Kuat Arus Listrik : Pengertian, Rumus dan Contoh Soalnya Lengkap

Posted on
Kuat Arus Listrik : Pengertian, Rumus dan Contoh Soalnya Lengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Rumus dan Contoh Soal Kuat Arus Listrik

Kuat Arus Listrik – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang rumus arus listrik pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas rumus massa jenis. Di dalam arus listrik terdapat beberapa macam, yaituarus listrik searah, arus listrik paralel , arus listrik 3 phase, arus listrik bolak balik, arus listrik seri, arus listrik ac, dan arus listrik dc.

Pengertian Arus Listrik

Pengertian dari arus listrik ialah banyak nya muatan listrik yang di sebab kan dari pergerakan elektron – elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu nya.
Dan arus listrik sendiri dapat di ukur dalam satuan Coulomb atau detik atau bisa juga dengan Ampere.
Dan dalam kehidupan kita sehari – hari sebenar nya contoh dari arus listrik berkisar dari yang sangat lemah yang dalam satuan mikroAmpere ( A ) seperti dalam jaringan tubuh manusia hingga arus yang sangat kuat yaitu 1 – 200 kiloAmpere ( kA ) contoh nya iyalah seperti yang terjadi pada sebuah petir.

Dalam kebanyakan sirkuit arus yang searah bisa diasumsikan resistan terhadap arus listrik yaitu konstan. Sehingga, besar arus yang mengalir pada sirkuit tersebut tergantung pada besarnya voltase dan resistansi sesuai dengan hukum Ohm yang berlaku.

Arus listrik itu sendiri merupakan pecahan dari 7 satuan pokok dalam satuan SI ( Satuan Internasional ). Satuan SI untuk arus listrik ialah Ampere ( A ). Secara formal satuan ampere dapat di definisikan sebagai arus konstan yang apabila di pertahankan akan menghasilkan sebuah gaya yang sebesar 2 x 10-7 Newton/meter, dan di antara 2 penghantar ini lurus sejajar dengan luas penampang yang bisa di abaikan, dan berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara.

Macam – Macam Rumus Arus Listrik

Arus listrik yang mengalir di suatu kawat tersebut diartikan sebagai jumlah total muatan yang melaluinya per satuan waktu pada suatu titik.
Rumus kuat arus listrik :

I = Q/t

Keterangan :

• I = Arus listrik ( A )
• Q = Muatan listrik ( C )
• t = Waktu ( s )

Rumus Kuat Arus Listrik Dengan keterangan Q yaitu jumlah muatan yang melalui suatu konduktor di suatu titik selama selang waktu Δt. Arus listrik didalam couloumb per detik dan diberi nama khusus yaitu ampere yang diambil dari ilmuwan fisika yang berasal dari negara Perancis yakni Andre Marie Ampere (1775-1836).
Satu ampere diartikan sebagai satu coulomb per sekon (1 A = 1 C/s). Satuan-satuan terkecil yang sering digunakan yaitu miliampere (1 mA = 10-3 A) atau mikroampere (1μA = 10-6 A). Alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik adalah amperemeter (yang disingkat dengan ammeter).

Baca Juga :   Organisme : Pengertian, Klasifikasi dan Contohnya Lengkap

Konduktor mengandung elektron bebas yang banyak. Artinya, apabila suatu kawat penghantar tersebut disambungkan ke kutub-kutub baterai, sebenarnya elektron bermuatan negatiflah yang akan mengalir pada kawat.
Ketika kawat penghantar tersebut pertama kali disambungkan, beda potensial antara kutub-kutub baterai membuat adanya medan listrik di dalam kawat dan pararel terhadapnya.

Dengan begitu, elektron-elektron meninggalkan kutub negatif baterai dan masuk ke kawat di ujung yang lain. Adanya aliran elektron yang kontinu melewati kawat yang terjadi ketika kawat tersambung di kedua kutub. Sesuai dengan ketentuan mengenai muatan positif dan negatif, dianggap sebagai muatan positif jika mengalir di satu arah yang tetap ekuivalen sedangkan muatan negatif yang alirannya ke arah yang berlawanan.

Rumus untuk hubungan antara kuat arus listrik dan beda potesial :

I = V/R

Keterangan :

• I = Arus listrik ( A )
• R = Hambatan listrik ( Ω )
• V = Beda potensial ( V )

Sedangkan secara umum nya, arus listrik yang mengalir pada suatu waktu tertentu ialah :

I = dQ/dt

Dengan demikian bisa di tentukan jumlah dari muatan total yang di pindahkan pada rentang waktu 0 – t ( waktu ) melalui integrasi :

Q = dQ = dt

Dan sesuai dengan persamaan di atas, arus listrik iyalah besaran skalar karna baik dari muatan atau dari waktu merupakan besaran skalar.
Agar kalian lebih mengerti mengenai rumus arus listrik, maka saya akan memberikan contoh soal beserta pembahasan nya.

Contoh Soal Arus Listrik

1. Sebuah arus listrik yang melalui hambatan dalam suatu rangkaian dengan besar arus listrik nya yaitu 4,0 ampere dan dalam waktu 10 sekon, maka berapakah besar muatan listrik nya ?

Jawab :

Diketahui = I = 4,0 ampere t = 10 sekon
D

i tanya = berapa besar muatan listriknya?

Di jawab =

I = Q/t
4,0 ampere = Q/10 sekon
Q = 4,0 ampere x 10 sekon
Q = 40 C

Jadi, besar muatan nya iyalah sebesar 40 C

2. Sebuah arus listrik 2 Ampere mengalir pada sebuah kawat penghantar dengan beda potensial nya yang di kedua ujung nya iyalah 12 V. Maka, berapakah hambatan pada kawat itu ?

Jawab :

Di ketahui = I = 2 A v = 12 V

Di tanya = hambatan pada kawat ?

Di jawab = R = V/I

R = 12 V/2A
R = 6 Ω

Jadi, besar hambatan pada kawat tersebut iyalah 6 Ω

Demikianlah artikel kali ini tentang pembahasan Kuat Arus Listrik, semoga artikel kali ini bisa menambah pengetahuan dan menjadi referensi dalam belajar. Terima kasih.

Baca juga: