Konservasi : Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Contohnya Terlengkap

Posted on
Konservasi : Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Contohnya Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Konservasi, Tujuan, Manfaat dan Contohnya

Pengertian konservasi – konservasi ialah usaha usaha dalam melestarikan lingkungan akan tetapi masih tetap memperhatikan manfaat yang dapat diperoleh pada waktu itu melalui cara mempertahankan keberadaannya di setiap beberapa komponen lingkungan guna pemanfaatan nanti di masa yang akan datang.

Konservasi juga dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh sejumlah manusia untuk bisa melestarikan alam, konservasi bisa disebut pula dengan pelestarian maupun perlindungan.

Jika secara harfiah konservasi ini asalnya dari bahasa Inggris yakni dari kata Conservation artinya adalah pelestarian atau perlindungan.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pengertian konservasi ialah pemeliharaan serta perlindungan pada sesuatu secara teratur guna mencegah kerusakan serta kemusnahan dengan cara mengawetkan (Depdiknas, 2001).

Tujuan Konservasi

Adapun sejumlah tujuan konservasi, antara lain adalah :

  1. Yang pertama, guna memelihara ataupun melindungi beberapa tempat yang telah dianggap berharga agar tidak berubah, hancur atau punah.
  2. Yang kedua, sebagai penekan kembali pemakaian dari bangunan lama agar tidak terlantar, artinya adalah apakah menggunakan cara menghidupkan kembali beberapa fungsi yang sebelumnya dari bangunan tadi atau dengan mengganti beberapa fungsi lama dengan cara fungsi baru dan memang diperlukan.
  3. Yang ketiga, guna melindungi beberapa benda bersejarah atau benda di jaman purbakala terhadap kehancuran maupun kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam, kimiawi dan mikro organisme.
  4. Yang keempat, adalah guna melindungi beberapa benda cagar alam yang dilaksanakan secara langsung yakni dengan cara melakukan pembersihan, pemeliharaan dan perbaikan yang baik secara fisik ataupun secara langsung terhadap pengaruh beragam macam faktor, misalnya adalah faktor lingkungan yang dapat merusak beberapa benda tersebut.

Manfaat Konservasi

Manfaat dari wilayah konservasi terhadap ekosistem, adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai perlindungan kekayaan ekosistem alam serta memelihara proses – proses dari ekologi maupun keseimbangan dari ekosistem secara berkelanjutan.
  2. Sebagai pelindung spesies flora serta fauna yang langka maupun hampir punah.
  3. Sebagai pelindung ekosistem yang menarik, indah, dan juga unik.
  4. Sebagai pelindung ekosistem terhadap kerusakan yang disebabkan oleh sejumlah faktor alam, lalu mikro organisme dan lain sebagainya.
  5. Untuk menjaga kualitas dari lingkungan agar tetap terjaga, dan lain sebagainya.

Manfaat dari segi ekonomi:

  1. Sebagai pencegah terjadinya kerugian yang disebabkan oleh sistem penyangga kehidupan seperti misalnya kerusakan di hutan lindung, lalu daerah aliran sungai dan lain sebagainya. Kerusakan di lingkungan akan menimbulkan sebuah bencana dan secara otomatis akan menyebabkanb kerugian sangat besar.
  2. Untuk mencegah kerugian penyebab dari hilangnya sumber genetika dan terkandung pada flora sehingga mengembangkan bahan pangan serta bahan untuk obat-obatan.
Baca Juga :   Download Contoh Surat Referensi Kerja yang Baik dan Benar

Contoh Konservasi Alam

1. Cagar alam

Cagar alam ialah kawasan suaka alam dengan kondisi alam yang memiliki kekhasan akan fauna, flora, serta ekosistem yang memang wajib untuk dilestarikan dan juga dikembangkan secara alami.

2. Suaka marga satwa

Suaka marga satwa yaitu hutan suaka alam yang berperan sebagai suatu tempat hidup untuk marga satwa yang memang mempunyai nilai yang khas guna perkembangan ilmu pengetahuan serta kebudayaan dan termasuk kekayaan maupun kebanggaan Nasional yang pelestariannya dapat dilakukan secara alami ataupun di sengaja.

3. Hutan mangrove ( hutan bakau )

Hutan mangrove atau disebut dengan hutan bakau adalah suatu hutan yang berkembang dan tumbuh diatas rawa-rawa di perairan payau. Hutan ini berada di garis pantai serta mendapat pengaruh oleh kondisi pasang surut air laut.

Salah satu peran serta manfaat dari hutan mangrove adalah adanya sistem pada perakaran di tanaman mangrove yang secara kompleks, rapat serta lebat yang bisa menjadi perangkap dari sisa-sisa beberapa bahan organik dan endapan yang terbawa di air laut dari daratan.

Dengan melakukan proses ini, maka bisa menjadikan air laut tetap terjaga kebersihan dan kejernihannya, sehingga bisa memelihara terumbu karang sebab proses dari mangrove kerap sekali disebut sebagai pembentuk daratan karena endapan dan penahanan tanah yang akan menumbuhkan kembali di garis pantai.

Metode Konservasi Lingkungan

Ada dua metode konservasi yang secara ilmiah diakui dapat menangani masalah lingkungan hidup satwa liar dan tumbuhan. Kedua metode ini dapat dilakukan di beragam belahan dunia, baik untuk tumbuhan, satwa liar, serta ekosistem. Berikut simak penjelasannya :

  1. Pertama ialah metode konservasi in situ atau ‘di situ’ (ditempat) ialah seperangkat teknik dengan melibatkan penunjukan, lalu pengelolaan dan pemantauan dari keanekaragaman hayati di habitat. Contohnya teknik konservasi in situ diantaranya reforestasi, rehabilitasi pada habitat yang rusak, pelepas liaran dan pengamanan pada satwa liat yang terancam mengalami kepunahan di habitatnya. Misalnya seperti pelepas liaran OWA jawa di daerah jawa barat.
  2. Berbeda dengan metode in situ adalah metode ex situ. Metode ex situ ialah pelaksanaan pelestarian keanekaragaman hayati, tumbuhan, satwa liar, yang dilakukan di luar habitat. Contoh metode konservasi dari ex situ ialah pengembang biakan pada hewan langka di Indonesia, misalnya seperti badak di fasilitas pada penangkaran dan pengembang biakan sebuah tanaman langka yang ada di kebun raya.

Jadi, pengertian konservasi ialah suatu upaya atau usaha secara sadar yang dilaksanakan dengan berulang – ulang atau terus menerus yang tujuannya agar masyarakat mempunyai tingkat kesadaran dan kepedulian pada konservasi sumberdaya alam serta segala permasalahannya yang mempunyai pengetahuan, sikap, lalu keahlian, motivasi serta komitmen guna mengikuti bagaimana cara memecahkan masalah konservasi tersebut. Semoga menambah wawasannya!

Baca juga: