Kalimat Efektif : Pengertian, Syarat, Jenis, Prinsip, Ciri dan Contohnya Terlengkap

Posted on
Kalimat Efektif : Pengertian, Syarat, Jenis, Prinsip, Ciri dan Contohnya Terlengkap
5 (100%) 1 vote

Pengertian Kalimat Efektif, Syarat, Jenis, Prinsip, Ciri dan Contohnya

Kalimat efektif – bagi seorang penulis pastinya harus lebih memerhatikan kalimat yang akan ditulisnya. Tujuannya adalah supaya kalimat tersebut tidak berbelit-belit dan tergolong dalam kalimat efektif. Pada kesempatakn kali ini akan mengupas tentang kalimat efektif, mulai dari pengertian, syarat-syarat, jenis, prinsip, lalu ciri-cirinya beserta contohnya. Berikut simak uraian dibawah ini.

Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif ialah kalimat yang disusun menurut kaidah-kaidah yang sudah ditentukan, misalnya seperti unsur terpenting yang harus dipunya pada setiap kalimat (subjek dan predikat), lalu dengan memerhatikan ejaan yang disempurnakan, dan caranya memilih diksi (kata) yang tepat dalam kalimat. Kalimat yang sudah memenuhi sejumlah kaidah tersebut maka akan mudah dipahami bagi pembaca ataupun pendengar.

Menurut JS Badudu, pendapatnya tentang pengertian kalimat efektif ialah “Kalimat baik yang sedang dipikirkan maupun dirasakan oleh si pembaca (yakni si penulis dalam bahasa tulis) bisa di pahami dan diterami oleh pendengar (yakni pembaca dalam bahasa tulis) adalah sama benar dari apa yang sedang dipikirkan maupun dirasakan oleh si penulis atau si penuturnya.”

Dan ada juga sejumlah pengertian lain dari kalimat efektif adalah jenis kalimat yang bisa memberikan efek tertentu di dalam berkomunikasi. Maksud dari efek disini adalah kejelasan dari informasinya.
Kalimat efektif tanpa menggunakan kata-kata dari mubazir, namun tidak pula kekurangan kata.

Ciri – Ciri Kalimat Efektif

Adapun ciri – ciri dari kalimat efektif yang sudah kita kumpulkan, antara lain :

  • Menggunakan diksi secara tepat
  • Memiliki unsur penting atau pokok, yakni minimal Subjek Predikat (SP)
  • Patuh pada tata aturan EYD (ejaan yang disempurnakan) yang berlaku
  • Melaksanakan penekanan ide pokok
  • Mengacu pada penghematan pemakaian kata
  • Menggunakan kesejajaran wujud bahasa yang dipakai
  • Menggunakan variasi struktur kalimat
  • Menggunakan kesepadanan antara jalan pikiran yang logis dan sistematis dengan struktur bahasanya
  • Mewujudkan koherensi secara kompak dan yang baik
  • Mmerhatikan pararelisme
  • Termasuk dalam komunikasi yang berharkat
  • Diwarnai kehematan
  • Berdasarkan atas pilihan kata yang baik

Syarat Kalimat Efektif

Terdapat 6 syarat maupun prinsip yang harus dipenuhi supaya dapat tertulus kalimat yang efektif, berikut penjelasannya :

1. Kesatuan

Berdasarkan pendapat dari Amran Tasai dan Arifin, kesatuaan merupakan keseimbangan antara struktur bahasa yang dipakai dengan gagasan (pikiran). Kesatuan gagasan pada kalimat ini ditunjukkan oleh keselarasan yang kompak dan perpaduan pikiran yang baik.

Ciri – ciri yang kesatuan ialah :

a. Terdapat subjek dan predikat secara jelas : Hindari memakai kata depan (di, sebagai, ke dll) sebelum subjek.

Contohnya :

  • Di desa para warga sedang musyawarah masalah pilihan presiden. (salah)
  • Para warga desa sedang musyawarah masalah pilihan presiden. (benar)
Baca Juga :   Teks Ulasan : Pengertian, Tujuan, Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Jenis dan Contohnya lengkap

b. Tidak ada subjek ganda

Contohya :

  • Pembuatan kue ini kita dibantu oleh Ibu – ibu PKK. (salah)
  • Dalam membuat kue ini, kita dibantu oleh Ibu – ibu PKK. (benar)

c. Tidak memakai kata penghubung (intrakalimat) pada kalimat tunggal

Contohnya :

  • Saya masuk agak terlambat. Sehingga saya tidak bisa mengikuti latihan ekstrakulikuler. (salah)
  • Saya masuk agak terlambat. Oleh sebab itu, saya tidak bisa mengikuti lahitan ekstrakulikuler. (benar)

Contohnya :

  • Buah duren yang berada di bawah meja. (salah)
  • Buah duren berada di bawah meja. (benar)

2. Kehematan

Berdasarkan pendapat finorza, bahwa kehormatan ialah upaya menghindari penggunaan kata yang tidak perlu. Hemat disini artinya tidak memakai kata kata yang mubadzir, tidak mengulang subjek dan tidak menjamakkan kata yang sudah membentuk jamak. Dengan menghemat kata, maka kalimat menjadi berisi dan padat.

Contoh kalimat kehematan :

  • Karena ia rajin bekerja, dia mendapatkan uang banyak. (salah)
  • Karena rajin bekerja, dia mendapatkan uang banyak. (benar)
  • Sinta menghadiri pesta ulang tahun hari minggu. (salah)
  • Sinta menghadiri pesta ulang tahun minggu itu. (benar)
  • Rani hanya membeli baju saja. (salah)
  • Rani membeli baju saja / rani hanya membeli baju. (benar)

3. Kepararelan

Berdasarkan pendapat dari Amran Tasai dan Arifin, bahwa kepararelan adalah bentuk kesamaa yang dipakai dalam kalimat tersebut. Maksudnya disini adalah bila dalam kata pertama bentuknya verba, maka pada kata kedua harus berbentuk verba pula.

Contoh kalimat kepararelan :

  • Sang instruktur menjelaskan, memaparkan dan praktek sebuah gaya renang pada para atlet. (salah)
  • Sang instruktur menjelaskan, memaparkan dan mempraktekkan sebuah gaya renang pada para atlet. (benar)

4. Kelogisan

Berdasarkan pendapat dari Arifin dan Amran Tasai, bahwa kelogisan ialah ide kalimat itu bisa diterima dengan akal sehat dan penulisannya sesuai pada ejaan yang berlaku.

Contoh kalimat kelogisan :

  • Tempat dan waktu kami persilakan. (salah)
  • Bapak HJ. Amal Ma’ruf kami persilakan. (benar)

5. Kepaduan (koherensi)

Berdasarkan finoza, koherensi ialah kejadian hubungan yang sama antara beberapa unsur pembentukan kalimat. Kepaduan menjadi syarat dari kalimat efektif supaya diharapkan nantinya pada setiap informasi yang diterima tidak terpecah belah.

Ciri –ciri koherensi

yang ada dibawah ini adalah koherensi yang rusak sebab tempat kata di dalam kalimat tak sesuai dari pola kalimat.

Contohnya Koherensi :

  • Sayur membeli nenek kemarin sore. (salah)
  • Nenek membeli sayur kemarin sore. (salah)

Selain pada contoh koherensi rusak sebab menyelipkan sebuah kata misalnya seperti tentang atau daripada antara objek penderita dan predikat kata kerja.

Contoh kalimat kepaduan :

  • Kita membaca daripada komik conan. (salah)
  • Kita membaca komik conan. (benar)

6. Ketepatan

Berdasarkan finoza, ketepatan ialah kesesuaian maupun kecocokan dalam penggunaan unsur-unsur yang membentuk suatu kalimat sehingga menciptakan definisi yang bulat dan pasti.

Contoh kalimat ketepatan :

  • Dinda lupa bagaimana cara menanam, menyiram dan perawatannya. (salah)
  • Dinda lupa bagaimana cara menanam, menyiram, dan merawat. (benar)

Jadi, kalimat efektif ini fungsinya sangat penting dalam penulisan kalimat. Kalimat efektif menjadi penentu penulisan kalimat yang baik, benar dan sesuai denga ejaan yang disempurnakan (EYD) sehingga kalimat tersebut akan mudah dipahami bagi pembaca ataupun pendengar.

Baca juga: