Kinerja Keuangan : Pengertian, Pengukuran, Analisis, dan Penilaian Terlengkap

Posted on
Kinerja Keuangan : Pengertian, Pengukuran, Analisis, dan Penilaian Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Kinerja Keuangan, Pengukuran, Analisis, dan Penilaiannya

Kinerja keuangan adalah – suatu usaha formal yang dilakukan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan juga efektivitas dari aktivitas perusahaan yang sedang berjalan pada periode waktu tertentu. Nah, beberapa pengertian tentang kinerja keuangan adalah seperti dibawah ini.

A. Pengertian Kinerja Keuangan Menurut Para Ahli

Menurut Jumingan (2006:239), Kinerja keuangan ialah gambaran keadaan keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu baik yang menyangkut aspek penghimpunan dana ataupun penyaluran dana, dan biasanya diukur menggunakan indikator kecukupan modal, likuiditas, serta profitabilitas.

Menurut Sutrisno (2009:53), Kinerja keuangan merupakan prestasi yang telah dicapai perusahaan pada suatu periode tertentu sebagai cerminan tingkat kesehatan perusahaan tersebut.

Menurut Fahmi (2011:2), Kinerja keuangan ialah suatu analisis yang dilaksanakan untuk melihat sejauh manakah suatu perusahaan dalam melaksanakan dengan menggunakan aturan – aturan pelaksanaan keuangan yang baik dan benar. Kinerja perusahaan merupakan sebuah gambaran mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis menggunakan alat – alat analisis keuangan, sehingga bisa diketahui bagaimana baik buruknya kondisi keuangan suatu perusahaan yang dicerminkan pada prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangatlah penting agar sumber daya yang dipakai secara optimal saat menghadapi perubahan lingkungan.

B. Pengukuran Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan perusahaan berhubungan erat dengan pengukuran dan juga penilaian kinerja. Pengukuran kinerja (performing measurement) ialah kualifikasi & efisiensi serta efektivitas perusahaan di dalam pengoperasian bisnis perusahaan selama periode akuntansi. Adapun penilaian kinerja tersebut menurut Srimindarti (2006:34) ialah penentuan efektivitas operasional dan organisasi serta karyawan yang berdasar pada sasaran, standar dan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya secara periodik.

Pengukuran kinerja dipakai perusahaan untuk melakukan sebuah perbaikan di atas kegiatan operasionalnya supaya bisa bersaing dengan perusahaan lain. Analisis kinerja keuangan ini merupakan proses pengkajian yang kritis terhadap review data, menghitung, mengukur, lalu menginterprestasi, dan memberikan sebuah solusi terhadap keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Menurut Munawir (2012:31) mengatakan bahwa tujuan dari adanya pengukuran kinerja keuangan perusahaan ialah :

  • Mengetahui tingkat likuiditas. Likuiditas ini menunjukkan sebuah kemampuan suatu perusahaan guna memenuhi kewajiban keuangan yang seharusnya segera diselesaikan pada waktu ditagih.
  • Mengetahui tingkat solvabilitas. Solvabilitas ini menunjukkan sebuah kemampuan perusahaan guna memenuhi kewajiban keuangannya jika perusahaan tersebut dilikuidasi, baik keuangan dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.
  • Mengetahui tingkat rentabilitas. Rentabilitas atau yang sering dikenal dengan profitabilitas ini menunjukkan sebuah kemampuan perusahaan guna menghasilkan profit selama periode tertentu.
  • Mengetahui tingkat stabilitas. Stabilitas ini menunjukkan sebuah kemampuan perusahaan guna melakukan usahanya secara stabil, yang diukur menggunakan pertimbangan kemampuan perusahaan guna membayar hutang – hutangnya serta membayarkan beban bunga dari hutang – hutangnya secara tepat pada waktunya.

C. Analisis Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan bisa dinilai dengan sejumlah alat analisis. Menurut Jumingan (2006:242) Berdasarkan tekniknya, analisis keuangan bisa dibedakan menjadi :

  1. Analisis Perbandingan Laporan Keuangan, adalah teknik analisis dengan cara membandingkan sebuah laporan keuangan dalam dua periode atau lebih dengan cara menunjukkan perubahan, baik pada jumlah (absolut) ataupun dalam persentase (relatif).
  2. Analisis Tren atau tendensi posisi, adalah teknik analisis guna mengetahui tendensi kondisi keuangan apakah sedang menunjukkan kenaikan atau malah penurunan.
  3. Analisis Persentase per-Komponen (common size), adalah teknik analisis guna mengetahui persentase investasi di masing – masing aktiva terhadap keseluruhan atau jumlah total aktiva maupun utang.
  4. Analisis Sumber & Penggunaan Modal Kerja, adalah teknik analisis guna mengetahui besarnya sumber dana dan penggunaan modal kerja melewati dua periode waktu yang sudah dibandingkan.
  5. Analisis Sumber & Penggunaan Kas, adalah teknik analisis guna mengetahui keadaan kas disertai sebab dari terjadinya perubahan kas dalam suatu periode waktu tertentu.
  6. Analisis Rasio Keuangan, adalah teknik analisis keuangan guna mengetahui hubungan di antara pos – pos tertentu dalam neraca ataupun laporan laba rugi baik secara individu ataupun secara simultan.
  7. Analisis Perubahan Laba Kotor, adalah teknik analisis guna mengetahui posisi laba dan sebab – sebab terjadinya dari perubahan laba.
  8. Analisis Break Even, adalah teknik analisis guna mengetahui tingkat penjualan yang harus dicapai supaya perusahaan tidak akan mengalami kerugian.
Baca Juga :   10 Konsep Geografi dan Contohnya Menurut Para Ahli Beserta Penjelasan Terlengkap

D. Penilaian Kinerja Keuangan

Bagi investor, informasi tentang kinerja keuangan perusahaan ini bisa digunakan untuk melihat apakah mereka akan melakukan pertahanan investasi mereka di perusahaan tersebut atau malah mencari alternatif lain. Jika kinerja perusahaan baik maka dapat disimpulkan nilai usaha akan tinggi. Dengan nilai usaha yang naik atau tinggi ini akan membuat para investor melirik – lirik perusahaan tersebut guna menanamkan modalnya sehingga akan terjadi kenaikan pada harga saham. Atau bisa dikatakan bahwa harga saham adalah fungsi dari nilai perusahaan.
Sementara bagi perusahaan, informasi dari kinerja keuangan perusahaan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti berikut :

  1. Untuk mengukur prestasi yang sudah dicapai bagi suatu organisasi pada periode tertentu yang mencerminkan sebagai tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatannya.
  2. Selain dipakai untuk melihat kinerja suatu organisasi secara keseluruhan, maka pengukuran kinerja dapat pula digunakan untuk menilai kontribusi pada suatu bagian dalam pencapaian tujuan sebuah perusahaan secara keseluruhan.
  3. Dapat dipakai sebagai dasar penentuan perencanaan /strategi perusahaan di masa yang akan datang.
  4. Memberi sebuah petunjuk dalam membuat keputusan dan kegiatan organisasi secara umum dan divisi atau pada bagian organisasi pada khususnya.
  5. Sebagai dasar penentuan dari kebijaksanaan penanaman modal supaya bisa meningkatkan efisiensi dan juga produktivitas perusahaan.

Dengan demikian kesimpulan dari kinerja keuangan adalah suatu usaha formal yang dilakukan perusahaan sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi efisien dan juga efektivitas dari aktivitas perusahaan. Jika kinerja perusahaan ini baik, maka banyak para investor melirik untuk menanamkan modalnya.

Baca juga: