunan Kudus adalah Sayyid Ja’far Shodiq berasal dan Palestina. Beliau datang ke Jawa pada tahun 1436 M.

Daerah penyebaran Islam di pesisir Jawa Tengah Beliau seorang pujangga, pandai mengarang, pencipta Gending Mas Kumambang dan Gending Mijil. Pernah jadi Senapati Kenajaan Islam Demak.

Sunan Muria

Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga, dengan nama kecil Raden Umar Said. Beliau ikut mendirikan Masjid Demak dan ikut membantu berdininya Kerajaan Islam Demak.

Beliau menciptakan Gending Sinom dan Gending Kinanti untuk kepentingan dakwah. Beliau wafat dan dimakamkan di puncak Gunung Muria.

Sunan Gunung Jati

Syarif Hidayatullah atau lebth popular dengan sebutan Sunan Gunung Jati, berasal dan Palestina. Datang ke Pulau Jawa pada tahun 1436 M. Beliau mempunyai nama sangat banyak, antara lain Fatahilah,  Muhammad Nurdin, Faletehan, Syah Nurullah, Makhdum jati, dan Makhdum Rakhmatullah.

Beliau diangkat sebagai Panglima Perang Kerajaan Demak dan ditugaskan di Jawa Barat. Beliau mendirikan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Sunan Gunung Jati wafat dan dimakamkan di Gunung Jati Cirebon.

Baca Juga :