Perairan Darat – Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contohnya Lengkap

Posted on
Perairan Darat – Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contohnya Lengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contoh Perairan Darat

Apakah kamu tahu sungai, danau, waduk, dan air sumur Itu semua merupakan contoh perairan darat. Perairan darat merupakan semua perairan yang ada di darat. Menurut jenisnya, perairan darat dapat digolongkan menjadi beberapa bagian, yaitu sungai, danau, telaga, rawa, dan air tanah.

Sungai

Sungai adalah saluran alami yang berfungsi mengalirkan air hujan, air tanah, maupun air saiju yang mencair kedanau atau ke laut. Ilmu yang mempelajari tentang sungai disebut potamologi.

Perairan Darat

Jenis-jenis sungai

Jenis sungai berdasarkan sumber airnya

  • Sungai hujan, yaitu sungai yang sumber airnya dan air hujan.
  • Sungai mata air, yaitu sungai yan sumber airnya berasal dan mata air.
  • Sungai gletser, yaitu sungai yang sumber airnya berasal dan es, saiju, atau gletser mencair.
  • Sungai campuran, yaitu sungai yang airnya bersumber dan campuran dari atau tiga sumber air di atas.

Jenis sungai berdasarkan volume airnya

  • Sungai ephimeral, yaitu sungai yang mengalir pada saat terjadinya hujan dan beberapa saat setelah hujan selesai.
  • Sungai intermiten, yaitu sungai yang mengalirkan airnya pada musim penghujan, sedangkan pada musim kemarau kering. Sungai seperti ini disebut sebagai sungai episodik.
  • Sungai pherenial, yaitu sungai yang airnya mengalir sepanjang tahun. Tipe sungai ini dapat dibedakan sebagai berikut.
  • Sungai periodik, yaitu sungai yang pada musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya sedikit.
  • Sungai permanen, yaitu sungai yang pada musim penghujan dan musim kemarau debit airnya hampir sama.

Jenis sungai berdasarkan arah aliran airnya

  • Sungai konsekuen, yaitusungai yang arah alirannya sesuai dengan kemiringan struktur geologisnya.
  • Sungai subsekuen, yaitu sungai yang arah aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekuen.
  • Sungai obsekuen, yaitu sungai yang arah aliran airnya berlawanan dengan sungai konsekuen dan menuju sungai subsekuen.
  • Sungai resekuen, yaitu sungai yang aliran airnya sesuai dengan sungai konsekuen dan menuju sungai subsekuen.
  • Sungai insekuen, yaitu sungai yang arah alirannya tidak teratur.

Jenis

sungai berdasarkan struktur geologinya

  • Sungai antiseden, yaitu sungai yang mampu mempertahankan alirannya, meskipun terjadi pengangkatan secara perlahan.
  • Sungai reverse, yaitu sungai yang tidak mampu mengimbangi pengangkatan sehingga terjadi perubahan arah aliran.
  • Sungai superposed, yaitu sungai yang mengalir pada suatu daratan paneplain sehingga struktur batuan di dataran tersebut tersingkap.

Pola aliran sungai

Pola aliran sungai di permukaan bumi dipengaruhi oleh struktur geologi dan morfologi lahan. Bentuk pola aliran yang umum terjadi sebagai berikut.

Pola radial

Pola radial dapat dibedakan menjadi pola radial memusat dan pola radial menyebar. Pola radial memusat terjadi di daerah yang berupa basin, sedangkan pola radial menyebar terjadi di daerah yang berbentuk kubah (dome).

Pola dendritik

Pola dendritik tidak teratur. Anak-anak sungai bermuara ke induk sungai dengan sudut lancip dan tumpul. Pola seperti ini berkembang pada daerah dataran rendah.

Pola trellis

Pola aliran trellis terdapat pada daerah lipatan. Aliran dan anak-anak sungai sejajar dengan sungai induk, tetapi alirannya bertemu dan membentuk sudut siku-siku.

Pola rectangular

Pola aliran rectangular terjadi pada daerah patahan Anak-anak sungai yang menuju induk sungai. membentuk sudut siku-siku.

Profil sungai

Profit sungai dapat dibedakan sebagai berikut.

Sungai bagian hulu

Sungai di bagian hulu rnernpunyai lembah berbentuk V. Hal ini disebabkan adanya lereng yang terjadi sehingga arus air cepat. Akibatnya erosi vertikal berjalan cepat. Di daerah mi belum terjadi sedimentasi sehingga air di daerah ini masih jernih.

Sungai bagian tengah

Sungai di bagian tengah rnernpunyai lembah berbentuk U. Di bagian ini erosi vertikal mulai mengecil dan erosi melebar (horizontal) menjadi lebih besar. Sedimentasi sudah mulai terjadi. namun materialnya masih agak kasar, dan sudah terjadi aliran sungai yang berkelok (meander).

Sungai bagian hilir

Sungai di bagman bawah atau hilir berbentuk U (U melebar). Gejala erosi vertikal sudah tidak ada, namun erosi horizontal masih dapat berlangsung. Ciri profit sungai di daerah hilir ini antara lain terdapat meander, endapan berupa material halus, sering berbentuk delta, dan sering terdapat tanggul alam.

Manfaat Sungai

Sungai memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Sejak dahulu manusia banyak memanfaatkan sungai. Pusat-pusat kota dan kerajaan ditempatkan di pinggir sungai, demikian pula pemusatan pemukiman (settlement) berada di sekitar sungai. Adapun manfaat sungai sebagai berikut.

  • Penyuplai air untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri.
  • Tempat membudidayakan perikanan air tawar.
  • Untuk kepentingan transportasi, seperti di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
  • Untuk irigasi atau pengairan lahan pertanian.
  • Untuk pembangkit tenaga listrik.
  • Tempat pengambilan bahan bangunan, pasir, dan batu
  • Sebagai objek wisata dan olah raga air.
Baca Juga :   Tektonisme : Pengertian, Proses dan Dampak Beserta Contohnya Lengkap

Danau

Danau adalah tubuh air dalam jumlah besar yang menempati basin di wilayah daratan. Suatu genangan dapat diseb ut danau jika paling tidak memiliki tiga kriteria sebagai berikut.

  • Mempunyai permukaan air yang cukup luas sehingga mampu menimbulkan gelombang.
  • Air cukup dalam sehingga terdapat strata suhu pada sedalaman air tersebut.
  • Vegetasi yang mengapung tidak cukup untuk menutupi keseluruh permukaan danau.

Danau dapat terjadi dari berbagai sebab berikut.

Danau glasial

Danau glasial dapat terjadi sebagai akibat adanya erosi dan pengendapan yang diakibatkan oleh aktivitas gletser di lereng-lereng bukit atau pegunungan. Contoh dan danau glasial dapat kita temui pada Danau Stanley di Idaho, AS; Danau Michigan di Michigan, AS; dan Danau Huron di Kanada.

Danau vulkanik

Danau vulkanik terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanik.Kaldera yang terbentuk akibat letusan gunung berapi, tergenang oleh air hujan. Danau seperti ini disebut juga danau crater, Beberapa danau vulkanik dapat ditemui di Indonesia, seperti kawah Gunung Kelud, kawah Gunung Tangkuban Perahu, dan Danau Maninjau di Sumatera Barat.

Danau tektonik

Danau tektonik terbentuk akibat gerakari lempeng tektonik. Gerakan lempeng tektonik ini dapat menyebabkan terjadinya patahan sehingga terbentuk lembah (slenk), kemudian terisi oleh air hujan dan membentuk suatu genangan yang disebut danau. Contoh danai jenis ini adalah Danau Singkarak dan Danau Towuti.

Danau tekto-vulkanik

Danau tekto-vulkanik terbentuk akibat adanya kegiatan tektonik dan vulkanik. Adanya kegiatan tektonik memacukegiatan vulkanik sehingga terjadi patahan dan gunung berapi. Bekas gunung berapi tersebut menjadi suatu basin yang kemudian terisi air hujan sehingga terbentuk danau. Contoh danau tektovulkanik adalah Danau Toba.

Danau karst

Danau karst terbentuk akibat adanya proses solusi atau pelarutan kapur oleh air sehingga terbentuk suatu dolina/dolin . Jika dolina ini terisi oleh air hujan maka terbentuklah danau karst. Proses solusi kapur juga akan menyebabkan terjadinya subsiden atau runtuhan sehingga terbentuk suatu basin yang jika terisi oleh air hujan akan terbentuk suatu genangan yang disebut danau. Danau seperti ini dapat kita temui di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.

Danau aliran

Danau aliran dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu danau oxbow, danau lateral1 dan danau delta. Danau aliran terjadi akibat pemotongan meander sehingga terbentuk sisa aliran yang tertinggal. Jika sisa aliran tersebut terisi air maka terbentuklah danau oxbow. Danau aliran juga dapat terjadi akibat sedimentasi yang besar sehingga menutup muara anak sungai dan terbent uk genangan di muara anak sungai. Danau ini disebut danau lateral. Jika genangan air ini terjadi di daerah delta maka terbentuk danau delta.

Danau laguna

Danau laguna terjadi akibat kombinasi kerja antara angin dan ombak yang menyebabkan terjadinya tanggul-tanggul pasir di sepanjang pantai dan kemudian membentuk suatu laguna.

Danau buatan (waduk)

Danau buatan terjadi akibat adanya pembendungan sungai yang dilakukan oleh manusia. contoh dan danau jenis ini adalah Waduk Saguling, Waduk Gajah Mungkur, dan Waduk Kedungombo.
Danau sebagai tempat penampungan air mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia dan penyeimbangan lingkungan sekitar. Manfaat danau bagi kehidupan antara lain sebagai berikut.

Danau sebagai pembangkit listrik

Air danau digunakan untuk meggerakan turbin. Turbin tersebut akan menggerakkan motor dan menghasilkan tenaga listrik, misalnya di Danau Buatan Waduk Jatiluhur di Jawa Barat.

Tempat rekreasi

Danau dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi air. Misalnya, rekreasi perahu, pemancingan, dan pemandangan alam. Tempat-tempat ini ada di Danau Bedugul di Bali dan Danau Toba di Sumatera Utara.

Perikanan darat

Perikanan darat dengan cara menggunakan jaring terapung maupun keramba banyak dijumpai pada danau-danau yang ada di Indonesia. Misalnya, Danau Buatan Waduk Darma di Kuningan Jawa Barat.

Pengendali banjir

Danau mengatur volume air yang akan dikeluarkan ke sungai melaui outlet sungai di danau tersebut. Misalnya. Danau Buatan Sermo di Kulonprogo yang mengaliri air sungai di wilayah Yogyakarta.

Telaga

Telaga hampir sama dengan danau, hanya luasnya lebih sempit. Pepohonan besar yang ada di tepi telaga masih bisa menutupi sebagian besar permukaan telaga. Telaga tidak memiliki tingkatan suhu pada kedalamarmnya dan belum ada gelombang yang mengabrasi.

Munculnya sebuah telaga sama dengan awal terjadinya sebuah danau. Di Pulau Jawa telaga ini banyak dijumpai di daerah Gunung Sewu. Telaga juga banyak dimanfaatkan bagi kehidupan manusia antara lain sebagai sumber air bersih, daerah perikanan, dan tempat rekreasi.
Upaya-upaya melestarikan air telaga dapat dilakukan dengan jalan sebagai berikut.

  • Konservasi tanah di sekitar telaga.
  • Membuat sabuk hijau di sekitar tebing telaga.
  • Tidak membuang limbah di telaga.

Rawa

Rawa adalah suatu daerah datar atau sedikit cekung yang tergenang oleh air, baik berasal dan air hujan, air tanah maupun aliran permukaan yang mengumpul. Wilayah rawa yang luas terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Rawa airnya bersifat asam, warna airnya kemerahan, dan kurang baik untuk irigasi. Air permukaan dan air tanah pada rawa dangkal, dan pada bagian dasarnya banyak terdapat gambut. Vegetasi mampu menutup seluruh permukaan rawa.

Rawa dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik, sebagai pengendali banjir, dan sebagai objek pariwisata. Pada rawa yang terdapat pergantian air tawar dapat digunakan untuk areal persawahan dan rawa yang airnya tidak terlalu asam dapat digunakan untuk daerah perikanan. Untuk menjaga kelestaian rawa, dapat dilakukan dengan tidak membuang limbah ke rawa serta menjaga keIestarian tanaman rawa.

Baca Juga :