Pengertian dan Jenis-Jenis Lembaga Keuangan di Indonesia dengan Penjelasan Terlengkap

Posted on
Pengertian dan Jenis-Jenis Lembaga Keuangan di Indonesia dengan Penjelasan Terlengkap
3 (60%) 2 votes

Mengenal lembaga keuangan di indonesia dan jenis jenisnya memang sangat penting. Karena lembaga keuangan adalah badan usaha yang bergerak di bidang keuangan dengan penyediaan layanan jasa penyimpanan, peminjaman dana, atau penyaluran dana untuk para nasabahnya, dan juga asuransi hingga berbagai bentuk tabungan.

Pengertian dan Jenis-Jenis Lembaga Keuangan di Indonesia

Berikut ini penjelasan untuk mengenal lembaga keuangan di Indonesia dan jenis jenisnya.

Pengertian Lembaga Keuangan

Pada umumnya lembaga keuangan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, menyalurkan dana, menghimpun dana, ataupun keduanya. Selain itu, sesuai UU Perbankan No.14/1967, pada pasal 1 ayat b juga menyatakan jika Lembaga Keuangan ialah Seluruh badan yang melakukan aktivitas aktivitas dibidang keuangan yakni menghimpun dana & menyalurkannya ke masyarakat.

Jadi, kegiatan utama dari lembaga keuangan ialah membiayai permodalam sebuah usaha atau menampung uang sementara waktu yang masih belum digunakan pemiliknya. Sementara itu, lembaga keuangan yang ada di Indonesia dapat dibagi menjadi 2 bagian yakni lembaga keuangan Bank dengan lembaga keuangan bukan Bank.

Jenis-jenis Lembaga Keuangan di Indonesia

Bentuk dari lembaga keuangan yang ada di Indonesia tersebut adalah Lembaga Keuangan Bank atau LKB kemudian yang kedua adalah Lembaga Keuangan Bukan Bank atau (LKBB). Melihat kedua bentuk tersebut, terdapat perbedaan fungsi dan tujuan masing masing. Berikut ini penjelasannya.

1. Lembaga Keuangan Bank (LKB)

Bentuk lembaga keuangan pertama adalah LKB atau lembaga keuangan bank. Lembaga ini akan memberi jasa-jasa keuangan serta menarik dana masyarakat dengan langsung. LKB juga sering disebut sebagai depository intermediary. Selanjutnya lembaga keuangan bank akan menghimpun dana langsung dari masyarakat berbentuk simpanan berupa Giro, tabungan ataupun Deposito berjangka yang telah diterima penabung ataupun unit surplus.
Menurut fungsinya, lembaga keuangan bank dapat dibedakan kedalam beberapa jenis, diantaranya.

Bank Sentral

Jenis yang pertama adalah Bank Sentral yang dipegang dan dilaksanakan Bank Indonesia. Adapun tujuan utama dari Bank Indonesia yang berpean sebagai bank sentral ialah untuk mencapai serta memelihara kestabilan mata uang atau nilai rupiah. Tugas bank sentral ialah menetapkan dan juga melaksanakan kebijakan moneter, kemudian mengatur serta menjaga lancarnya sistem devisa maupun mengatur/ mengawasi bank.

Bank Umum

Jenis yang kedua adalah bank umum. Yakni bank yang menghimpun dana masyarakat berbentuk giro, deposit jangka panjang maupun tabungan. Selain itu, bank umum juga menawarkan pinjaman serta jasa lalu lintas bayar di bidang keuangan pada masyarakat. Sehingga dengan kata lain, tugas bank umum ialah melayani masyarakat.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Selanjutnya adalah Bank Perkreditan Rakyat atau biasa disebut dengan BPR. Jenis bank ini menerima simpanan masyarakat Cuma dengan bentuk deposit berjangka, kemudian tabungan dan bentuk lain yang sama serta memberi pinjaman untuk masyarakat.

2. Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

Untuk lembaga keuangan bukan bank atau LKBB, termasuk badan usaha yang bergerak di bidang keuangan secara langsung maupun tidak langsung dalam menghimpun dana, kemudian menyalurkannya kepada masyarakat untuk membiayai investasi perusahaan. Sementara itu, LKBB dibagi kedalam 3 bentuk yakni lembaga keuangan kontraktual, kemudian lembaga keuangan investasi, serta lembaga keuangan pembiayaan.
Bentuk yang pertama adalah lembaga keuangan kontraktual yang merupakan lembaga keuangan bertugas menarik dana masyarakat disertai penawaran kontrak agar melindungi penabung dari resiko ketidak pastian, misalnya polis asuransi, ataupun program pensiun.

Baca Juga :   Pengertian Antropologi Menurut Para Ahli Beserta Definisinya Lengkap

Bentuk yang kedua adalah lembaga keuangan investasi contohnya perusahaan efek, serta reksadana. Kemudian lembaga keuangan bukan bank bisa berbentuk perusahaan modal ventura serta perusahaan pembiayaan atau (Finance Company) yang akan menawarkan jasa pembiayaan untuk sewaguna usaha, pembiayaan konsumen, piutang, maupun kartu kredit.

Jenis-Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank

Lembaga keuangan bukan bank juga terdiri dari beberapa jenis seperti dibawah ini.

a. Pasar Modal

Jenis yang pertama adalah pasar modal yang termasuk tempat pertemuan untuk melakukan transaksi pencari dana (emitem) dan para penanam modal atau (investor). Disini juga memperjual belikan efek-efek contohnya saham dan juga obligasi yang nantinya akan diukur dari waktu modal tersebut di transaksikan. Sementara yang di perjual belikan disini adalah modal jangka panjang.

b. Pasar Uang

Selanjutnya adalah pasar uang dimana pasar ini adalah tempat memperoleh dana maupun investasi dana. Tidak sama dengan pasar modal, disini yang ditawarkan hanya berjangka pendek sementara di pasar modal merupakan jangka panjang. Di pasar uang, transaksinya lebih banyak dilakukan menggunakan media elektronika, jadi nasabah tak perlu langsung berkunjung kesini.

c. Koperasi Simpan Pinjam

Selanjutnya adalah koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang menghimpun uang dari para anggotanya lalu menyalurkan dana tersebut untuk para anggota koperasi serta masyarakat umum. Sementara itu, anggota koperasi juga menyimpan sementara uang mereka di koperasi sebelum menggunakannya. Lalu disini akan dipinjamkan untuk anggota lain yang memerlukan dana ataupun dipinjamkan untuk masyarakat umum.

d. Perusahaan Pegadaian

Yang dimaksud perusahaan pegadaian ialah lembaga keuangan yang didalamnya menyediakan fasilitas pinjaman dan memberi jaminan tertentu. Pihak yang menggadaikan memberi jaminan dan pihak pegadaian akan menaksir barang jaminan tersebut sebesar dana yang dipinjamkannya. Besarnya nilai barang yang digadaikan juga akan mempengaruhi besarnya uang yang di pinjamkan.

e. Perusahaan Leasing

Perusahaan leasing adalah perusahaan yang menekankan untuk pembiayaan barang-barang yang diinginkan nasabahnya. Pembayarannya juga sesuai dengan kesepakatan bersama. Misalnya saja, jika anda ingin membeli handphone secara kredit, maka pembayarannya akan ditutup pihak leasing. Kemudian anda akan melakukan pembayaran kredit di leasing tersebut. Perusahaan leasing kebanyakan bergerak di bidang pembiayaan barang-barang keperluan modal.

f. Perusahaan Kartu Plastik

Selanjutnya adalah Perusahaan menerbitkan kartu plastik ataupun kartu kredit sehingga bisa digunakan menjadi pengganti uang tunai. Fungsinya ialah bisa digunakan dalam pembayaran berbagai keperluan. Kartu plastik bisa diterbitkan bank ataupun lembaya pembiayaan lain.

g. Dana Pensiun

Dana pensiun juga termasuk lembaga keuangan bukan bank yang dikelola perusahaan. Tugasnya adalah mengelola dana pensiun perusahaan pemberi kerja ataupun perusahaan itu sendiri. Adapun perusahaan yang bisamengelola dana tersebut ialah bank ataupun perusahaan lain.
Dana pensiun dihimpun dari iuran gaji karyawan yang dipotong lalu dana yang terkumpul nantinya diusahakan lagi dengan cara menginvestasikannya di berbagai sektor menguntungkan.

h. Perusahaan Modal Ventura

Memang perusahaan modal ventura adalah perusahaan baru yang ada di Indonesia. perusahaan tersebut adalah perusahaan dari pembiayaan perusahaan-perusahaan yang bisnisnya mengandung resiko tinggi. Sebab pada perusahaan modal ventura kebanyakan memberi pembiayaan berbentuk kredit tanpa jaminan atau yang biasa tidak dilayani lembaga keuangan lain.

i. Perusahaan Anjak Piutang

Selanjutnya adalah perusahaan anjak piutang ataupun yang bisa disebut dengan factoring adalah perusahaan yang bertugas mengambil alih pembayaran kredit perusahaan. Caranya mengambil kredit bermasalah dari perusahaan lain maupun bisa juga mengelola penjualan kredit pihak perusahaan yang memerlukannya.

j. Perusahaan Asuransi

Lembaga berikutnya adalah perusahaan asuransi yang bergerak pada usaha pertanggungan serta setiap nasabahnya akan dikenakan polis asuransi. Dan akan menanggung seluruh kerugian dengan cara menggantikannya jika nasabahnya mengalami musibah ataupun terkena resiko menurut perjanjian yang dilakukan.
Itulah pembahasan tentang mengenal lembaga keuangan di Indonesia dan jenis jenisnya. Semoga bermanfaat.

Baca juga: