Pelapukan : Pengertian, Faktor Penyebab dan Jenisnya Terlengkap

Posted on
Pelapukan : Pengertian, Faktor Penyebab dan Jenisnya Terlengkap
5 (100%) 1 vote

Pengertian, Faktor Penyebab dan Jenis Pelapukan

Pelapukan – Begitu banyak elemen dari alam yang telah kita ketahui. Mulai dari elemen tata surya, yaitu planet-planet, bintang, satelit alami, serta steroid. Selain itu banyak elemen yang ada di muka bumi, salah satunya yaitu batuan. Batuan merupakan salah satu elemen di muka bumi yang jumlahnya sangat banyak. Apalagi batuan menjadi salah satu unsur penyusun bumi selain itu batuan juga mempunyai siklus. Siklus batuan tersebut akan berputar dan menciptakan batuan yang baru. Tahapan dari siklus batuan salah satunya yaitu pelapukan.

pelapukan
pelapukan

Pelapukan merupakan proses alami yang terjadi pada batuan sehingga batuan tersebut melebur menjadi tanah. Dalam artikel kali ini kami akan membahas mengenai pelapukan yang bahkan sering sekali terjadi di planet kita ini, yaitu bumi. Namun sebelumnya kita akan membahas terlebih dahulu tentang pengertian dari pelapukan.

Pengertian Pelapukan

Menurut Wikipedia pelapukan merupakan proses alterasi serta fragsinasi batuan dan mineral tanah dan atau dekat dengan permukaan bumi yang penyebabnya yaitu dikarenakan proses fisik, biologi dan kimia. Proses dari pelapukan itu sendiri akan dapat menghancurkan batuan atau melarutkan sebagian dari mineral yang kemudian menjadi tanah atau bahkan dapat diangkut serta diendapkan sebagai batuan sedimen klasik.

Namun, sebagian dari mineral mungkin dapat larut secara menyeluruh dan dapat membentuk mineral baru. Inilah yang menjadi penyebab bahwa komposisi dari tanah tidak bergantung pada batuan asalnya, akan tetapi dapat dipengaruhi oleh alam, waktu pelapukan, intensitas, dan proses dari jenis pembentukan tanah.Semua proses pelapukan pada umumya dipengaruhi oleh cuaca. Batuan yang sudah mengalami pelapukan akan berubah menjadi tanah, tanah tersebut apabila tidak bercampur dengan mineral lainnya, dinamakan dengan tanah mineral.

Faktor Penyebab Pelapukan

Sudah cukup kita ketahui bahawa pelapukan yang terjadi membutuhkan waktu yang cukup lama serta dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada disekitarnya. Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelapukan batuan, yaitu:

1. Keadaan Struktur batuan

Faktor yang pertama yaitu keadaan struktur batuan yang merupakan sifat fisik dan kimia yang sudah dimiliki oleh batuan itu sendiri. Sifat fisik yang dimilii batuan diantaraya yaitu meliputi warna dari batuan, sedangkan sifat kimia pada batuan yaitu unsur-unsur kimia yang terkandung dalam batuan tersebut.
Itulah sifat yang dapat menyebabkan perbedaan daya tahan batuan satu dengan yang lainnya terhadap proses pelapukan.

2. Cuaca dan iklim

Faktor penyebab pelapukan yang selanjutnya yaitu cuaca dan iklim yang sangat berpengaruh terhadap proses pelapukan. Faktor cuaca diantaranya yaitu curah hujan, suhu udara, angin, dan atau sinar matahari. Jika batuan berada di daerah yang panas dan lembab, maka batuan akan lebih cepat mengalami proses pelapukan dibandigkan dengan daerah dingin. s

Baca Juga :   Metamorfosis Katak : Pengertian, Ciri dan Proses Fase Telur, Kecebong, Dewasa

3. Keadaan topografi

Faktor yang ketiga yaitu keadaan topografi yang merupakan kondisi dari permukaan bumi. Misalnya batuan yang ada disekitar lereng yang curam akan cenderung mudah mengalami pelapukan, sedangkan batuan yang ada di daerah yang landai tidak mudah mengalami pelapukan. Karena batuan yang ada di daerah landai banyak diselimuti oleh berbagai endapan.

4. Keadaan vegetasi

Faktor selanjutnya yaitu keadaan vegetasi atau tumbuh-tumbuhan yang mempunyai akar yang dapat menembus celah-celah batuan. Sehingga apabila akar tersebut membesar, kekuatannya juga akan semakin membesar yang pada akhirnya dapat menerobos batuan serta membuat batuan menjadi lapuk.

Jenis Jenis Pelapukan

Pelapukan batuan juga memiliki beberapa jenis. Apabila dilihat dari segi prosesnya, proses pelapukan dapat digolongkan menajadi tiga, yaitu pelapukan kimia, pelapukan mekanik, serta pelapukan organis. Berikut masing-masing penjelasannya:

1. Pelapukan Kimia

Pelapukan kimia yaitu proses pelapukan yang diakibatkan oleh perubahan struktur kimiawi yang terdapat pada batuan melalui reaksi tertentu. Dalam pelapukan kimia akan terdapat 4 proses, yaitu:

  1. Hidrasi, proses mengikat batuan diatas permukaan
  2. Oksidasi, proses pengkaratan pada besi
  3. Hidrolisa, proses penguraian air menjadi ion-ion yang mempunyai sifat positif dan negatif
  4. Karbonasi, proses pelapukan yang disebakan oleh karbondioksida
    Contoh dari pelapukan kimia yaitu pelapukan yang terjadi pada batuan gamping disebabkan karena terkena air.

2. Pelapukan Mekanik

Pelapukan mekanik dapat juga disebut sebagai pelapukan fisika merupakan proses hancr dan lepasnya material batuan yang terjadi tanpa adanya struktur kimiawi batuan terebut yang berubah. Proses ini merupakan proses yang mengubah ukuran batuan menjadi lebih kecil. Faktor penyebab pelapukan mekanik, meliputi perbedaan temperatur, erosi, pengaruh kegiatan makhluk hidup, dan lain sebagainya.
Contoh dari pelapukan fisika dapat dilihat dari sebuah batua yang memuai pada siang haridikarenakan terkena panas matahari dan pada malam hari mengalami pengerutan karena terkena udara dingin.

3. Pelapukan Organis/ Biologi

Pelapukan organisk atau biologi merupakan proses pelapukan batuan yang terjadi karena adanya pengaruh dari makhluk hidup. Pelapukan biologi dapat juga bersifat kimiawi, akan tetapi yang membedakannya yaitu subjek pelakunya, seperti manusia, hewan atau tumbuhan.
Contoh dari pelapukan biologi yaitu pelapukan batuan yang terjadi disebabkan karena lumut, atau bakteri yang dapat merusak permukaan batuan, serta cendawan.

Nah, demikian itulah pembahasan mengenai Pelapukan yang dapat kami paparkan. Dimana pelapukan merupakan peristiwa alam yang terjadi di muka bumi yang dapat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya yaitu kondisi permukaan bumi, cuaca dan iklim, serta sifat fisik dari batuan itu sendiri. Semoga artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar atau sebagai penambah pengetahuan serta wawasan.

Baca juga: