Pengertian Antibodi – Sifat, Fungsi, Struktur Dan Jenisnya Lengkap

3 min read

Pengertian Antibodi – Sifat, Fungsi, Struktur Dan Jenisnya Lengkap

Antibodi – Adalah senyawa glikoprotein yang memiliki struktur tertentu serta disekresikan oleh sel B yang sudah teraktivasi menajdi sel plasman, yang berupa respon dari antigen tertentu dan reaktip atas antigen itu sendiri.

Sistem kekebalan tubuh manusia diatur oleh kemampuan tubuh dalam menghasilkan antibodi, ketika melawan antigen. Antibodi ini bida ditemukan pada area darah atau pada kelenjar tubuh di vertebrata yang lainnya. Dan digunakan juga oleh sistem kekebalan tubuh dalam melakukan identifikasi serta penetralan pada benda asing, misalnya bakteri dan juga virus.

Molekul antibodi beredar pada pembuluh dara dan masuk di jaringan tubuh dengan melakukan proses peradangan. Antibodi tersusun atas struktur dasar yang dinamakan dengan rantai, masing-masing antibodi mempunyai dua rantai besar dan dua rantai ringan. Antibodi sering juga disebut dengan immunoglobulin.

Pada saat zat yang asing masuk, otomatis monosit pun akan langsung menyerang zat tersebut dengan bantuan netrophil. Monosif yang telah membunuh zat langsung mengirim ke limfosit B serta dibuatkan antibodi untuk jenis zat asing yang telah mati. Lalu antibodi yang telah terbentuk, akan dipastikan kembali oleh limfosit T yang sudah ada di permukaan sel tubuh.

Ketika benda asing masuk, dibutuhkan waktu sekitar 10-14 hari di dalam darah dan juga cairan nonseluler. Masing-masing dari antigen yang terbentuk telah memiliki kesesuaian dengan zat asing atau antigen, dengan sempurna. Diumpamakan dengan antigen, yaitu kunci serta antibodi yang merupakan gembok.

Sifat-Sifat Antibodi

  • Diproduksi pada Reticuloendrothelial System (RES) seperti Sumsum tulang, kelenjar limfe, hati dan lain-lain yang sesuai pada tempat pembentukan sel dara putih.
  • Memiliki sifat tidak tahan kepada sinar matahari (thermolabil). Oleh sebab itu, zat antibodi yang sudah dibekukan harus disimpan pada lemari pendingin dan juga tidak terpapar cahaya matahari secara langsung.
  • Dapat direaksikan dengan antigen secara khusus, ibarat kunci dengan gembok.
  • Dapat larut dalam darah (sel plasma).
  • Tersusun atas suatu zat yang menempel pada gammaglobulin.

Sifat antibodi lainnya yaitu :

  • Presipirin
    Antibodi yang memiliki sifat presipiriki akan bekerja dengan melakukan pengendapan zat-zat asing seperti bakteri, virus, dan lain-lain.
  • Lisin
    Antibodi yang mempunyai sidat lisin akan bekerja dengan melakukan penghancuran zat-zat asing yang masuk.
  • Opsonin
    Sifat opsopnin ini ada pada antibodi mempunyai makna bahwa antibodi itu dapat merangsang serangan leukosif atas antigen yang masuk.
  • Aglutinin
    Aglutinin merupakan sifat antibodi yang bekerja dengan meluruhkan antigen, aglutinogen, dan zat-zat asing lain.

Fungsi Antibodi

Antibodi memiliki kemampuan dalam mengenali serta menempel atau melekat pada antigen, yang dikenali dapat menyebabkan penyakit pada tubuh. Dalam mengenali dan melekat dengan antigen, zat antibodi ini juga selalu berperilaku sebagai penanda. Lalu mengirimkan sinyal ke sel darah putih yang lainnya untuk menyerang zat asing yang tadi.

Struktur Dasar Antibodi

Strukturnya adalah molekul protein yang bentuknya huruf Y yang mempunyai dua rantai polipeptida berat dan dua rantai polipeptida ringan. Masing-masing antibodi mempunyai rantai atas yang fungsinya untuk mengikat daripada antigen.

Dengan rantai itu antibodi juga bisa mengikatkan dirinya sendiri pada tubuh antigen. Rantai bawah antibodi berfungsi dalam menentukan bagaimana dapat berhubungan dengan antigen. Rantai inilah yang menjadikan antibodi bisa mengatur serta memberi rangsangan respon imun yang tepat.

Baca Juga :   Mengenal Anatomi Paru Paru, Fungsi dan Penyakit Pada Paru-Paru Lengkap

Jenis-Jenis Antibodi

Imunoglobulin G (Ig)

Adalah antibodi yang sangat umum dan sering dihasilkan hanya dalam beberapa hari. Imunoglobulin G bisa hidup sampai beberapa hari dan beberapa tahun lamanya. Antibodi IgG ini beredar dalam darah kelenjar getah bening dan juga usus. Saat antigen masuk, antibodi akan menggunakan aliran darah untuk menuju ke tempat masuknya lokasi antigen.

IgG memiliki efek tinggi dalam hal pertahanan tubuh atas bakteri dan virus, dan menetralkan asam yang terdapat pada racun antigen. Antibodi igG ini memiliki kemampuan yang khusus, yang bisa menembus serta menyelip diantara sel dan menghilangkan bakteri yang masuk ke dalam sel dan juga kulit.

Antibodi jenis ini bisa menembus masuk ke dalam plasenta ibu hamil untuk melindungi janin, dari kemungkinan terjadinya infeksi. Kemampuan ini dimiliki oleh igG karena ukuran molekulnya yang lebih kecil.

Imunoglobulin A (IgA)

Imunoglobulin A (IgA) ini memiliki kecenderungan yang tinggi dalam memiliki lokasi penempatan, pada aera tubuh yang lembab seperti air mata, ASI, air liur, darah, kantong udara, lendir, getah lambung dan sekresi usus. Hal itu disebabkan oleh sifatnya yang sama, seperti bakteri yang suka pada daerah yang lembab untuk dibuat markas.

Imunoglobin ini bisa melindungi janin di dalam kandungan ibu supaya terbebas dari kemungkinan masuknya antigen, yang bisa membuat janin terganggu. Namun antibodi IgA di dalam tubuh ibu akan menghilang saat bayi dilahirkan. Dan karena terdapat kandungan IgA pada ASI, maka bayi tetap mendapat perlindungan.

Imunoglobulin M (IgM)

Antibodi IgM terdapat di dalam darah, kelenjar getah bening dan permukaan sel B. Imunoglobulin M adalah jenis antibodi pertama yang menyerang terhadap antigen apabila ada antigen yang masuk. Janin di dalam rahim akan mendapat perlindungan dari IgM, umumnya terjadi pada kehamilan 6 bulan. Produksi IgM ini akan mengalami peningkatan jika sedang bertarung melawan antigen. Sehingga jika melihat apakah janin sudah terinfeksi atau tidak bisa dengan melihat kadar IgM di dalam darah.

Imunoglobulin D (IgD)

Antibodi yang satu ini terdapat dalam darah, kelenjar getah bening, dan permukaan sel B. Antibodi IgD tidak dapat untuk bertindak sendiri, tetapi menempel pada permukaan sel T, menjadikan dapat membantuk sel T menangkap antigen.

Imunoglobulin E (IgE)

Imunoglobulin E (IgE) biasanya beredar di dalam darah serta bertugas untuk memanggil pasukan lainnya, untuk menyerang zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya antibodi ini mengakibatkan reaksi alergi, ketika menjalankan tugasnya. Sehingga orang yang terkena reaksi alergi, akan meningkat produksi IgE-nya di dalam darah.

Reaksi Antigen dengan Antibodi

Reaksi yang terjadi pada antigen ini akan terjadi jika zat kuman atau bakteri masuk ke dalam tubuh. Awalnya, pada saat zat asing masuk monositnya akan langsung menyerang zat itu dengan bantuan neurophil. Kemudian monosit yang telah membunuh zat itu, langsung mengantarkannya ke limfosit B untuk didata serta dibuatkan antibodi untuk jenis zat asing yang telah mati.

Sesudah antibodi terbentuk, giliran limfosit T yang nantinya akan berperang untuk memastikan antibodi itu telah tertanam di permukaan sel tubuh. Ketika ada zat asing yang masuk, dibutuhkan 10-14 hari untuk antibodi zat yang benar-benar terbentuk. Giliran limfosit T inilah yang akan berperang untuk memastikan antibodi telah tertanam di permukaan sel tubuh.

Itulah ulasan tentang Antibodi yang disertai dengan sifat, fungsi, struktur dan jenisnya secara lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan anda.

Baca Juga :