Kegiatan Konsumsi : Pengertian, Ciri, Faktor, Tujuan dan Contohnya

Posted on
Kegiatan Konsumsi : Pengertian, Ciri, Faktor, Tujuan dan Contohnya
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Ciri, Faktor, Contoh Kegiatan Konsumsi dan Tujuannya

KEGIATAN KONSUMSI

Pengertian konsumsi dalam percakapan sehari-hari hanya dimaksudkan sebagai hal yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Namun dalam pengertian yang lebih luas, konsumsi adalah kegiatan manusia memakai, menggunakan mengurangi, atau menghabiskan nilai guna suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan.

Kegiatan Konsumsi

Pada saat barang dan jasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan, nilai gunanya akan semakin berkurang dan akhirnya akan habis. Berkurang atau habisnya nilai guna barang dan jasa tampak dan semakin tidak mampunya barang dan jasa tersebut memenuhi kebutuhan. Misalnya,

  • nilai guna pulpen sebagai alat tulis dikatakan habis apabila pulpen tersebut tintanya habis dan tidak dapat digunakan lagi,
  • nilai guna radio habis apabila radio tersebut rusak dan tidak dapat digunakan lagi.

Jika semua kebutuhan dapat terpenuhi, akan dicapai suatu keadaan yang disebut makmur dan sejahtera. Makmur dan sejahtera inilah yang selalu diidamkan setiap orang. Sifat mengkonsumsi barang dapat bersifat langsung atau tidak langsung.

Konsumsi secara langsung biasanya dilakukan terhadap barang yang sekali pakai habis, misainya makanan, minuman, dan sejenisnya.

Yang dikonsumsi secara tidak langsung umumnya dilakukan pada barang modal atau barang yang dapat dipakai beberapa kali, misalnya mesin jahit, mobil, perabot rumah tangga, dan sejenisnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi

Semakin maju peradaban manusia, semakin beragam pula kebutuhannya. Konsumsi atas barang dan jasa oleh konsumen yang satu tidak sama dengan konsumen yang lain.

Begitu juga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh konsumen yang sama, dapat berbeda untuk waktu yang berbeda. Hal ini disebabkan pola konsumsi setiap orang yang berbeda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.

Pendapatan

Pendapatan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perbedaan tingkat konsumsi masyarakat. Besar atau kecilnya pendapatan akan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat.

Semakin besar pendapatan seseorang maka semakin besar pula kecenderungannya melakukan kegiatan konsumsi barang dan jasa. Sebaliknya, semakin kecil pendapatan seseorang maka semakin kecil pula kecenderungan tingkat konsumsinya.

Harga diri terhadap lingkungan

Konsumsi seseorang didorong oleh harga diri di mata umum. Seseorang kadang merasa malu jika ia tidak memiliki barang yang dimiliki orang lain sehingga mendorongnya untuk membeli barang yang sama bahkan bisa dengan harga yang lebih mahal.

Hal ini dilakukan agar harga dirinya tidak jatuh di mata masyarakat karena dianggap tidak mampu membeli.

Ketamakan dan kesombongan

Tingkah laku seseorang yang tamak, menyebabkan selalu ingin membeli barang yang belum dimilikinya.

Dia beranggapan bahwa dengan memiliki barang yang belum dimiliki orang lain, dirinya merasa lebih dan yang lain.

Harapan pendapatan tinggi di masa yang akan datang

Karena ada harapan kenaikan pendapatan, seseorang berusaha mencari pinjaman untuk berbelanja sekarang sehingga konsumsinya meningkat.

Tingkat pendidikan

Orang yang berpendidikan tinggi konsumsinya lebih besar daripada orang yang berpendidikan rendah. Seorang siswa SMP berbeda konsumsinya dengan seorang mahasiswa. Siswa SMP konsumsinya lebih rendah dibanding mahasiswa.

Tempat tinggal

Orang yang tinggal di daerah pedesaan konsumsinya lebih murah dibanding dengan orang yang tinggal di kota. Orang yang tinggal di daerah yang beriklim panas tentu berbeda konsumsinya dengan orang yang tinggal di daerah yang beriklim dingin.

Umur dan jenis kelamin

Umur membedakan pola konsumsi seseorang. Orang tua berbeda konsumsi dengan anak. Begitu pula jenis kelamin, laki-laki berbeda konsurnsinya dengan perempuan.

Setiap orang dalam mengkonsumsi barang atau jasa tentu ada tujuannya. Tujuan setiap orang mengkonsumsi barang atau jasa adalah untuk rnernperoleh kepuasan maksimum dan rnemenuhi kebutuhan. Kepuasan yang dimaksud adalah kepuasan total dan mengkonsumsi berbagai macam barang dan jasa yang dibutuhkan.

Pelaku kegiatan konsumsi

Masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi dapat dibedakan ke dalam tiga golongan, yaitu rumah tangga keluarga, rumah tangga perusahaan, dan rumah tangga pemerintah.

Rumah tangga keluarga

Rumah tangga keluarga biasanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Setiap anggota dalam keluarga memiliki kebutuhan hidup yang sama atau kadang berbeda. Kebutuhan yang sama merupakan kebutuhan yang sama-sama dirasakan kebutuhannya oleh semua anggota keluarga, seperti kebutuhan akan makanan, minuman, pakaian, dan kasih sayang.

Baca Juga :   Macam Macam Candi Di Indonesia dan Penjelasannya

Namun ada kalanya kebutuhan tersebut berbeda. Ayah yang bekerja di kantor tentu mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan anaknya yang pelajar SMP. Begitu juga kebutuhan ibu sebagai ibu rumah tangga, pasti juga berbeda dengan ayah dan anaknya.

Rumah tangga keluarga sebagai konsumen selalu berusaha agar penghasilan yang diperoleh dapat memenuhi kebutuhannya. Berbagai kegiatan konsumsi yang umumnya terjadi dalam rumah tangga dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan umum yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

  • Menetapkan pemenuhan kebutuhan pokok, kemudian memenuhi kebutuhan lain yang sifatnya melengkapi kebutuhan pokok.
  • Menyesuaikan besarnya pengeluaran dengan besarnya pendapatan.
  • Menghindari hidup boros atau membeli barang di luar rencana.

Agar kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi sesuai dengan besarnya pendapatan, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut.

Menyusun anggaran belanja rumah tangga

Anggaran belanja rumah tangga merupakan rencana yang disusun untuk menyesuaikan pendapatan dengan pengeluaran dalam jangka waktu tertentu.

Berikut ini adalah cara menyusun anggaran belanja rumah tangga.

  • Membuat perhitungan jumlah uang yang akan diterima dalam waktu tertentu.
  • Membuat daftar kebutuhan dengan menyusun urutan kebutuhan dalam waktu tertentu.
  • Membuat perkiraan harga untuk tiap jenis kebutuhan, dengan memperhitungkan kemungkinan adanya kenaikan harga barang dan jasa.
  • Membandingkan antara perkiraan pendapatan dengan pengeluaran dalam waktu tertentu.

Setelah hal tersebut di atas dilaksanakan, jika ternyata pendapatan masih ada sisanya maka sisa tersebut dapat ditabung. Sebaliknya, jika perkiraan pengeluaran lebih besar daripada pendapatan maka akan terdapat kekurangan.

Kekurangan tersebut harus diusahakan untuk dicukupi dengan mengurangi pengeluaran (menghemat) atas kebutuhan yang kurang mendesak atau berusaha mencari tambahan penghasilan yang halal.

Membuat catatan penerimaan dan pengeluaran

Catatan penerimaan dan pengeluaran perlu dibuat untuk mengetahui semua kejadian pendapatan dan pengeluaran rumah tangga keluarga.

Di samping itu dapat digunakan untuk mencocokkan pengeluaran sesungguhnya dengan pengeluaran yang diperkirakan.

Pembagian secara bijaksana atas semua kebutuhan

Anggaran pendapatan dan belanja rumah tangga keluarga merupakan pedoman untuk berbelanja. Kebutuhan yang pokok dan mendesak didahulukan, sedang kebutuhan yang tidak mendesak bisa ditunda.

Berusaha menabung

Untuk menuju kehidupan yang bahagia dan sejahtera di masa datang, maka kebutuhan yang akan datang sudah harus dipikirkan terlebih dahulu. Pemenuhan kebutuhan di masa datang dapat dilakukan dengan jalan menabung.

Rumah tangga perusahaan

Perusahaan merupakan salah satu penyedia barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen. Untuk hal itu maka perusahaan melakukan kegiatan produksi.

Perusahaan untuk berproduksi harus mengeluarkan sejumlah dana untuk pengadaan faktor-faktor produksi.

Pengeluaran perusahaan sangat beragam dan sangat ditentukan oleh bidang produksi yang ditangani, jenis produk yang dihasilkan, jenis perusahaan, besar kecilnya perusahaan, serta peraturan perusahaan yang bersangkutan.

Kegiatan konsumsi yang dilakukan perusahaan, misalnya sebagai berikut.

 Perusahaan tekstil

  • Pembelian bahan baku (kapas) yang akan digunakan untuk menghasilkan tekstil.
  • Pembayaran gaji tenaga kerja.
  • Penggunaan mesin yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.
  • Penggunaan lokasi kantor.
  • Penggunaan peralatan lain yang menunjang terlaksananya proses produksi.

Perusahaan pengangkutan

  • Pembayaran gaji sopir dan pegawai lainnya yang membantu kelancaran usaha.
  • Modal yang digunakan dalam kegiatan usaha.
  • Penggunaan perlengkapan, peralatan, kendaraan, bensin, solar, dan bahan bakar lainnya.

Rumah tangga pemerintah

Pemerintah menjalankan roda pemerintahan dan berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat banyak. Pemerintah menyediakan sarana dan prasarana kepada masyarakat, seperti jalan raya, angkutan umum, rumah sakit, dan pasar. Pemerintah juga mengadakan pembelian beras ataupun pengadaan perumahan bagi pegawai negeri.

Untuk semua kegiatan mi, pemerintah mengeluarkan sejumlah dana yang besar kecilnya tergantung pada macam, banyak, dan tingkat harga dan barang dan jasa yang dibutuhkan.

Kegiatan konsumsi yang dilakukan pemerintah, misalnya sebagai berikut.

  • Penggunaan gedung dan kantor beserta perlengkapan dan peralatannya.
  • Belanja negara untuk pembangunan dan proyek negara.

Aspek positif dan aspek negatif perilaku konsumtif

Perilaku konsumtif adalah suatu keadaan/kecenderungan untuk membelanjakan seluruh pendapatannya pada barang-barang konsumsi. Perilaku konsumtif memiliki aspek positif dan aspek negatif.

Aspek positif perilaku konsumtif merupakan sisi baik dan perilaku konsumtif. Aspek positif konsumsi barang dan jasa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan sekaligus meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan.

Selama barang dan jasa hanya memenuhi kebutuhan saja, namun tidak meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan belum dapat dikatakan memiliki aspek positif.

Misalnya, seseorang mengkonsumsi susu berlemak rendah dan berkalsium tinggi, untuk memenuhi kebutuhan rasa hausnya dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatannya, selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraannya.

Aspek negatif perilaku konsumtif merupakan sisi buruk dan perilaku konsumtif. Misalnya, seseorang yang melakukan konsumsi minuman keras, mungkin memenuhi kebutuhan rasa hausnya, namun tidak akan memngkatkan kesejahteraannya karena dapat merusak kesehatan dan syarafnya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan konsumsi adalah kemampuan dan daya beli untuk barang kebutuhan yang akan dikonsumsinya, serta kesesuaian dengan tempat, adat istiadat, agama dan budaya, serta masyarakat di sekitarnya.

Jika barang dan jasa yang akan dikonsumsi sudah mampu dibeli (diperoleh), namun tidak sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di tempat melakukan konsumsi, selayaknya dihindari.

Baca Juga :