Pengertian Transpor Pasif, Jenis dan Contohnya Lengkap

2 min read

Pengertian Transpor Pasif, Jenis dan Contohnya Lengkap

Transpor Pasif – Adalah jenis transpor ion, molekul, dan senyawa yang tidak membutuhkan energi untuk melalui membran plasma. Transpor ini dapat terjadi apabila ada perbedaan konsentrasi di antara dua zat/larutan. Susunan serta strukturnya terdiri dari 50% lemak dan protein. Yang menjadikan organel sel ini bersifat semipremeabel atau selektif permeabel, yaitu hanya dapat diukur dengan melalui air dan zat tertentu yang larut bersama sehingga fungsinya menjadi pengatur gerakan materi atas transportasi dari dan juga keluar sel.

Jenis-Jenis Transpor Pasif

Difusi

Adalah peristiwa mengalir atau terjadinya perpindahan zat di dalam pelarut, dari bagian yang berkonsentrasi tinggi ke bagian yang konsentrasinya rendah. Perbedaan konsentrasi diantara dua larutan ini disebut dengan gradien konsentrasi.

Difusi ini akan terjadi terus hingga seluruh partikel di luar itu merata, atau mencapai kondisi kesetimbangan yang dimana perpindahan molekulnya tetap terjadi walaupun tak ada perbedaan konsentrasi. Contoh aktivitas difusi ini yaitu pemberian  pemberian gula di cairan teh tawar yang semakin lama cairan menjadi manis; uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. Difusi yang paling sering terjadi yakni difusi molekuler, difusi ini terjadi apabila terbentuk perpindahan dari lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida.

Contoh difusi yang dijalankan oleh sel hidup merupakan peristiwa masuknya O2 dan CO2. Faktor yang memengaruhi kecepatan difusi adalah :

  • Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, maka semakin cepat partikel tersebut bergerak, menjadikan kecepatan difusi semakin tinggi.
  • Ketebalan membran. Semakin tebal membran, maka semakin lambat atau berkurang kecepatan difusi
  • Luas suatu area. Semakin besar luas area, maka semakin cepat kecepatan difusinya.
  • Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat, maka semakin cepat juga kecepatan difusinya.

Osmosis

Adalah peristiwa khusus transpor pasif, yang dimana molekul airnya berdifusi melalui membran yang sifatnya selektif permeabel. Di dalam sistem osmosis terdapat larutan hipertonik, yaitu larutan yang memiliki konsentrasi yang terlarut dengan tinggi.

Larutan hipotonik merupakan jenis larutan yang konsentrasi terlarutnya rendah, dan merupakan dua larutan yang memiliki konsentrasi yang terlarut yang sama. Bila ada dua larutan dengan konsentrasi yang tak sama, maka molekul air yang melalui membran hingga kedua larutannya seimbang.

Baca Juga :   Bagian Bagian Bunga Terlengkap

Dalam proses osmosis, di larutan hipertonik beberapa besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut) menjadikan hanya sedikit molekul air yang bebas dan dapat melalui membran. Pada laruran hipotonik yang memiliki lebih banyak molekul air yang bebas, menjadikan banyak molekul air yang melewati membran. Sehingga di dalam osmosis aliran netto molekul air dari larutan hipotonik ke hypertonik.

Prosesnya terjadi pada sel hidup di alam. Perubahan bentuknya terjadi jika ada pada larutan yang berbeda. Sel yang ada di aturan larutan isotonik volumenya akan spontan. Yang dalam hal itu, sel akan mendapatkan dan kehilangan air yang sama sekaligus.

Ada banyak binatang laut misalnya kepiting dan bintang laut, yang memiliki cairan sel yang sifatnya isotonik dengan lingkungannya. Jika sel di larutan hipotonik, sel itu akan mendapat banyak air, menjadikannya bisa mengakibatkan lisis atau turgiditas yang tinggi.

Sebaliknya, jika berada di larutan hipertonik maka sel pun akan kehilangan molekul air dan menjadikan sel kecil serta dapat menyebabkan kematian. Pada hewan, untuk bisa bertahan di dalam lingkungan yang hipo/hipertonik diperlukan pengaturan keseimbangan air yaitu pada proses osmoregulasi.

Contohnya  air laut yang walaupun mempunyai beragam jenis zat terlarut, molekul airnya tetap akan bergerak ke larutan gula yang berkonsentrasi sangat tinggi.

Difusi Terfasilitasi (Difusi Terbantu)

Difusi terbatu atau transpor pasif difusi yang memerlukan bantuan protein, sepertin enzim. Contoh transpor pasit melewati difusi terbantu bisa dijumpai pad bakteri E.Coli. Apabila dipindahkan ke medium yang berisi laktosa, maka bakteri tersebut metabolismenya akan menurun.

Salah satu penyebabnya yaitu membran sel yang tak bisa dilalui laktosa tetapi setelah beberapa menit, laktosan pun mulai bisa masuk karena terbentuknya enzim permeasae di dalam sel. Enzim permease adalah protein membran sel yang menciptakan jalan untuk laktosa, agar bisa melewati dua lapis fosfolipid membran sel. Difusi ini tergantung pada mekanisme transpor dari membran sel seperti permease yang disebut dengan difusi tertentu.

Itulah pengertian Transpor Aktif yang dilengkapi dengan jenis dan juga contohnya. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi yang tepat dan bermanfaat untuk anda semua.

Baca Juga :