Bejana Berhubungan : Pengertian, Fungsi, dan Rumus Serta Contoh Dalam kehidupan Sehari-hari

Posted on
Bejana Berhubungan : Pengertian, Fungsi, dan Rumus Serta Contoh Dalam kehidupan Sehari-hari
2.7 (53.33%) 6 vote[s]

Pengertian, Fungsi, dan Rumus Serta Contoh “Bejana Berhubungan” Dalam kehidupan Sehari-hari

Bejana ini berhubungan erat dengan ilmu fisika dan kimia, dan kerap digunakan untuk penelitian atau percobaan laboratorium terutama yang berhubungan dengan zat cair. Berikut ini akan dijelaskan mengenai bejana berhubungan yang meliputi tekanan hidrostatis, sifat, dan rumus terkait.

Tekanan Hidrostatis

Bejana Berhubungan merupakan bejana atau wadah serupa tabung, yang memiliki tiga atau lebih cabang namun antara satu cabang dengan yang lainnya tidak memiliki sekat atau berhubungan. Bejana ini apabila dimasukkan air dari sisi lubang manapun, walaupun bentuk bejana yang berhubungan tersebut tidak sama, namun permukaan air akan tetap datar. Hal tersebut dapat terjadi sebagai akibat dari tekanan hidrostatis.

Dalam hitungan fisika, tekanan hidrostatis dapat dirumuskan sebagai berikut ini:

Rumus Bejana Berhubungan

1. P = s h

2. P = ρ g h

3. P1 = p2

4. ρ1 × g × h1 = ρ2 × g × h2

Keterangan :

P = tekanan hidrostatis ( N/m2 atau dn/cm2 )

s = berat jenis zat cair ( N/m2 atau dn/cm2 )

h = jarak dari dasar menuju permukaan zat cair ( cm atau m)

ρ = massa jenis zat cair ( Kg/m3 atau g/cm3 )

g = percepatan gravitasi bumi ( N/kg )

Contoh soal :

1.Diketahui pada pipa berbentuk U. diisi dengan air yang memiliki massa jenis 2000 kg/m3. Tidak lama kemudian Adi memasukkan jenis zat cair lain sampai isinya bertambah 10 cm. Jika ketinggian permukaan zat cair sekitar 1 cm, berapakah massa jenis zat cair yang Adi masukkan tadi?

Baca Juga :   Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Kekekalan Energi Lengkap Dengan Contoh Soalnya

Penyelesaian :

ρ1 · h1 = ρ2 · h2

ρ1 × 0,1 m = 2.000 kg/m3 × 9 × 10-2 m

ρ1 = 1800 kg/m3

Jadi, massa jenis dari zat cair yang Adi masukkan tadi adalah 1800 kg/m3.

Asas / Sifat Bejana Berhubungan dan Ketidakberlakuannya

Azas utama dari bejana ini ialah apabila besar antara massa jenis dan zat cair itu sama, maka saat dituang ke dalam bejana, maka permukaannya akan memiliki tinggi yang sama. Azas dan sifat ini tidak akan berlaku, apabila:

1. Kondisi bejana yang sedang tertutup, salah satu atau pun semuanya. Seharusnya bejana dalam kondisi terbuka.

2. Jika terdapat pipa kapiler di dalam bejana, maksudnya adalah pipa kecil yang berpotensi meluapkan air melebihi salah satu sisi bejana.

3. Zat cair yang dimasukkan mempunyai massa jenis yang tidak sama.

4. Apabila zat cair yang terdapat pada bejana digoncangkan, digerakkan dengan sengaja, dan permukaan benda tempat meletakkan bajana tidak rata.

Pengaplikasian Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari sifat dari bejana yang berhubungan ini banyak dimanfaatkan, diantaranya adalah :

1. Tukang bangunan yang memanfaatkan konsep ini sebagai alat ukur dalam membuat garis lurus pada saat akan melakukan pemasangan ubin.

2. Pembuatan teko, biasanya para pembuat teko harus membuat mulut teko lebih tinggi dari wadah airnya, sehingga tidak akan mudah tumpah.

Baca Juga :