Kerajaan Mataram Kuno : Sejarah, Candi, dan Prasasti Peninggalannya Terlengkap

Posted on
Kerajaan Mataram Kuno : Sejarah, Candi, dan Prasasti Peninggalannya Terlengkap
5 (100%) 1 vote

Kerajaan Mataram Kuno : Sejarah, Candi, dan Prasasti Peninggalannya Terlengkap

Peninggalan kerajaan mataram kuno – Kerajaan yang pertama berkembang di Indonesia yaitu kerajaan Hindu dan Buddha. Sedangkan sistem perdagangan adalah sistem perekonomian yang di gunakan pada saat itu. Sehingga hubungan dengan negara-negara tetangga bisa terjalin. Pada zaman kerajaan Agama Hindu adalah agama yang pertama masuk ke Indonesia. Begitu banyak kerajaan yang di bangun di pulau Jawa saat itu. Tetapi kali ini kita akan membahas dan belajar kembali tentang salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Pulau Jawa beserta dengan peninggalannya, kerajaan yang akan kita bahas kali ini adalah kerajaan Mataram Kuno.

A. Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram kuno adalah kerajaan hindu budha di Indonesia yang didirikan tepatnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-8 M. Kerajaan Mataran Kuno diperintah oleh dua dinasti (wangsa) yang berbeda, yaitu Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra. Ibukota Mataram adalah Medang atau Medang Kamulan hingga tahun 925.

B. Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Pada Dinasti Sanjaya dan dinasti Syailendra meninggalkan begitu banyak berbagai macam peninggalan kerajaan Mataram Kuno seperti prasasti dan candi. Berikut peninggalan Kerajaan Mataram Kuno :

Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

1. Candi Sewu

Candi sewu adalah candi terbesar kedua di Jawa tengah setelah candi Borobudur yang memiliki corak budha yang dibangun sekitar di abad 8 Masehi. Candi Sewu merupakan candi yang lebih tua dari dua candi yang ada di Jawa Tengah. Lokasi Candi Sewu berada di desa Bugisan, kecamatan Prambanan, kabupaten klaten, Jawa tengah. Letak dari Candi ini sangat dekat dengan candi Prambanan yaitu hanya sekitar 800 Meter.
Selain itu, candi Sewu memiliki keunikan yaitu nama dari Candi Sewu tidak sesuai dengan jumlah candi yang sebenarnya, yaitu jumlahnya hanya sekitar 249 candi.

2. Candi Arjuna

Candi Arjuna merupakan candi yang bercorak Hindu. Candi Arjuna dibangun pada abad 9 Masehi. Terletak di daerah Dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.

3. Candi Bima

Candi bima adalah candi yang bercorak hindu, dimana letaknya juga di Dataran Tinggi Dieng tepatnya di Banjarnegara, Jawa Tengah. Candi ini dibangun sekitar pada abad ke 7 sampai abad ke 13 Masehi. Karakteristik yang dimiliki candi Bima yaitu memiliki atap yang hampir sama dengan shikara. Pada bagian atas terdapat arca Kudu. Pada zaman dahulu candi Bima digunakan sebagai tempat upacara Pradaksina.

Baca Juga :   Pengertian dan Contoh Penyimpangan Primer dan Penyimpangan Sekunder

4. Candi Borobudur

Merupakan candi yang bercorak Budha dan termasuk dari 7 keajaiban Dunia menurut UNESCO. Terletak di kota Magelang, Jawa tengah.
Candi Borobudur dibangun pada masa dinasti Syailendra yang dibangun oleh para pemeluk Budha sekitar tahun 800-an atau abad 8 Masehi.

5. Candi Mendut

Candi mendut juga merupakan candi yang bercorak Budha. Terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi Mendut dibangun pada saat berkuasanya Dinasti Syailendra sekitar tahun 800-an Masehi dibawah kekuasaan Raja Indra.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

1. Prasasti Sojomerto

Prasasti Sojomerto adalah prasasti dari dinasti Syailendra yang berada di kota Batang, Jawa Tengah. Pada prasasti ini terdapat tulisan yang menggunakan bahasa Melayu kuno dengan aksara bahasa Kawi.
Berdasarkan penelitian Prasasti Sojomerto dibuat pada sekitar akhir abad 7 atau awal dari abad ke 8.
Walaupun Prasasti ini dari Dinasti Syailendra, Prasasti Sojomerto dibuat ketika Kerajaan Mataram Kuno masih beragama Hindu Siwa. Di dalam prasasti Sojomerto tertulis nama – nama keluarga dari raja – raja dinasti Syailendra.

2. Prasasti Kalasan

Prasasti kalasan adalah prasasti dari peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada masa dinasti Sanjaya yang dibuat pada tahun 778 Masehi. Prasasti ini terletak di daerah Sleman Jogjakarta. Pada Prasasti tersebut tulisannya menggunakan bahasa Sanskerta dengan aksara Pranagari (huruf yang berasal dari India Utara)

Di dalam prasasti Kalasan berisi tentang kisah keberhasilan Guru Sang Raja saat merayu Kariyana Panangkara atas permintaan keluarga dinasti Syailendra agar bersedia untuk mendirikan bangunan suci untuk Dewi Tara. Selain itu, Prasasti Kalasan juga berisi tentang kisah pemberian hadiah desa Kalasan untuk tempat biara bagi para biarawan sebagai tempat suci bagi mereka (Candi Kalasan).

3. Prasasti Kelurak

Prasasti Kelurak ini dibuat pada tahun 782 Masehi. Terletak di daerah dekat Candi Lumbung, Prambanan, Jawa Tengah. Prasasti Kelurak ditulis dengan menggunakan Bahasa Sanksekerta dengan aksara Pranagari.
Prasasti Kelurak berisi informasi tentang dibangunnya candi Sewu atas perintah raja yang berkuasa pada saat itu, raja itu adalah Raja Indra.

4. Prasasti Ratu Boko

Prasasti Ratu Boko ditemukan di daerah Baka, yang berisikan tentang kisah peperangan saudara. Perang saudara tersebut yaitu antara Balaputra Dewa dengan Rakai Pikatan, di mana Balaputra Dewa kalah dalam peperangan tersebut. Berdasarkan penelitian, prasasti Ratu Boko ini dibuat pada tahun 856 Masehi.

5. Prasasti Canggal

Prasasti Canggal merupakan prasasti peninggalan dari dinasti Terakhir mataram yaitu Sanjaya yang berisi tentang pembuatan lingga di desa Kunjarakunja. Prasasti Canggal dibuat sekitar pada tahun 732 Masehi. Pada Prasasti Canggal ditulis menggunakan bahasa Sanskerta dan menggunakan huruf Pallawa.

Demikianlah informasi tentang peninggalan kerajaan Mataram kuno yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Semoga artikel ini bisa menjadi media pembelajaran dan juga sebagai media untuk menmbah rasa keingintahuan pada sejarah kerajaan – kerajaan Hindu di Pulau Jawa, terima kasih.

Baca juga: