Pengertian Manajemen Kelas – Tujuan Dan Prinsipnya Lengkap

2 min read

Pengertian Manajemen Kelas – Tujuan Dan Prinsipnya Lengkap

Manajemen Kelas – Adalah upaya guru dalam penataan dan juga pengaturan kelas yang dimulai dari perencanaan kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas, pemantauan kemajuan siswa dan mengantisipasi masalah-masalah yang timbul dikelas.

Pengertian lainnya yaitu ketetapan serta prosedur yang diperlukan untuk terciptanya dan pemeliharaan lingkungan, di tempat terjadinya aktivitas belajar mengajar. Manajemen kelas juga bisa diartikan sebagai perangkat tingkah laku serta aktivitas guru yang diarahkan untuk menarik tingkah laku siswa yang wajar, pantas dan layak dan juga upaya untuk meminimalkan gangguan (Hasri, 2009:41).

Pengertian Manajemen Kelas Menurut Para Ahli

  1. Pengertian manajemen kelas menurut Suhardian dkk adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan, dan juga dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau bisa juga disebut dengan manajemen kelas yang menjadi usaha sadar, dalam mengatur aktivitas proses belajar mengajar dengan cara sistematis.
  2. Pengertian manajemen kelas menurut Sulistiyirini adalah proses atau usaha yang dilakukan oleh seorang guru dengan sistematis, dalam menciptakan serta mewujudkan kondisi kelas yang dinamis serta kondusif dalam rangka menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.
  3. Pengertian manajemen kelas menurut Djamarah adalah upaya dalam memberdayagunakan potensi kelas yang ada, seoptimal mungkin untuk mendukung proses literasi edukatif dalam mencapai tujuan pembelajaran.
  4. Pengertian manajemen kelas menurut Arikunto adalah usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab, dalam kegiatan belajar mengajar atau yang membantu yang tujuannya yaitu supaya tercapai kondisi yang optimal, hingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diinginkan.
  5. Pengertian manajemen kelas menurut Nawawi adalah kemampuan guru/wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas, dalam bentuk pembentukan kesempatan seluas-luasnya pada setiap personal dalam melakukan kegiatan yang kreatif dan terarah. Hingga waktu dan dana yang tersedia bisa dimanfaatkan dengan efisien dalam melakukan kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum serta perkembangan murid.

Tujuan Manajemen Kelas

Adalah menyediakan fasilitas untuk segala macam aktivitas belajar siswa, di dalam lingkungan sosial, emosional dan juga intelektual di dalam kelas. Fasilitas yang disediakan memungkinkan para siswa belajar dan juga bekerja, adanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, pengembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi kepada siswa. (Djamarah dan Zain, 2010:178).

Baca Juga :   Isi Perjanjian Tuntang

Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas

Menurut Muhaimin (2002:137-144) Manajemen kelas memiliki beberapa prinsip yang harus menjadi perhatian sebagai syarat membuat satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu :

Prinsip Kesiapan (Readyness)

Adalah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, intelegensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang paten, motivasi, presepsi, dan faktor-faktor lain yang menjadikan mungkin seseorang bisa belajar.

Prinsip Movitasi (Motivation)

Adalah tenaga yang mendorong/menarik dan menjadikan adanya perilaku ke arah/tujuan tertentu. Adanya motivasi dari peserta didik maka akan bersungguh-sungguh dalam menunjukkan minat, memiliki perhatian dan rasa ingin tahu yang kuat untuk berpartisipasi dalam aktivitas belajar, berupaya dengan keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melaksanakan aktivitas tersebut dan juga terus bekerja hingga tugas-tugas tadi terlesaikan.

Prinsip Perhatian

Adalah strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu orientasinya pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri terhadap aspek-aspek yang relevan, dan mengesampingkan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran ini terdapat faktor yang pengaruhnya besar.

Prinsip Persepsi

  • Semakin baik persepsi tentang sesuatu maka mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu itu.
  • Didalam pembelajaran harus menghindari persepsi yang salah sebab hal ini akan menimbulkan pengertian yang salah juga pada peserta didik mengenai apa yang dipelajari.
  • Dalam pembelajaran harus diusahakan berbagai sumber belajar yang bisa mendekati benda nyata sehingga peserta diik mendapatkan persepsi yang sangat akurat.

Persepsi Retensi

Adalah apa yang harus ditinggal dan dapat diingat lagi sesudah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi yang membuat apa yang telah dipelajari dapat bertahan/tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif serta dapat diingat lagi apabila diperlukan. Maka dari itu retensi menjadi penentu hasil yang diperoleh peserta didik di dalam proses belajar mengajar.

Prinsip Transfer

Adalah proses sesuatu yang pernah dipelajari yang dapat berpengaruh pada proses mempelajari sesuatu yang baru. Sehingga transfer ini artinya pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru saja dipelajari. Pengetahuan/keterampilan yang diberi di sekolah selalu diasumsikan/diinginkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami, di dalam kehidupan atau dalam pekerjaan yang nantinya akan dihadapi.

Begitulah pengertian Manajemen Kelas  yang disertai dengan tujuan dan juga prinsipnya secara lengkap. Semoga dapat dipahami dengan baik dan memberi manfaat bagi anda semua.

Baca Juga :