Pengertian Tanah Podsol : Karakteristik, Proses Terbentuknya, dan Morfologinya Terlengkap

Posted on
Pengertian Tanah Podsol : Karakteristik, Proses Terbentuknya, dan Morfologinya Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Tanah Podsol : Karakteristik, Proses Terbentuknya, dan Morfologinya Terlengkap

Pengertian tanah podsol – di indonesia, ada banyak sekali jenis tanah. Dalam arti, bahwa tanah yang ada di negara indonesia tidak hanya satu jenis saja, akan tetapi bermacam tanah dimulai dari tanah humus, tanah kapur, tanah padas, tanah liat dan masih banyak lagi jenis tanah yang lain. Berikut akan kami uraikan tentang pengertian tanah podsol.

Pengertian Tanah Podsol

Tanah podsol adalah tanah yang mengandung banyak A2 atau abu-abu dengan warna pucat. Tanah tersebut ini merupakan tanah yang bentuknya sebab terdapat pengaruh curah hujan tinggi serta suhu udara rendah. Kata “podsol” adalah sebuah nama yang berasal dari bahas rusia yaitu “pucat, serta “zola” artinya abu-abu. Nama tersebut diambil sebab semua jenis tanahnya mengandung unsur A2 maupun abu-abu dengan warna pucat.

Karakteristik Tanah Podsol

Seperti dengan jenis tanah yang lain, bahwa tanah podsol pun memiliki ciri khusus pada tanahnya sendiri. Ciri-ciri inilah yang menunjukkan khasnya masing-masing dari tanah, dan sebagai perbedaan satu tanah lainnya. Sama seperti tanah yang lain memiliki ciri/ karakteristik khusus, tanah podsol memiliki ciri/ karakteristik dibawah ini :

  1. Memiliki warna pucat, hal ini dikarenakan terdapat kandungan A2/ abu-abu pada setiap jengkal maupun butiran tanah ini.
  2. Memiliki kandungan pasir kuarsa paling tinggi.
  3. Mempunyai tingkat keasaman tinggi, jika dilihat pada kondisi PH maupun keasamannya yaitu mempunyai pH 3,5 sampai 5,5 dari asam sampai yang asam.
  4. Paling peka pada erosi, tanah podsol ialah tanah yang peka pada erosi tanah sebab daya menahan airnya sangat jelek.
  5. Memiliki sifat kurang subur, kandungan dari unsur hara yang rendah sampai paling rendah. Bahan induk tanah podsol ialah tuff vulkan dengan asam. Jadi menurut sifat fisikanya atau sifat kimianya ini tanah sifatnya jelek.
  6. Tidak mempunyai perkembangan profile
  7. Memiliki tekstur yang sifatnya lempung sampai berpasir, pada umumnya tanah podsol ini sifatnya pasir bertekstur sedang sampai kasar. Tekstur inilah yang sifatnya bagian atas dan juga pejal dibagian yang bawah.
  8. Memiliki sifat mudah basah, jadi saat tanah tersebut terkena air tanah sehingga tanah podsol pun menjadi subur.

Proses Terbentuknya Tanah Podsol

Tanah podsol ialah bagian dari jenis tanah yang proses pembentukannya paling dipengaruhi dengan curah hujan dan suhu udara. Tanah podsol ini bentuknya ada di daerah yang mmepunyai suhu udara rendah dan sekaligus mempunyai suhu udara tinggi.

Baca Juga :   Pengertian Pasar Monopolistik, Ciri-ciri dan Contohnya

Proses terjadinya tanah podsol tersebut bernama menjadi proses podzolisasi. Proses terjadinya podsolisasi adalah sebuah proses yang dikarenakan oleh sejumlah faktor berikut ini :

  • Adanya tanah pasir kuarsa dengan paling permeabel
  • Miskin akan basa
  • Curah hujan yang cenderung tinggi dan tetap
  • Adanya vegetasi dengan memungkinkan bentuknya humus asam sebab mempunyai kadar basa yang rendah.

Morfologi Tanah Podsol

Tanah podsol ialah jenis tanah yang terdiri dari sejumlah lapisan. Di setiap lapisan tanah podsol kadang memiliki warna yang berbeda-beda. Adapun tanah podsol tersebut setidaknya terdiri dari 5 lapisan. Lapisan – lapisan tersebut bernama horison. Adapun horison dari tanah podsol diantaranya berikut ini :

1. Horizon O

Di dalam hutan ada banyak sekali tanah humus, horizon O tersebut lebih mengarah pada pembedaan humus tersebut. Lalu tanah humus tersebut dibagi lagi dari yang telah terjadi dekomposisi dan humus yang suah terjadi dekomposisi dalam padang rumput yang isinya hamparan rumput mati.

2. Horizon A1

Horizon A1 ini mempunyai tekstur yang lebih halus sampai seperti memiliki warna cokelat yang kelam sampai hitam dengan pengaruh dari adanya bahan – bahan organik.

3. Horizon A2

Horizon A2 tersebut adalah lapisan yang memiliki karakteristik berbentuk abu dengan warna pucat yang mempunyai struktur lempung dengan menepung. Lalu lapisan tersebut mengandung minyak, jika dipijat akan ada konkresi.

4. Horizon B

Horizon B tersebut dibagi dengan tegas secara horizon – horizon yang lain dengan ada di atasnya warna mencolok, yaitu warnanya coklat kelam sampai coklat biasa. Horizon tersebut memiliki tekstur dengan lebih halus dan juga struktur tiang yang akibatnya akan saling koagulasi A1 dan Fe dengan bermuatan positif yang bahan bahannya organik ini bermuatan negatif. Horizon tersebut kerap kali mengandung padas.

5. Horizon BC dan horizon C

Lapisan tanah podsol akan semakin ke bawah sehingga warnanya ini semakin mendekati dengan bahan induk dan juga semakin memiliki tekstur yang kasar. Di horizon tersebut, tanah mempunyai lapisan solum yang sangat dangkal yaitu antara 40 sampai dengan 100 cm dan horizon – horizon diatasnya (yaitu horizon A2 dan horizon B yang bisa secara jelas dilihat). Tanah podsol tersebut adalah tanah yang bisa kita lihat secara jelas dari warnanya. Warna tanah podsol tersebut ialah coklat pucat maupun dengan keputih – putihan samapi warnanya ini coklat kekuning kuningan.

Nah, itulah sejumlah pengertian tanah podsol, karakteristiknya, prosesnya, serta bahasan lainnya terlengkap. Tanah ini merupakan salah satu jenis tanah yang asing serta jarang untuk kita dengar namanya. Ya, tanah ini memang salah satu jenis tanah yang terdapat di indonesia. Tanah podsol banyak mengandung unsur A2 dan juga warnanya ini abu – abu pucat. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa membantu bagi pembaca yang belum mengenal tentang tanah podsol. Terima kasih.

Baca juga: