Pengertian Ovarium – Struktur Anatomi Dan Fungsinya Lengkap

Posted on

Pengertian Ovarium – Struktur Anatomi Dan Fungsinya Lengkap

Fungsi Ovarium – Ovarium atau yang biasa disebut indung telur adalah salah satu organ reproduksi wanita yang berfungsi dalam memproduksi sel telur serta hormon. Setiap wanita memiliki dua buah ovarium, di sebelah kanan dan kiri pinggul. Bentuk ovarium oval dengan ukuran panjang yaitu 4 cm, lebar 3 cm serta diameter sekitar 2 cm. Warna ovarium pada umumnya yaitu abu kemerahan dengan struktur permukaan yang tidak rata.

Struktur Anatomi Dan Bagian Ovarium

1. Bagian Permukaan
Adalah bagian paling luar dari ovarium yang terdiri dari epitel kuboid selapis atau epitel germinal.

2. Korteks
Adalah bagian yang letaknya setelah permukaan, beberapa bagian korteks tersusun atas jaringan ikat. Korteks adalah tempat ditemukannya sel folikel dan juga oosit.

3. Medulla
Adalah bagian paling dalam dari ovarium yang tersusun atas jaringan neorovaskular.

Fungsi Ovarium

Fungsi Ovarium Sebagai Organ Reproduksi

Setiap ovarium tentu akan mengalami perkembangan pada sel telurnya. Pada proses ini, sel telur akan disertai dengan beberapa kelompok sel yaitu sel folikel. Yang merupakan jenis sel yang mengandung cairan pada tempat tumbuhnya sel telur.

Perkembangan sel folikel kemudian akan dirangsang oleh hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH). Dari masa embrio, telah terjadi perkembangan oogonium menjadi oosit, sedangkan oosit tidak akan berkembang menjadi sel ovum matang sampai dimulainya masa pubertas.

Setelah memasuki masa pubertas, ovum yang sudah matang akan dilepaskan oleh sel folikel lalu dikeluarkan oleh ovarium ke uterus/rahim. Sel ini siap dibuahi oleh sperma. Namun jika sel telur ini berhasil dibuahi sperma, hasil pertemuan keduanya adalah hasil pembuahan yang akan tumbuh serta berkembang di uterus/rahim lalu menjadi embrio.

Fungsi Uterus Sebagai Kelenjar Endokrin

Peran lainnya dari ovarium ini adalah sebagai kelenjar endokrin. Ovarium dapat menghasilkan dua hormon, yang dimana keduanya berfungsi penting dalam menjaga kesehatan reproduksi serta kesuburan. Hormon itu yaitu hormon estrogen dan hormon progesteron.

Hormon Estrogen

Adalah hormon seks yang utama yang menjadi perkembangan seksual serta reproduksi. Dari kimianya, estron mengarah pada hormon yang tersusun atas estrone, estradiol, estiol. Fungsi dari hormon estrogen untuk wanita adalah :

  1. Memberi rangsangan pada perkembangan organ seks sekunder, seperti misalnya pertumbuhan payudara, rambut kemaluan dan ketiak.
  2. Mengatur siklus menstruasi serta mengendalikan pertumbuhan dinding rahim selama periode menstruasi berlangsung.
  3. Membantu pembentukan tulang dan pembekuan darah.
  4. Dapat memengaruhi kulit, rambut, selaput lendir dan otot panggul.
Baca Juga :   Cara Kerja Usus Besar Pada Sistem Pencernaan Manusia Terlengkap

Hormon Progresteron

Adalah hormon yang tergolong dalam steroid yang fungsinya berhubungan dengan siklus menstruasi, kehamilan dan perkembangan embrio. Fungsinya yaitu :

  1. Mengubah dinding endometrium rahim untuk mempersiapkan tempat yang nyaman untuk pertumbuhan janin.
  2. Menurunkan respon kekebalan tubuh wanita selama terjadi proses pembuahan untuk menyiapkan kehamnilan.
  3. Bekerja sama dengan hormon prolaktin untuk mematangkan payudara supaya dapat memproduksi asi.
  4. Meningkatkan gairah seksual pada wanita
  5. Membantu perkembangan saraf otak dan memiliki peran dalam perlindungan dan juga pemulihan cedera jaringan otak dari kerusakan.

Pengaruh Usia Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Ovarium (Indung Telur)

Pada saat seorang wanita lahir ada sekitar 1-2 juta oosit pada ovariumnya, tapi hanya sekitar 500 saja yang akan mengalami ovulasi. Sisanya tak bisa dipakai atau bahkan mati sendiri. Seiring dengan bertambahnya usia, oosit ini akan semakin sedikit. Karena di masa menstruasi sel yang tak dibuahi akan keluar dari tubuh. Dan pada saat sel itu habis, seorang wanita akan mengalami masa menopouse. Yaitu masa dimana ia tidak lagi mendapat menstruasi.

Gangguan Dan Penyakit Pada Ovarium

Kista Ovarium

Adalah adanya kantung yang mengandung cairan atau kista di dalam atau di permukaan ovarium. Kista sering hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, tapi jika tidak hilang maka akan timbul komplikasi.

Beberapa kista tidak menimbulkan gejala apapun. Dalam beberapa kasus, gejala dari kista ini adalah menstuasi tidak teratur, nyeri ketika berhubungan seksual atau buang air besar tidak teratur. Secara umum, kista juga bisa sembuh sendiri. Namun jika tidak sembuh maka harus diatasi dengan menggunakan pil kb atau dengan operasi.

Kanker Ovarium

Adalah jenis kanker yang sering tidak terdeteksi, hingga akhirnya sudah menyebar ke bagian panggul dan perut. Di stadium akhir, kanker ovarium lebih sulit diobati serta bisa mengakibatkan hal yang fatal. Biasanya tak ada gejala di awal pada kanker ini. Tahapan lanjutnya dikaitkan dengan beberapa gejala, tetapi gejalanya tidak spesifik. Misalnya kehilangan nafsu makan atau menurunnya berat badan. Dalam mengobati kanker ini bisa dengan operasi/kemoterapi.

Demikianlah Fungsi Ovarium yang disertai dengan pengertian dan strukturnya secara lengkap. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua dan bisa menambah pengetahuan anda.

Baca Juga :