Transaksi : Pengertian, Definisi, Bukti Transaksi dan Jenisnya Lengkap

Posted on
Transaksi : Pengertian, Definisi, Bukti Transaksi dan Jenisnya Lengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Transaksi, Definisi Bukti Transaksi dan Jenisnya

Pengertian transaksi – transaksi merupakan suatu aktivitas perusahaan sehingga menimbulkan perubahan pada posisi harta keuangan perusahaan, seperti membeli, menjual, membayar gaji dan membayar bermacam biaya lain. Berikut ini pembahasan tentang pengertian transaksi dan hal hal yang berkaitan dengan transaksi.

A. Pengertian Transaksi Administrasi, Keuangan Dan Bisnis

Administrasi transaksi ialah suatu kegiatan yang mencatat berbagai perubahan posisi keuangan pada suatu perusahaan yang dikerjakan secara kronologis, dengan berbagai metode tertentu yang kemudian hasil dari catatan tersebut dapat dikomunikasikan pada pihak lain.

Transaksi keuangan ialah suatu kegiatan ekonomi yang bisa diukur dalam satuan uang tertentu, yang bisa mengubah posisi keuangan suatu perusahaan.

Transaksi bisnis ialah suatu kejadian-kejadian ekonomi pada suatu bisnis dan secara langsung dapat mempengaruhi keadaan keuangan suatu bisnis, ini adalah suatu kegiatan dasar dalam definisi status bisnis.

B. Jenis-Jenis Transaksi

Pada umumnya transaksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari suatu perusahaan, terbagi menjadi dua kelompok, yakni adalah :

1. Transaksi Internal

Transaksi internal ialah suatu kejadian transaksi yang melibatkan hanya bagian-bagian di dalam perusahaan tersebut. Kejadian ini lebih menekankan pada perubahan posisi keuangan yang terjadi antara bagian dalam perusahaan, seperti memo dari seorang pimpinan pada seseorang yang ditunjuk, penyusutan yang terjadi pada perubahan nilai harta kekayaan, penggunaan atau pemakaian perlengkapan kantor.

2. Transaksi Eksternal

Transaksi eksternal ialah suatu kejadian transaksi yang melibatkan pihak eksternal atau dari luar perusahaan. Misalnya seperti ; penghapusan piutang usaha, alokasi beban dll.

C. Bukti Transaksi

Bukti transaksi ialah suatu bukti tertulis atau bukti-bukti yang terjadi pada setiap kegiatan transaksi dalam suatu bisnis atau perusahaan.
Manfaat utama bukti transaksi adalah menyediakan bukti yang tertulis dari pelaksanaan suatu transaksi dan sekaligus menghindari adanya sengketa di masa yang akan datang. Bukti transaksi terbagi menjadi dua kelompok, antara lain :

a. Bukti Transaksi Internal

Bukti transaksi internal adalah bukti pencatatan kejadian yang ada dalam perusahaan tersebut. Umumnya berupa seperti memo dari pimpinan atau juga orang yang ditunjuk.

b. Bukti Transaksi Eksternal

Bukti transaksi eksternal adalah suatu bukti pencatatan transaksi kejadian dengan pihak luar perusahaan. Bukti-bukti tersebut, yakni:

Faktur ialah suatu perhitungan penjualan barang yang dilakasanakan secara kredit, dan dibuat oleh pihak penjual lalu akan disampaikan pada pihak konsumen/ pembeli. Secara umum dibuat rangkap dua, yang bagian asli diberikan pada si konsumen/ pembeli sebagai bukti pencatatan pembelian secara kredit sementara kopiannya dibawa oleh penjual untuk bukti pencatatan penjualan secara kredit.

Baca Juga :   Pengertian Tindakan Ekonomi Dalam Kehidupan Sehari Hari Beserta Contohnya Terlengkap

Kwitansi (official receipt) ialah suatu bukti transaksi dengan menerima uang sebagai pembayaran suatu barang atau yang lain. Kwitansi dibuat dan ditandatangani oleh pihak yang menerima uang lalu diserahkan pada pihak yang membayar. Secara umum kwitansi dibagi dua bagian, pertama diberikan pada pihak pembayar sebagai bukti pencatatan pengeluaran uang, sementara bagian yang tertinggal dijadikan sebagai bukti pencatatan atas penerimaan uang.

Nota debet (debit memo) ialah perhitungan yang dikirim suatu perusahaan atau badan usaha pada konsumen, bahwa akunnya didebet dengan nominal/ jumlah tertentu. Penerima nota mencatat pihak pengirim nota sisi kredit.

Nota kredit ialah perhitungan yang dikirim suatu perusahaan atau badan usaha pada pelanggan, bahwa akunnya dikredit dengan nominal/ jumlah tertentu. Penerima nota kredit ini, mencatat pihak pengirim nota sisi debet.

Cek (cheque) ialah suatu surat perintah tanpa bersyarat pada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu surat tersebut diserahkan pada pihak bank, lalu ditandatangani pihak yang menjadi nasabah suatu bank dan akan menjadi suatu simpanan pada bank tersebut dalam bentuk giro. Lembaran cek dibagi menjadi dua bagian, diantaranya: lembar utama akan diserahkan kepada pihak lain untuk alat pembayaran, dan struk/bonggol cek dijadikan bukti tambahan transaksi yang disatukan pada kuitansi bukti dari pembayaran.

Bilyet giro ialah suatu surat perintah dari nasabah suatu bank, pada bank yang berkaitan/ bersangkutan untuk memindah bukukan dengan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening si penerima yang namanya disebutkan dalam bilyet giro pada bank yang sama atau juga pada bank yang lain. Penerima bilyet giro tidak dapat menukarkannya dengan uang tunai pada bank yang bersangkutan, Namun hanya saja dapat menyetorkan bilyet giro pada bank untuk tambahan simpanan pada rekeningnya.

Rekening Koran ialah bukti mutasi kas dan disusun oleh bank untuk para nasabahnya, yang digunakan sebagai dasar penyesuaian saldo kas perusahaan dank as pada bank.

Bukti setoran bank ialah pada waktu melakukan setoran bank, pertama diwajibkan mengisi slip setoran yang disediakan oleh bank.

Bukti memorandum ialah bukti transaksi yang dikeluarkan dari pimpinan atau pihak yang diberi wewenang dalam suatu kejadian yang berlangsung didalam internal perusahaan tersebut dan secara umum terjadi pada akhir periode. Misalnya memo untuk mencatat gaji para pegawai yang masih harus dibayar.

Bukti kas yang masuk dan bukti kas yang keluar ialah bukti kas masuk yakni bukti atas penerimaan uang atau juga kas yang dilengkapi dengan beberapa buktinya. Seperti contohnya: kwitansi serta nota. Bukti kas keluar yakni suatu bukti transaksi pengeluaran kas atau juga pembayaran. Seperti contohnya: kwitansi dari kreditur serta nota kontan asli.

Itulah artikel atau pembahasan tentang pengertian transaksi. Adanya sebuah transaksi dalam suatu bisnis ataupun perusahaan dan kegiatan lainnya ini merupakan hal yang sangat penting, sebab bertujuan untuk mengetahui masuk keluarnya kegiatan dalam suatu perusahaan sehingga menimbulkan perubahan pada posisi harta keuangan perusahaan/ bisnis.

Baca juga: