Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan (Biasa dan Campuran)

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan (Biasa dan Campuran)
Rate this post

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan

Penjumlahan dan Pengurangan pecahan – pembahasan kali ini mengenai pengurangan pada pecahan. Sebelum itu, kamu harus tahu apa pengertian dari bilangan pecahan. Pengertian dari bilangan pecahan ialah sebuah bilangan yang mempunyai pembilang dan penyebut. Dalam bentuk bilangan pecahan, pembilang dibaca lebih dulu baru disusul bilangan penyebutnya.

Ketika menyebutkan sebuah bilangan pecahan, antara pembilang dengan penyebut juga harus disisipkan dengan kata “per”. Misalnya saja untuk bilangan pecahan 3/5, kamu bisa membacanya dengan “tiga per lima”. Sama halnya dengan bilangan ¼, harus dibaca “satu per empat” ataupun “seperempat”.

Dalam pecahan ada banyak operasi bilangan yang bisa kamu kerjakan. Salah satunya ialah pengurangan pecahan. Selain pengurangan pecahan, ada operasi lain seperti penjumlahan, perkalian ataupun pembagian pecahan.

Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan

a. Penjumlahan pecahan Biasa

Dalam operasi penjumlahan bilangan pecahan biasa dengan penyebut yang sama, bisa dilakukan dengan cara menjumlahkan pembilangnya saja sementara untuk penyebutnya tetap.

Penjumlahan pecahan Biasa

Contoh Soal Untuk Operasi Penjumlahan Pada Pecahan Biasa

Jumlahkan pecahan-pecahan biasa berikut ini:

Penjumlahan pecahan Biasa

Ataupun perhatikan beberapa gambar dibawah ini:

Penjumlahan pecahan Biasa

Penjumlahan pecahan Biasa

Sedangkan cara menujumlahkan pecahan dengan penyebut yang tidak sama bisa dilakukan dengan cara disamakan penyebutnya terlebih dahulu. Caranya ialah mencari KPK penyebut penyebut yang akan dijumlahkan.

Jika KPK sudah ditemukan, kamu bisa langsung menjumlahkan pembilangnya. Jika kamu kurang memahaminya, bisa lihat contoh berikut ini.

Penjumlahan pecahan Biasa

Penjumlahan pecahan Biasa

Ternyata sifat-sifat penjumlahan pada bilangan pecahan sama terhadap sifat-sifat penjumlahan dalam bilangan bulat yakni:

Penjumlahan pecahan Biasa

b. Pengurangan Pecahan Biasa

Pada pengurangan bilangan pecahan dengan penyebut yang sama, bisa dilakukan dengan metode yang sama dalam penjumlahan bilangan pecahan. Yakni mengurangkan pembilang-pembilangnya, namun penyebutnya tetap.

Pengurangan Pecahan Biasa

Maka secara umum bisa dituliskan dengan rumus.

Pengurangan Pecahan Biasa

Berikut Ini Contoh Soal Operasi Pengurangan Pada Pecahan Biasa:

Pengurangan Pecahan Biasa

Sementara untuk pecahan-pecahan biasa yang memiliki penyebut tidak sama, bisa dilakukan dengan cara menyamakan terlebih dahulu penyebutnya. Untuk menyamakan penyebutnya, kamu harus mencari KPK penyebutnya terlebih dahulu. Setelah KPK kamu temukan, kemudian lakukan pengurangan pada pembilang-pembilang pecahan biasa tersebut.

Perhatikanlah Contoh Soal berikut ini!

Contoh Soal

c. Penjumlahan dan Pengurangan Pada Bilangan Pecahan Campuran

Perhatikanlah Contoh operasi penjumlahan dan penguarangan berikut!

Penjumlahan dan Pengurangan Pada Bilangan Pecahan Campuran

Jika melihat dari contoh soal dan penyelesaian diatas, bisa disimpulkan jika untuk menjumlah bilangan pecahan campuran langkah pertama yang harus kamu lakukan ialah dengan menjumlahkan bagian dari bilangan bulat kemudian bagian bilangan pecahan dengan terpisah.

Penjumlahan dan Pengurangan Pada Bilangan Pecahan Campuran

Hal ini sama halnya terhadap penjumlahan pada bilangan pecahan campuran, dan pengurangan juga bisa dilakukan dengan metode mengurangkan bilangan bulat terlebih dahulu kemudian bagian bilangan pecahannya dengan terpisah lebih dahulu.

Jenis jenis pecahan

Ada beberapa jenis pecahan yang harus kamu ketahui diantaranya:

1) Pecahan Biasa

Yakni pecahan dengan pembilang & penyebut adalah bilangan bulat.

Contohnya saja:

1/4 , 2/5 , 9/10.

2) Pecahan Murni

Pecahan yang kedua ialah pecahan murni yang merupakan pecahan yang pembilang & penyebutnya adalah bilangan bulat. Hal ini berlaku pembilang harus kurang/ lebih kecil dibandingkan penyebutnya. Pecahan murnai bisa juga disebut dengan pecahan biasa namun pecahan biasa belum pasti bisa dikatakan sebagai sebuah pecahan murni. Kamu bisa melihat contohnya dibawah ini.

Contoh:

1/6 , 3/5, 7/15

3) Pecahan campuran

Selanjutnya ialah pecahan campura. Jenis pecahan ini terdiri dari bagian bilangan bulat & bagian dari pecahan murni yang sudah dijelaskan diatas.

Contohnya:

3 ½, 4 ½, 5 ¾.

Itulah pembahasan tentang pengurangan pecahan yang bisa kamu jadikan referensi bahan ujian. Selamat belajar.

Baca Juga : 

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan (Biasa dan Campuran) | saranailmu | 4.5
Shares