Narasi : Pengertian, Definisi, Tujuan, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur, Unsur, dan Cara Penulisan serta Contohnya Lengkap

Posted on
Narasi : Pengertian, Definisi, Tujuan, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur, Unsur, dan Cara Penulisan serta Contohnya Lengkap
5 (100%) 1 vote

Pengertian Narasi, Definisi, Tujuan, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur, Unsur, dan Cara Penulisan serta Contohnya Lengkap

Narasi adalah – Jenis pengembangan suatu paragraf bentuk tulisan, dimana didalamnya menjelaskan tentang rangkaian kejadian dari waktu ke waktu mulai urutan awal, tengah dan akhir. Definisi lain narasi adalah susunan suatu paragraf dengan tujuan menyampaikan hiburan atau pengalaman yang baik bagi pembaca.
Narasi dapat berbentuk fiksi, dan dapat pula non fiksi. Dapat ditemukan pada sebuah karya seperti cerpen, biografi, novel dsb.

A. Definisi Narasi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa definisi narasi, maka kita dapat merujuk dari pendapat beberapa ahli berikut ini :

1. Gorys Keraf

Menurut Gorys Keraf (2001:137), narasi ialah suatu bentuk wacana dengan mengisahkan suatu kejadian yang seolah-olah pembaca melihat atau sedang mengalami sendiri peristiwa tersebut. Narasi banyak mengisahkan tentang kehidupan yang dinamis pada suatu rangkaian waktu.

2. Atar Semi

Menurut Atar Semi (2003:29), narasi ialah bentuk percakapan atau tulisan dengan tujuan menyampaikan atau menceritakan suatu rangkaian peristiwa atau juga pengalaman manusia berdasar perkembangan dari waktu ke waktu.

3. Widjono H.S

Menurut Widjono H.S (2007: 175), narasi ialah uraian dalam bentuk cerita sesuatu atau serangkaian kejadian/ tindakan/ kondisi secara berurutan mulai permulaan hingga akhir jadi terlihat rangkaian hubungan satu dengan lain.

4. Ismail Marahimin

Menurut Ismail Marahimin (1994: 93), definisi narasi ialah suatu cerita yang dibuat berdasar rangkaian kejadian/ peristiwa, yang mana di dalamnya terdapat tokoh yang menghadapi sebuah konflik dengan tikaian.

5. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia),

Narasi ialah suatu cerita/ deskripsi kejadian/ peristiwa, kisahan, tema dalam suatu karya seni.

B. Tujuan Narasi

Pada dasarnya tujuan menulis narasi adalah sebagai berikut :

1. Menyampaikan sebuah informasi/ wawasan dan memperluas pengetahuan.
2. Menyampaikan sebuah pengalaman indah bagi pembaca.

C. Ciri – Ciri Narasi

Adapun ciri-ciri narasi menurut dari para ahli sebagai berikut :

1. Goys Keraf (2000:136)

  • Memperlihatkan unsur dari perbuatan atau tindakan.
  • Disusun berdasar urutan waktu.
  • Berusaha menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?”.
  • Terdapat konfliks.

2. Atar Semi (2003:31)

  • Berupa cerita mengenai peristiwa atau pengalaman penulis.
  • Kejadian atau peristiwa yang dibagikan berupa peristiwa nyata terjadi, dapat berbentuk semata-mata imajinasi/ gabungan dari keduanya.
  • Berdasarkan konfliks, sebab tanpa konfliks seringkali narasi menjadi tidak menarik.
  • Memiliki nilai keindahan atau estetika.
  • Susunan yang kronologis sangat ditekankan.

Pada pokoknya, ciri-ciri narasi ialah berisikan suatu cerita, yang menekankan suatu kronologis atau peristiwa mulai dari waktu ke waktu yang memiliki konfliks didalamnya.

D. Jenis – Jenis Narasi

Adapun jenis atau macam macam dari narasi ialah sebagai berikut :

1. Narasi Informatif

ialah jenis narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat mengenai suatu kejadian yang tujuannya memperluas wawasan dari kisah seseorang.

Baca Juga :   Teks Eksposisi : Pengertian, Struktur, Tujuan, Ciri, Jenis dan Kaidahnya Terlengkap

2. Narasi Ekspositorik

ialah jenis narasi yang memiliki tujuan memberikan informasi secara tepat mengenai suatu kejadian yang tujuannya memperluas pengetahuan dari kisah seseorang. Didalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa/ kejadian dengan data yang real/nyata. Pelaku yang di tonjolkan terkadang cuma satu orang. Pelaku menceritakan diawali dari sebuah hal kecil hingga saat ini/ hingga terakhir dalam kehidupannya.

Pada karangan narasi ini mewarnai dengan eksposisi, sehingga ketentuan eksposisi berlaku pula pada penulisan narasi ekspositorik. Hubungan ketentuan tersebut dengan pemakaian bahasa yang logis, menurut fakta yang terjadi, tidak membawa unsur sugestif ataupun yang bersifat objektif.

3. Narasi Artistik

Narasi artisktik ialah salah satu jenis narasi yang berusaha untuk membagikan suatu maksud tertentu, dengan membagikan suatu amanat yang tersembunyi bagi pembaca/ pendengar sehingga terlihat seolah-olah telah melihat kejadian tersebut. Ketentuan tersebut hubungannya dengan pemakaian bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang terjadi, tanpa membawa unsur sugestif/ bersifat objektif.

4. Narasi Sugestif

Narasi Sugestif ialah jenis narasi yang berusaha untuk menyediakan suatu maksud tertentu, membagikan suatu amanat yang tersembunyi bagi pembaca/ pendengar sehingga terlihat/ nampak seolah-oleh melihat kejadian tersebut.

E. Struktur Narasi

Adapun struktur dari menulis sebuah narasi ialah sebagai berikut :

1. Pengenalan
2. Di bagian ini mengandung tentang pengenalan tokoh, suasana, latar dan lain – lainnya.
3. Awal Pertikaian
4. Pada bagian ini berisi mengenai ilustrasi konflik utama yang telah dikemukakan oleh penulis
5. Klimaks atau Puncak dari Pertikaian
6. Di bagian ini berisi mengenai ilustrasi konflik utama atau sebuah inti dari cerita
7. Antiklimaks atau Penyelesaian
8. Di bagian ini berisi mengenai penyelesaian masalah yang terjadi di dalam cerita dan sebuah pertanda akhir dari cerita.

F. Unsur-Unsur Narasi

Berikut ini yang merupakan unsur – unsur dari sebuah narasi :

1. Alur (Plot)

Alur atau plot adalah runtutan peristiwa yang mengatur hubungan sebuah peristiwa demi peristiwa agar saling berkaitan secara logis.

2. Pengembangan

Pengembangan adalah runtutan kejadian yang berawal dengan pengenalan atau pendahuluan (pengenalan tokoh), isi sebuah kejadian (konflik diantara tokoh) serta penyelesaian (penutup).

G. Cara Penulisan Narasi

Adapun langkah – langkah cara menulis karangan sebuah narasi ialah sebagai berikut :

1. Pertama menentukan tema dan juga pesan yang akan disampaikan terlebih dahulu.
2. Lalu, menetapkan sasaran pembaca.
3. Merancang sebuah peristiwa utama yang akan dijelaskan dalam bentuk skema alur.
4. Membagikan peristiwa utama di bagian awal, pengembangan serta bagian akhir cerita.
5. Merinci peristiwa utama secara detail peristiwa sebagai pendukung sebuah cerita.
6. Menyusun tokoh, watak, latar, dan sudut pandang.
7. Mengetahui aturan tanda baca dalam sebuah kalimat.

H. Contoh Narasi

Berikut ini ialah contoh dari Karangan Narasi :

” Suatu pagi pergilah sinta ke pasar menggunakan sepeda motor bututnya, sesampainya di pasar dibelilah kebutuhan – kebutuhan dari hidupnya dengan sang bapak yang sedang sakit. Sesudah seluruh barang terbeli ia kembali mengendarai sepeda motornya, kembali kerumah yang cuma sebuah gubuk kecil di pinggir desa.”

Nah, dari contoh narasi diatas menceritakan tentang seseorang yang bernama sinta sedang pergi ke pasar untuk membeli beberapa kebutuhan hidupnya dan kemudian pulang. Peristiwa atau kejadian tersebut mempunyai urutan sampai terbentuknya kronologi. Sehingga dapat disimpulkan dari contoh diatas bahwa Narasi adalah pengembangan tulisan yang menjelaskan rangkaian kejadian secara berurutan.

Baca juga: