Pengertian Kualitas Audit – Pengukuran Dan Indikatornya Lengkap

Posted on

Pengertian Kualitas Audit – Pengukuran Dan Indikatornya Lengkap

Kualitas Audit – Adalah seluruh kemungkinan yang dimana auditor menemukan pelanggaran pada sistem klien akuntansi, ketika sedang mengaudit laporan keuangan klien serta memberikan laporan dalam laporan keuangan keuangan audit. Dalam melaksanakan tugasnya, auditor harus selalu berpegang pada pedoman standar auditing dan juga kode etik akuntan publik yang relevan.

Definisi kualitas audit adalah karakteristik/gambaran praktik serta hasil audit menurut standar auditing dan standar pengendalian mutu, yang menjadi jalannya tugas dan tanggung jawab profesi auditor. Kualitas audit ini berhubungan dengan seberapa baik suatu pekerjaan diselesaikan, daripada kriteria yang telah ditetapkan.

Pengertian Kualitas Audit Menurut Para Ahli

  1. Definisi kualitas audit menurut Simanjuntak adalah hasil yang dicapai seseorang subjek/objek, untuk tingkat kepuasan. Yang memunculkan hasrat subjek/objek dalam menilai kegiatan tertentu.
  2. Definisi kualitas audit menurut Watkins et al adalah adanya kemungkinan, yang dimana auditor akan menemukan serta melaporkan salah satu saji material dalam laporan keuangan klien. Berdasarkan Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP), audit yang dilaksanakan dengan baik disebut berkualitas baik bila memenuhi ketentuan atau standar pengauditan.
  3. Definisi kualitas audit menurut Liu dan Wang adalah probabilitas bahwa auditor bahwa auditor tak akan melaporkan laporan audit dengan opini yang wajar tanpa pengecualian, untuk laporan keuangan yang mengandung kekeliruan material.
  4. Definisi kualitas audit menurut De Angelo adalah kemungkinan (joint probality), yang dimana auditor akan menemukan serta melaporkan pelanggaran pada sistem akuntansi kliennya.

Indikator Pengukuran Kualitas Audit

Wooten (2003) menyatakan, indikator yang dipakai untuk pengkuran kualitas audit antara lain yaitu :

Baca Juga :   Pasiva : Pengertian, Rumus, Pengelompokan dan Jenisnya Secara Lengkap

Deteksi Salah Saji

Auditor harus mempunyai sikap skeptis yang profesional, yaitu sikap yang meliputi pikiran yang terus mempertanyakan serta melakukan evaluasi krisis bukti audit. Salah saji ini bisa terjadi akibat adanya kekeliruan/kecurangan.

Jika laporan keuangannya salah dan berdampak secara individual/keseluruhan yang cukup sinifikan, menyebabkan laporan keuangan itu tak ditunjukkan dengan wajar pada semua hal yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan.

Kesesuaian dengan Standar Umum yang Berlaku

Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) merupakan pedoman yang menjadi acuan dan telah ditetapkan sebagai ukuran mutu yang wajib dipatuhi oleh akuntan publik dalam pemberian jasanya (UU No. 5 Tahun 2011). Auditor bertanggung jawat untuk mematuhi standar auditing yang ditentukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Aturan Etikan Kompartemen Akuntan Publik mewajibkan anggota Ikatan Akuntan Indonesia yang sedang praktik sebagai auditor untuk patuh pada standar auditing apabila berhubungan dengan audit terhadap laporan pemeriksaan atau laporan audit.

Pengukuran Kualitas Audit

Menurut Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia No. 01 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN), pengukuran kualitas audit harus berdasar kepada hal-hal dibawah ini. Diantaranya sebagai berikut :

Kualitas Proses (Keakuratan temuan audit, sikap skeptisme)

Besarnya manfaat yang didapatkan dari pekerjaan pemeriksaan tak terletak pada pertemuan, pemeriksaan tak terletak pada temuan pemeriksaan sebagai laporan/rekomendasi atau yang dibuat dan terletak pada efektifitas penyelesaian yang ditempuh entitas yang diperiksa. Audit harus melakukan dengan cermat, sesuai prosedur, sambil terus mempertahankan sikap skeptisme.

Kualitas Hasil (Nilai rekomendasi, kejelasan laporan, manfaat audit)

Manajemen entitas yang diperiksa memiliki tanggung jawab dalam tindak lanjut rekomendasi dan juga membuat serta memelihara proses, dan sistem informasi untuk memantau status tindak lanjut atas rekomendasi pemeriksaan.

Kualitas tindak lanjut hasil audit

Pemeriksa harus merekomendasikan agar manajemen memantau status tindak lanjut pada rekomendasi pemeriksa. Perhatian terus menerus pada temuan pemeriksaan yang material dan rekomendasi bisa membantu pemeriksa dalam memberi jaminan terwujudnya manfaat pemeriksaan yang dijalani.

Itulah pembahasan lengkap tentang Kualitas Audit yang mencakup pengertian, pengukuran dan juga indikatornya. Semoga artikel ini berguna untuk anda semua, dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda.

Baca Juga :