Sejarah dan Tujuan Kedatangan Bangsa Eropa Ke Indonesia

Posted on
Sejarah dan Tujuan Kedatangan Bangsa Eropa Ke Indonesia
3 (60%) 2 vote[s]

Sejarah dan Tujuan Kedatangan Bangsa Eropa Ke Indonesia

Rempah-rempah yang diperdagangkan ke Eropa yang berasal dan Indonesia (Maluku) harganya sangat tinggi. karena sudah melalui beberapa tangan. Padahal harga yang sebenarnya di tempat asalnya sangat murah. Oleh karena itu, orang-orang Eropa ingin mengambil dan tempat asalnya secara langsung.

Sejarah Masuknya Bangsa Eropa Ke Indonesia

Keinginan untuk mendapatkan rempah-rempah langsung dan produsennya atau dan tempat asalnya, telah mengundang para pedagang Eropa ke Maluku. Kemudian Indonesia menjadi incaran para pedagang dan Portugis Spanyol, Inggris, dan Belanda. Kedatangan orang-orang Eropa ke Indonesia tidak sekedar berdagang, tetapi ada keingiran lain, yaitu mengambil alih kendali perdagangan dan menguasainya.

Pada saat itu, di Indonesia sudah berdiri sejumlah Kerajaan Islam, yang tersebar di Kalimantan, Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Maluku. Para penguasanya sekaligus perdagang dan memegang kendali perdagangan rempah-rempah di wilayah masing-masing.

Dengan datangnya bangsa Eropa ke Indonesia, dengan tujuan yang tidak diinginkan, jelas menimbulkan konflik yang berkepanjangan, yang tidak pernah terjadi sebelumnya, yaitu ketika bangsa Indonesia menjalin hubungan dagang dengan Cina, India, ataupun Arab.

Setelah jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453, bangsa Eropa yang paling terkena dampak buruknya berupa kesulitan ekonomi adalah bangsa Portugis dan Spanyol. kemudian bangsa Portugis dan Spanyol mengadakan penjelajahan samudera untuk mencari kekayaan dan menggelar jajahan . Selanjutnya diikuti oleh bangsa-bangsa Eropa lainnya, yaitu Inggris dan Belanda.

Faktor-faktor yang mendorong bangsa-bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera menuju ke dunia Timur, termasuk Indonesia adalah sebagai berikut.

  • Kisah perjalanan Marcopolo (1254-1324) seorang pedagang dari Venesia, Italia ke Cina yang dituangkan dalam buku Book of Various Experiences mengisahkan tentang keajaiban dunia atau Imago Mundi.
  • Jatuhnya Konstantinopel, ibukota Romawi Timur ke tangan Kesultanan Turki pada tahun 1453 menyebabkan putusnya hubungan dagang ke dunia Timur. Bangsa Barat berusaha mencari jalan sendiri ke pusat rempah-rempah di Asia.
  • Adanya semangat penakiukan terhadap orang-orang yang beragama Islam serta membuat daerah-daerah kekuasaan yang dimiliki kerajaan-kerajaan Islam tersebut.
  • Penemuan Coperticus yang didukung oleh Galileo Galilei yang menyatakan bahwa bumi itu bulat. Pendapat ini memperkuat keberanian para pelaut, karena orang yang berlayar ke dunia Timur tidak akan tersesat. Semakin ke Timur akan sampai ke tempat semula.
  • Ingin memperoleh keuntungan dan kekayaan sebanyak-banyaknya.

Kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia membawa akibat dan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kehidupan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan, karena ternyata kedatangan mereka tidak sekedar berdagang, namun sebagai penjajah.

Kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia

Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia mempunyai tiga tujuan sebagai berikut.

  • Tujuan ekonomi, yaitu mencari keuntungan yang besar dan hasil perdagangan rempah-rempah. Membeli dengan harga murah di Maluku, dan menjualnya dengan harga tinggi di Eropa.
  • Tujuan agama, yaitu menyebarkan agama Nasrani.
  • Tujuan petualangan, yaitu mencari daerah jajahan.

Tujuan tersebut lebih dikenal dengan gold, glory, gospel.

  • Gold, yaitu mencari emas dan mencari kekayaan.
  • Glory, yaitu mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan.
  • Gospel, yaitu tugas suci menyebarkan agama Kristen.

Bangsa Portugis karena ingin mencapai tujuannya. segera melakukan serangkaian kegiatan penjelajahan. Di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque, ia bersama armadanya berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511 Selanjutnya, pada tahun 1512 Portugis sudah berhasil menguasai Ternate, yaitu dengan mengadakan perjanjian dengan Kerajaan Ternate. Namun ternyata Spanyol sudah bersekutu dengan Kerajaan Tidore. Akhirnya mereka bermusuhan.

Baca Juga :   Kinerja Keuangan : Pengertian, Pengukuran, Analisis, dan Penilaian Terlengkap

Portugis dan Spanyol memang sama-sama ingin menguasai dunia. Mereka sudah dua kali membuat kesepakatan, yang pertama tahun 1494 dengan Perjanjian Thordesillas, dan yang kedua tahun 1526 dengan Perjanjian Saragosa.

Perjanjian Saragosa yang dipimpin oleh Paus, membagi dunia dalam dua wilayah kekuasaan :

  • Daerah di sebelah utara garis Saragosa adalah penguasaan Portugis.
  • Daerah di sebelah selatan garis Saragosa adalah penguasaan Spanyol.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, Spanyol tidak berhak menguasai Tidore, dan harus segera kembali ke Filipina. Selanjutnya Portugis leluasa menguasai Maluku yang kaya

Setelah mendapat tempat dan berhasil menguasai Malaka dan Maluku, Portugis berusaha mendapat tempat lagi di Sumatera yang merupakan daerah penghasil lada terbesar. Namun usaha Portugis ini gagal, karena Kerajaan Aceh terlalu kuat dan pengawasan yang sangat ketat terhadap semua wilayah kekuasaannya.

Di Pulau Jawa, Portugis diterima dengan baik hanya di Pasuruan dan Blambangan saja, selebihnya di bawah pengaruh Demak yang tidak begitu senang terhadap Portugis. Di tempat lain di nusantara, Portugis hanya berhasil menetap di Timor saja.

Kedatangan bangsa Spanyol di Indonesia

Tujuan kedatangan bangsa Spanyol ke Indonesia sama dengan tujuan bangsa Portugis, yaitu mencari kekayaan, menyebarkan agama Nasrani, dan mencari daerah jajahan. Pada tanggal 8 Nopember 1521, kapal dagang Spanyol berlabuh di Maluku, setelah melalui Filipina, Kalimantan Utara, kemudian langsung ke Tidore.

Di sini bangsa Spanyol diterima baik oleh rakyat Tidore. Namun Portugis yang ada di Ternate merasa terancam dan tidak mau disaingi sesama bangsa Eropa, yang dianggap akan mengganggu monopolinya.

Kemudian mereka bersengketa, dan dibuatlah perjanjian di Saragosa pada tahun 1526, yang menyebabkan Spanyol harus meninggalkan Tidore.

Kedatangan bangsa Inggris di Indonesia

Inggris mendirikan kongsi dagang yang diberi nama East Indian Company (EIC) pada tahun 1600. Pemerintah Inggris memberikan hak-hak istimewa kepada EIC. Pada abad ke-18, para pedagang Jnggris juga sudah banyak yang berdagang di Indonesia. Bahkan sejak Belanda menjadi sekutu Perancis, Inggris selalu mengancam kedudukan Belanda di Indonesia.

Pada tahun 1811, Thomas Stamford Raffles telah berhasil merebut seluruh wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia. Raffles yang diangkat sebagai pemimpin Inggris atas wilayah Indonesia, memberikan kesempatan pada penduduk Indonesia untuk melaksanakan perdagangan bebas. Namun, kekuasaan Inggris tetp bersifat menindas bangsa Indonesia.

Kedatangan bangsa Belanda di Indonesia

Perang antara Belanda melawan Spanyol selama 80 tahun (1568-1648) telah mendorong Belanda untuk mencari daerah jajahan ke nusantara. Tujuan Belanda datang ke Indonesia, sama dengan bangsa-bangsa Eropa lainnya, yaitu mencari kekayaan, monopoli perdagangan, dan mencari daerah jajahan.

Belanda datang pertama kali ke Indonesia pada tahun 1596, di bawah pimpman Cornelis de Houtman, dan berhasil mendarat di Pelabuhan Banten. Namun kedatangan Belanda diusir penduduk pesisir Banten karena mereka bersikap kasar dan sombong. Belanda datang lagi ke Indonesia dipimpin Jacob van Heck pada tahun 1598.

Pada tanggal 20 Maret tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang bernama VOC (Vereenigde Oost Indische Corn pagnie), dengan tujuan sebagai berikut.

  • Menghilangkan persaingan yang merugikan para pedagang Belanda.
  • Menyatukan tenaga untuk menghadapi persaingan dengan bangsa Portugis dan pedagang-pedagang lainnya di Indonesia.
  • Mencari keuntungan yang sebesar-besarnya untuk membiayai perang melawan Spanyol.

VOC menerapkan beberapa aturan paksa yang harus dilaksanakan oleh Indonesia. Bentuk-bentuk aturan paksa VOC yang diterapkan di Indonesia tersebut sebagai berikut.

  • Monopoli dagang.
  • Pajak yang harus dibayar dengan hasil biimi.
  • Penjualan paksa hasil bumi kepada VOC.
  • Pelayaran Hongi, yaitu wajib mendayung perahu VOC di perairan Maluku.
  • Aksi penebangan tanaman rempah-rempah milik rakyat.
  • Wajib menanam kopi di wilayah rakyat Priangan.
  • Wajib menyerahkan upeti berupa hasil bumi kepada kepala daerah yang telah menandatangani perjanjian dengan VOC.

Baca Juga :