Pengertian Revolusi Industri – Proses, Latar Belakang Dan Akibatnya Lengkap

2 min read

Pengertian Revolusi Industri – Proses, Latar Belakang Dan Akibatnya Lengkap

Pengertian Revolusi Industri – Adalah perubahan yang sifatnya radikal dan cepat atas perkembangan manusia dalam membuat peralatan kerja, dalam menambah hasil produksi/industri. Revolusi Industri berjalan antara tahun 1750-1850 yang juga sudah berlangsung perubahan besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi dan juga mempunyai dampak yang sangat dalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.

Revolusi industri ini diawali dari Britania Raya (Inggris), selanjutnya menyasar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan tersebar ke seluruh dunia. Definisi revolusi industri ini adalah perubahan pada cara menghasilkan barang yang semuanya menggunakan tenaga manusia yang beralih ke tenaga mesin.

Proses Revolusi Industri

Pada akhir abad pertengahan, kota di Eropa berkembang menjadi pusat kerajinan dan juga perdagangan. Warga kota atau kaum borjuis adalah warga yang berjiwa bebas dan menjadi tulang punggung perekonomian kota. Mereka juga bersaing dengan bebas di dalam memajukan perekonomiannya.

Pertumbuhan kerajinan menjadi industri melalui beberapa proses, yaitu :

1. Domestic System

Proses ini dinamakan dengan tahapan kerajinan rumah atau home industry. Para pekerja akan melakukan pekerjaan di rumahnya masing-masing dengan alat yang dimiliki, kerajinan didapatkan dari pengusaha yang setelah selesai dikerjakan barulah disetorkan kepadanya.

Gaji pekerja diberikan sesuai dengan jumlah barang yang dikerjakan. Dengan metiode ini maka majikan yang memiliki usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi/hasilnya saja. Para majikan juga tak akan disibukkan dengan tempat kerja dan gaji.

2. Manufactur

Seiring dengan perkembangan kerajinan industri, maka dibutuhkan tempat khusus untuk bekerja agar majikan bisa mengawasi dengan baik dan bagaimana cara mengerjakan dan kualitas produksinya. Suatu manufaktur atau pabrik dengan banyaknya tenaga kerja yang dibuat sering berada di belakang rumah majikannya. Rumah di bagian tengah adalah untuk tempat tinggal dan di bagian depan adalah toko untuk menjual produknya.

Hubungan majikan dengan buruh lebih akrab karena tempat kerja yang tergabung menjadi satu, dan jumlah pekerjanya juga masih sedikit. Barang yang diproduksi juga masih berdasar pada pesanan.

3. Factory System

Pada proses pekerjaan industri ini dilakukan oleh mesin. Tempat pada daerah industri yang telah ditentukan, bisa di dalam atau luar kota. Tempat ini untuk bekerja, dan majikannya tinggal di tempat yang lain. Sama dengan toko tempat pemasaran hasil industri yang dilakukan di tempat lain. Jumlah tenaga kerjanya telah mencapai puluhan, bahkan bisa ratusan orang. Barang produksinya juga untuk dipasarkan.

Baca Juga :   Pengertian Komisi Nasional Indonesia Pusat (KNIP) – Anggota, Maklumat dan Sidangnya Lengkap

Latar Belakang Revolusi Industri

Menurut etimologinya, revolusi industri adalah perubahan besar, dengan cepat, dan radikal yang menjadikan kehidupan corak manusia lebih berpengaruh, biasa disebut dengan revolusi. Istilah revolusi industri pertama kali dikenalkan oleh Friedrich Engel’s dan Louis-Auguste Blanqui pada pertengahan abad ke-19. Untuk tanggal kapan dimulainya revolusi industri tidak mempunyai kejelasan, tetapi T.S Ashton mencatatat awal mula revolusi industri terjadi sekitar tahun 1760-1830.

Revolusi ini kemudian terus berkembang dan terjadi puncaknya di pertengahan abad ke-19 yaitu sekitar tahun 1850, pada saat kemajuan teknologi dan ekonomi memperoleh momentum dengan perkembangan mesin tenaga uap, rel, dan di akhir abad itu berkembang mesin kombusi dalam dan juga mesin pembangkit tenaga listrik.

Latar belakang revolusi industri diantaranya yaitu :

  1. Adanya penemuan baru pada bidang teknologi seperti alat pemintal, mesin uap, dan mesin tenun.
  2. Terdapat banyak tambah yang dihasilkan oleh negara Inggris, hasil tambang itu antara lain biji besi, batu bara, kaolin, dan timah.
  3. Kondisi politik di Britania Raya (Inggris) yang stabil, menjadikan raja mematuhi peraturan perundang-undangan.
  4. Inggris mempunyai banyak modal, modal itu didapat dari bidang pelayaran dan perdagangan.
  5. Pengaruh dari revolusi agrasia di pedesaan.
  6. Pemerintah Britania Raya memberikan perlindungan hukum atas hasil penemuan baru atau dapat disebut dengan hak paten.

Akibat Revolusi Industri

Bidang Sosial

Adanya urbanisasi secara besar-besaran dengan pusat pekerjaan yang pindah ke kota. Para buruh tani pergi ke kota untuk menjadi buruh pabrik. Kota besar menjadi sangat padat dan juga semakin sesak, para pekerjanya juga hidup berjejal pada tempat tinggal yang kumuh dan juga kotor.

Bidang Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, pengaruh revolusi industri muncul pembangunan daerah-daerah industri yang dijalankan secara besar-besaran. Revolusi industri juga berdampak pada munculnya kota-kota industri seperti Manchester, Liverpool, dan Birmigham.

Bidang Politk

Akibat revolusi industri, berdampak pada bidang politik antara lain yaitu:

  • Timbul kaum borjuis karena kemajuan industri melahirkan orang-orang kaya baru yang bisa jadi dari pengusaha industri.
  • Tumbuh rasa demokrasi dan nasionalisme.
  • Timbul imperialisme modern.
  • Berkembangnya liberalisme yang awalnya hanya berkembang di Inggris ketika berlangsung Revolusi Agraria dan Revolusi Industri.

Demikianlah Pengertian Revolusi Industri yang disertai juga dengan proses, latar belakang dan juga akibatnya secara lengkap. Semoga dapat dipahami dan menambah pengetahuan anda.

Baca Juga :