Pengertian dan Proses Siklus Air (Hidrologi) Terlengkap

Posted on
Pengertian dan Proses Siklus Air (Hidrologi) Terlengkap
5 (100%) 1 vote

Gambar Siklus air merupakan proses yang didukung energi matahari, dengan menggerakan air diantara lautan, langit, serta tanah. Air juga termasuk senyawa gabungan antara dua atom hidrogen sehingga satu atom oksigen jadi H20. Air juga bisa berbentuk padat, gas dan cair. Air berbentuk padat apabila didinginkan hingga 0 °C serta mendidih dalam suhu 100 °C.

Pengertian dan Proses Siklus Air (Hidrologi)

Tak hanya itu saja, air sangat penting bagi kehidupan manusia. Sangat pentingnya air bagi tubuh, tanpa air, manusia tidak bisa bertahan hidup. Supaya air tersebut bisa dimanfaatkan bagi keperluan rumah tangga, pabrik, kantor, maupun tempat-tempat lain, harus memenuhi syarat-syarat diantaranya air harus tak berwarna, tak berbau, serta tawar (tak berasa).

Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, manusia bisa mengambil air dari sumber sumber seperti sungai, danau, maupun mengambil dari dalam tanah yakni membuat sumur.

Permukaan bumi sebagian besar merupakan wilayah perairan yakni sebesar 70%. Adapun lapisan air peyelimut permukaan bumi dapat disebut dengan hidrosfer. Permukaan hidrosfer bisa meliputi lautan, samudra, sungai, danau, salju, air tanah, gletser, atau uap air pada atmosfer. Jumlah air yang ada di permukaan bumi selalu tetap walaupun berubah bentuknya. Dari bentuk cair hingga menjadi uap air, lalu kembali menjadi bentuk cair lagi.
Tak hanya itu saja, air juga mengalir melalui daur air yang telah berjalan secara sempurna. Pada daur air tersebut, air jatuh pada permukaan bumi yang berasal dari atmosfer lalu kembali ke atmosfer.

Pada air laut yang sudah terkena panas Matahari nantinya menguap ke atmosfer. Selanjutnya uap air pada atmosfer akan mengalami kondensasi jadi titik-titik air lalu jatuh ke bumi menjadi hujan. Semua hujan yang telah jatuh ke bumi terdapat 1 yang mengalir pada sungai lalu kembali ke laut. Sedangkan sisanya akan meresap di dalam tanah.
Nah, air tanah tersebut kemudian jadi sumber mata air untuk menjaga kelestarian sungai hingga akhirnya kembali ke laut. Itulah yang dimaksud dengan pergerakan air atau siklus air.

Siklus Air

Adapun siklus air bisa dibedakan menjadi tiga jenis, yakni siklus pendek, lalu siklus sedang, serta siklus panjang.
Siklus pendek, terjadi jika uap air laut telah mengalami kondensasi saat diatas laut lalu jatuh menjadi hujan serta kembali lagi ke laut.

Siklus sedang, dapat terjadi bila uap air laut tersebut mengalamai kondensasi sehingga membentuk awan dan terbawa angin untuk menuju daratan sehingga jatuh sebagai air hujan. Kemudian curahan hujan tersebut sebagian akan meresap di dalam tanah, danau, sungai, serta kembali ke laut lagi.

Baca Juga :   Bejana Berhubungan : Pengertian, Fungsi, dan Rumus Serta Contoh Dalam kehidupan Sehari-hari

Siklus panjang, terjadi jika uap air laut akan dibawa angin dan menuju daratan sampai pegunungan tinggi, berubah jadi kristal-kristal es ataupun salju, lalu jatuh menjadi hujan es ataupun salju berbentuk gletser, sehingga masuk ke sungai serta kembali lagi ke laut.

AKTIVITAS SIKLUS AIR

1. Evaporasi

Proses evaporasi ialah proses perubahan zat cair jadi uap air. contohnya ialah evaporasi yang berasal dari air sungai, laut dan danau. Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi evaporasi diantaranya:

  • Faktor meteorologis yang terdiri dari suhu air, kelembapan, suhu udara/atmosfer, kecepatan angin, sinar matahari (radiasi), dan tekanan udara.
  • Faktor banyaknya air, contohnya ialah penguapan yang terjadi pada permukaan tanah jenuh air beda dengan bagian permukaan tanah yang tak jenuh air.

2. Transpirasi

Berikutnya adalah transpirasi ialah penguapan air oleh tumbuh-tumbuhan lewat pori-pori daun atau stomata. Sedangkan faktor- faktor yang bisa mempengaruhi proses transpirasi tersebut ialah:

  • Faktor meteorologis, yaitu sinar Matahari. Dikarenakan transpirasi yang berlangsung ketika siang hari, sementara pada malam hari bagian stomata pada tumbuhan tertutup.
  • Jenis tumbuh-tumbuhan, yakni yang berkaitan dengan ukuran dari stomata maupun kandungan air yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan.
  • Jenis tanah, yakni kondisi kelembapan tanah yang membatasi persediaan air kebutuhan tumbuh-tumbuhan itu sendiri.

3. Evapotranspirasi

Berikutnya adalah evapotranspirasi yakni kombinasi diantara evaporasi dengan transpirasi.

Yang dimaksud dengan evapotranspirasi potensial ialah evapotrans-pirasi yang tengah terjadi jika tersedia air yang cukup dari presipitasi ataupun irigasi. Proses evapotranspirasi potensial juga sangat penting sebagai perkiraan keperluan irigasi.

Evapotranspirasi aktual ialah evapotranspirasi yang dapat terjadi sesungguhnya, yakni dengan keadaan pemberian air seadanya. Proses evapotrans-pirasi aktual dapat menjadi kecil jika jumlah air yang sudah tersedia bagi tanaman berkurang.

4. Kondensasi

Yang dimaksud dengan kondensasi ialah proses perubahan wujud yang berasal dari bentuk uap air jadi titik-titik air.

5. Sublimasi

Yang dimaksud dengan sublimasi ialah perubahan wujud gas menjadi wujud padat, misalnya perubahan uap air jadi salju.

6. Infiltasi

Merupakan peresapan air di dalam tanah lewat pori-pori tanah.

7. Presipitasi

Merupakan segala materi yang telah dicurahkan dari atmosfer menuju permukaan bumi berbentuk cair atau berupa hujan ataupun bentuk padat (salju).

Itulah pembahasan lengkap mengenai gambar siklus air secara lengkap. Semoga bermanfaat.

Baca juga: