Manajemen Personalia : Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Tugasnya Lengkap

2 min read

Manajemen Personalia : Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Tugasnya Lengkap

Manajemen Personalia – Adalah manajemen yang berkaitan dengan perencanaan, pengerahan dan seleksi pegawai, pendidikan, uraian tugas, pelatihan dan pengembangan, serta pemeliharaan sumber daya manusia yang bertujuan untuk membantu tercapainya tujuan, baik itu tujuan individu, perusahaan, maupun masyarakat.

Manajemen personalian tidak selalu tentang kompetensi karyawan yang dimiliki, tapi juga tentang bagaimana menumbuhkan rasa memiliki seorang karyawan pada perusahaan. Bila organisasi menguasai manajemen ini, maka organisasi itu bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Mulai dari perekrutan tenaga kerja, mengadakan training, hingga memotivasi karyawan untuk bekerja maksimal.

Manajemen Personalia Menurut Para Ahli

  1. Menurut Manulang (2001: 156), manajemen personalia adalah bidang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara memberi fasilitas untuk perkembangan, pekerjaan, dan juga rasa partisipasi pekerjaan di dalam suatu kegiatan atau aktivitas.
  2. Menurut Malayu Hasibuan, manajemen personalia adalah ilmu serta seni yang mengatur hubungan dan juga peranan tenaga kerja, supaya lebih efektif dan efisien dalam membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
  3. Menurut Nitisemito (1996: 143), pengertian manajemen personalia adalah sebuah ilmu seni dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, hingga proses kerja menjadi lebih efektif dan juga efisien bisa ditingkatkan semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan.
  4. Menurut John Soeprihanto, pengertian Manajemen Personalia adalah pengawasan pada fungsi manajemen, pengadaan, penarikan, pengembangan dan pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan, untuk membantu tercapainya tujuan organisasi atau peruasahaan.
  5. Menurut Heidjrachman Ranupandojo dan Suad Husnan, pengertian Manajemen Personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dari pengadaan, pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan tenaga kerja dengan maksud agar tujuan perusahaan tercapai.
  6. Menurut Flippo (Handoko; 2000), pengertian manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.

Tujuan Manajemen Personalia

Merujuk pada definisi manajemen personalia, tujuan utamanya adalah untuk mensinergikan tujuan perusahaan dengan semua sumber daya. Seperti yang telah dijelaskan oleh Manulang (2001:165), dimana ada dua macam tujuan manajemen personalia, yaitu :

  • Production Minded (efisiensi dan daya guna)
  • People Minded (kerjasama)

Sehingga tujuan manajemen personalia ini berkaitan dengan upaya dalam menciptakan kondisi yang dimana setiap pegawai bisa memberi sumbangsih maksimal pada atasannya. Alasannya yaitu efisiensi hanya tercapai jika ada kerjasama yang maksimal dari pegawai.

Fungsi Manajemen Personalia

Fungsi Perencanaan

Artinya menentukan program personalia dapat membantu pencapaian tujuan perusahaan yang sudah ditetapkan. Tujuan itu harus ada campur tangan aktif dari manajer personalia.

Baca Juga :   Ekonomi : Pengertian, Prinsip, Motif dan Kegiatan Ekonomi Terlengkap

Fungsi Pengorganisasian

Saat perusahaan sudah menentukan fungsi yang harus dijalankan oleh seluruh anggota, maka manajer personalia harus membentuk organisasi. Hal ini dilakukan dengan cara merancang susunan dari beragam hubungan antara jabatan personalia dan beragam faktor fisik lainnya.

Fungsi Pengarahan

Sesudah manajer personalia melakukan perencanaan dan juga pengorganisasian, maka selanjutnya yaitu melakukan pengarahan pada pekerjaan. Arti fungsinya yaitu mengupayakan supaya para pegawai bekerja efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.

Fungsi Pengawasan

Yaitu melakukan observasi pada kegiatan/aktivitas karyawan. Yang dimana manajemen personalia akan mengamati serta membandingkan perencanaan dan pelaksanaan dan mengoreksinya jika terjadi penyimpangan.

Pengawasan merupakan fungsi yang menyangkut masalah pengaturan beragam jenis kegiatan sesuai dengan rencana personalia, yang telah disusun menjadi dasar analisis dari tujuan organisasi fundamental.

Bila dilaksanakan di lapangan para anggota divisi HRM, nanti akan memberi memberikan sejumlah pengetahuan, alat yang dibutuhkan, training, pelatihan/coaching, memberikan saran, memposisikan SDM sesuai talenta yang dibutuhkan perusahaan, pelayanan administrasi dan masih banyak lagi. HRM juga akan membangun kultur di dalam perusahaan serta memastikan tim yang dibentuk bekerja dengan benar.

HRM juga akan menjadi mentor karyawan dan tim, mereka akan melakukan pengawasan supaya SDM dalam perusahaan bekerja dengan baik.

Tugas Manajemen Personalia

  • Melakukan seleksi tenaga kerja sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan dan memastikan calon karyawan yang direkrut berada di posisi yang tepat
  • Merancang anggaran tenaga kerja
  • Membuat job description, job specification dan job analysis
  • Menentukan dan memberikan sumber daya manusia pada perusahaan
  • Melakukan seleksi tenaga kerja sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan dan memastikan calon karyawan yang direkrut berada di posisi yang tepat
  • Merancang anggaran tenaga kerja
  • Membuat job description, job specification dan job analysis
  • Menentukan dan memberikan sumber daya manusia pada perusahaan

Ekspektasi Soal HRM (Human Resources Management)

Bila dilihat dari manajemen personalia, departemen ini sangat penting. Kini telah disejajarkan dengan meja eksekutif dan diharapkan mampu memberi rekomendasi pada beberapa solusi mulai dari proses, pendekatan dan solusi bisnis untuk membuat organisasi bisa berjalan sesuai visi dan misi.

Para jajaran HRM harus dapat menunjukkan nilainya dengan menjaga stabilitas sumber daya manusia serta perusahaan dan keamanan perusahaan, dari tuntutan hukum. Hal ini berkaitan dengan problematika karyawan/tim. Maka HRM berperan sebagai stakeholders di organisasi baik itu konsumen, eksekutif, pemilik, menejer, kryawan dan pemegang saham.

Tips untuk Training Internal

  1. Membuat tantangan di setiap departement dengan membagi anggota menjadi beberapa tim.
  2. Bisa dengan melakukan coaching melalui manajer.
  3. Bisa dengan hal-hal yang menyenangkan untuk meningkatkan kekuatan bonding antar karyawan, misalnya memberikan field trips, self-studies atau semacam outbond juga bisa dilakukan sebagai jalan meningkatkan mutu.

Sekian pembahasan tentang Manajemen Personalia yang disertai dengan tujuan, fungsi dan juga tugasnya lengkap. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :