Kartel – Pengertian, Ciri-Ciri, Dampak Dan Tujuannya Lengkap

Posted on

Kartel – Pengertian, Ciri-Ciri, Dampak Dan Tujuannya Lengkap

Kartel Adalah – Kartel adalah hubungan kerja sama diantara beberapa perusahaan, dalam memproduksi serta memasarkan barang yang sejenis. Di masing-masing perusahaan masih mempunyai kebebasan dalam mengurus perusahaannya, kecuali di dalam hal-hal yang sudah disepakati bersama di dalam kartel.

Kartel adalah istilah yang sudah dikenal, di dalam bidang ekonomi atau hukum. Istilah kartel di dalam bidang ekonomi, adalah suatu pernyataan sebuah perilaku atau praktik yang mempunyai hubungan dengan persaingan industri atau persaingan usaha.

Istilah kartel dalam bidang hukum adalah sebuah kegiatan atau praktik yang sudah dilarang secara hukum negara, karena mampu merugikan dalam kepentingan umum/publik.

Pengertian lainnya dari kartel adalah membentuk suatu kelompok yang bekerja sama, dalam mengendalikan harga dan juga distribusi pada sebuah barang untuk kepentingan atau keuntungan dari kelompok tersebut.

Pengertian

Dalam Kamus Besar, Universitas Oxford, Definisi dari Kartel atau Cartel, yaitu “Cartel is a group of Separate Business Firms wich work Together to increase Profits by not competing with Each Other”, yang Artinya Sebuah kelompok dari berbagai badan Hukum Usaha yang berlainan, untuk bekerja sama dalam menaikkan keuntungan masing-masing kelompok, tanpa melalui persaingan usaha dengan kelompok usaha lainnya.

Dalam KBBI kartel memiliki dua ciri yang menyatu, yaitu :

  1. Organisasi suatu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya, dalam memproduksi barang-barang yang sejenis.
  2. Persetujuan dilakukan oleh sekelompok perusahaan, yang tujuannya adalah untuk mengendalikan harga komoditi tertentu.

Poin penting yang ada di dalam pengertian tersebut diatas adalah kelompok yang ada di dalam suatu kartel, terdiri dari kumpulan perusahaan besar dalam memproduksi barang yang sejenis. Tujuannya adalah untuk mengendalikan harga komoditi tertentu, sehingga harga yang tersusun adalah bukan harga di dalam persaingan.

Jenis-Jenis Kartel

Kartel Harga

Adalah kesepakatan bersama dalam menentukan harga minimun pada suatu barang yang boleh dijual. Anggota yang terlibat di dalam kartel, tidak boleh menjual barang di bawah harga minimum karena sudah disepakati bersama.

Baca Juga :   Sistem Ekonomi Kerakyatan – Pengertian, Ciri, Tujuan, Prinsip, Peran serta Keunggulan dan Kekurangannya

Kartel Syarat

Merupakan syarat yang selaras dalam suatu hal, yang berupa Penyerahan, Pembayaran dan Pembungkusan barang, yang telah disepakati bersama.

Kartel Rayon

Dalam setiap kartel yang sudah disepakati, dengan tujuan dalam menerapkan daerah penjualan supaya tak terjadi persaingan diantara anggota rayon.

Kartel Produksi

Adalah jumlah maksimum barang yang boleh diproduksi oleh setiap anggota. Tujuan dari pembatasan produksi ini adalah, supaya tidak terjadi kelebihan produksi yang bisa mengakibatkan turunnya harga barang produksi.

Sindikat Penjualan

Setiap anggota kartel harus menyerahkan barang hasil dari produksinya, untuk dijual dengan satu harga yang sama.

Kartel Pembagian Keuntungan

Keuntungan yang didapatkan oleh seluruh anggota kartel, dikumpulkan dalam satu kas bersama. Lalu akan dibagi lagi, sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati bersama.

Dampak Kartel

Dalam menerapkan sistem kartel ini tentu terdapat keuntungan dan juga kelemahan di dalamnya. Yang diantaranya yaitu :

Keuntungan

  • Kedudukan monopoli dari kartel yang ada di pasar, menyebabkan kartel mempunyai posisi yang baik dalam menghadapi persaingan barang.
  • Resiko pada penjualan barang yang diproduksi dan resiko kapital para anggota bisa diminimalisir karena baik dalam hal produksi atau penjualannya, mudah diatur dan jumlahnya pun terjamin.
  • Kartel bisa melaksanakan rasionalisasi, sehingga harga pada barang yang akan dijual atau diproduksi cenderung turun.

Kelemahan

  • Persaingan kartel bisa menyelundup ke dalam anggota kartel.
  • Kartel juga dianggap bisa merugikan masyarakat luas, karena dengan praktis bisa meninggikan harga dengan lebih bebas.
  • Peraturan yang dibuat bersama-sama, antara para anggota dengan sangsi interen akan membuat kebebasan untuk setiap anggota yang bergabung di dalamnya.

Tujuan Kartel

Tujuan dari kartel adalah untuk mengurangi atau meniadakan antar persaingan, serta membentuk keselarasan harga, jumlah produksi dan pembagian daerah pemasaran, di setiap badan usaha.

Tujuan itu bisa tercapai dengan membentuk perjanjian atau kesepakatan, yang dilakukan oleh beberapa perusahaan produsen dalam mengatur dan mengendalikan beragam hal, seperti misalnya Harga, Wilayah Pemasaran, dan lain-lainnya. Yang tujuannya adalah untuk menekan antar persaingan serta meraih keuntungan yang banyak.

Contoh

Di Indonesia ada beberapa perusahaan yang melakukan kerjasama dengan menggunakan sistem kartel, berikut nama-nama perusahaannya :

  • PT Semen Gresik
  • PT Holcim Indonesia
  • PT Indocement

Demikian penjelasan mengenai pengertian kartel, yang dilengkapi dengan ciri, dampak dan tujuannya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan anda, dan memberi manfaat bagi kita semua.

Baca Juga :