Kaitan Kondisi Geografis Dengan Keadaan Penduduk

Posted on
Kaitan Kondisi Geografis Dengan Keadaan Penduduk
5 (100%) 1 vote[s]

Kaitan Antar Kondisi Geografis Dengan Keadaan Penduduk

Apa kenampakan alamiah dan kenampakan buatan itu? gunung, sungai, laut, perbukitan, dan danau merupakan beberapa contoh dan kenampakan alamiah. Sedangkan kenampakan buatan ditunjukkan oleh segala bentuk hasil buatan manusia, seperti gedung, pasar, sawah, dan sekolah. Kondisi alamiah dan manusia pada dasarnya memiliki hubungan timbal balik. Hubungan inilah yang mengakibatkan manusia memiliki karateristik berbeda-beda di setiap wilayahnya.

Aktivitas penduduk di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis terutama kondisi fisiknya. Kondisi geografi fisik tersebut meliputi kondisi iklim, topografi, jenis dan kualitas tanah, serta kondisi perairan.

Kaitan Kondisi Geografis Dengan Keadaan Penduduk

Kondisi daratan dengan segala kenampakannya merupakan tempat tinggal manusia dengan segala aktivitasnya. Mulai dari ketinggian paling rendah yang terletak di pantai sampai daerah puncak gunung.

Daerah pantai

Pantai adalah bagian daratan yang berbatasan dengan laut. Penduduk daerah pantai mempunyai karakteristik yang disesuaikan dengan keadaan daerahnya. Beberapa karakteristik penduduk pantai adalah sebagai berikut.

Mata pencaharian

Penduduk memilih mata pencaharian mereka sesuai dengan ketersediaan yang terkandung di alam. Sebagian besar penduduk daerah pantai lebih memilih bekerja sebagai nelayan dibandingkan bercocok tanam. Hal ini disebabkan kondisi wilayahnya yang lebih dekat ke laut. Di samping itu juga disebabkan oleh kondisi tanah yang kurang baik untuk dimanfaatkan bercocok tanam.

Iklim sangat berpengaruh bagi penduduk di daerah pantai. Mereka memanfaatkan angin untuk berlayar menangkap ikan di laut. Angin darat dimanfaatkan untuk melaut dan memanfaatkan angin laut untuk mendarat asli tangkapan dan laut, mereka jual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Hampir semua pelabuhan nelayan di Indonesia memiliki TPI.

Daerah pantai juga merupakan tempat wisata yang menarik. Penduduk memanfaatkan kondisi tersebut dengan bekerja sebagai penjual jasa wisata, seperti pemandu wisata, menyewakan perahu, menyewakan kamar penginapan, warung makan, dan menjual souvenir khas daerah pantai. Beberapa kawasan wisata pantai di Indonesia yang terkenal antara lain Pantai Losari di Makassar, Pantai Parang Tritis di Yogyakarta, Pantai Pangandaran di Ciamis, dan Pantai Kuta di Bali.

Daerah pantai juga dapat dijadikan sebagai tempat budidaya tanaman, meskipun penggunaannya hanya sebagai mata pencaharian sampingan saja. Kondisi tanah, suhu, curah hujan, dan air yang sedikit payau menyebabkan hanya tanaman tertentu saja , yang bisa diupayakan Beberapa jenis tanaman yang cocok di daerah pantai di antranya adalah semangka, melon, dan buah naga. Aktivitas lain dan penduduk di daerah pantai adalah perikanan air payau. Perikanan ini diusahakan dalam bentuk kolam luas yang disebut tambak. Jika kamu pernah melintas di daerah sepanjang pantai utara Jawa, terutama daerah Indramayu, Cirebon (Jawa Barat) sampai Brebes (Jawa Tengah), akan terlihat hamparan tambak yang cukup luas. Ikan yang banyak dibudidayakan pada tambak adalah ikan yang bernilai tinggi, seperti lobster, bawal, dan bandeng.

Transportasi dan perdagangan

Beberapa pantai di Indonesia digunakan sebagai transportasi dan bongkar muat barang. Daerah pantai yang digunakan sebagai dermaga pelabuhan, dapat kita jumpai misalnya di dermaga bongkar muat barang Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya, dan Tanjung Emas di Semarang.

Daerah pantai yang digunakan sebagai sarana transportasi dapat kita jumpai misalnya di Pelabuhan Merak di Provinsi Banten yang menghubungkan transportasi pulau Sumatera dengan Pulau Jawa, atau Pelabuhan GilimanUk yang menghubungkan transportasi Pulau Jawa dengan Pulau Bali. aktivitas transportasi dan perdagangan ini membentuk karakteristik penduduk sekitar pantai. Lapangan pekerjaan ini semakin terbuka sehingga banyak penduduk yang berprofesi sebagai pedagang, buruh pelabuhan dan aktivitaS lain penunjang aktivitas transportasi dan perdagangan.

Baca Juga :   Silsilah Raja-Raja Di Kerajaan Kediri Dari Awal Hingga Masa Keruntuhan "Terlengkap"

Pola pemukiman

Sebagian besar penduduk di daerah pantai mata pencahariannya adalah nelayan, maka pemukiman mereka biasanya membentuk pola memanjaflg (linear) mengikuti garis pantai. Pola pemukiman demikian memudahkan para nelayan untuk pergi melaut. Pola pemukiman ini banyak ditemukan di hampir seluruh kepulauan Indonesia.

Kondisi fisik penduduk

Suhu udara di daerah pantai terasa sangat panas. Suhu rata-rata di daerah pantai pada siang han bisa lebih dan 27°C Kondisi suhu yang panas mi mengakibatkan penduduk daerah pantai berwarna kulit agak gelap. Mereka sering tersengat sinar matahari. Mereka biasanya menggunakan pakaian yang tipis karena suhu yang panas ini. Selain itu, jika berbicara penduduk daerah pantai agak keras, karena harus beradu dengan suara gemuruh ombak yang tak kunjung henti.

Bentuk rumah

Rumah-rumah di daerah pantai biasanya memiliki ventilasi yang banyak dan atap terbuat dan genteng tanah. Ventilasi yang banyak dimaksudkan agar banyak udara dingin yang masuk ke rumah.

Akhir-akhit ini kita sering mendengar bahwa ekosistem pantai dan laut sudah banyak mengalami kerusakan. Penebangan liar hutan bakau telah mengakibatkan abrasi (pengikisan) garis pantai dan penangkapan ikan megguna kan pukat harimau telah merusak terumbu karang. Perusakan ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak memahami apa sebenarnya fungsi keseimbangan lingkungan. Rusaknya terumbu karang mengakmbatkan ikan tidak mau tinggal dan mencari makanan di tempat itu sehingga nelayan akan kesulitan menangkap ikan dan akhirnya pendapatan para nelayan akan berkurang. Kerusakan daerah pantai yang terjadi dapat merugikan banyak orang.

Dataran rendah

Dataran rendai-i merupakan daerali datar yang memiliki ketinggian hampir sama. Kondisi wilayah yang datar memudahkan manusia untuk beraktivjtas dalam menjalankan kehidupannya. Di Indonesia daerah dataran rendah merupakan daerah yang penuh dengan kedinamisan dan kegiatan penduduk yang sangat beragam. Sebagian besar penduduk lebih memilih bertempat tinggal di dataran rendah.  wilayah ini memiliki sumber air yang cukup. Daerah dataran rendah cocok dijadikan wilayah pertanian, perkebunan, peternakan, kegiatan, industri, dan sentra-sentra bisnis.

Lokasi yang datar, menyebabkan pengembangan daerah dapat dilakukan seluas mungkin. Pembangunan jalan raya dan jalan tol serta kelengkapan sarana transportasi ini telah mendorong daerah dataran rendah menjadi pusat ekonomi penduduk.

Keanekaragaman aktivitas penduduk ini menunjukkan adanya heterogenitas mata pencaharian penduduk Petani, pedagang, buruh, dan pegawai kantor adalah beberapa contoh mata pencaharian penduduk daerah dataran rendah. memiliki potensi menjadi daerah pariwisata. Beberapa kawasan yang dijadikan tempat kegiatan wisata alam dan memberikan penghasilan bagi penduduk sekitarnya adalah kawasan Puncak di Bogor, Kaliurang di Yogyakarta Lembang Sandung, dan Batu Malang.

Pada wilayah dataran tinggi, suhu udara jauh lebih dingin dibandingkan dengan dataran rendah maupun didaerah pantai. Tingkat kelembaban udara dan curah hujan yang berlangsung juga cukup tinggi. Oleh karena itu, penduduk yang tinggal di daerah tersebut biasanya mempunyai pola makan dan cara berpakaian yang berbeda dengan daerah lainnya. Untuk menghangatkan tubuhnya mereka banyak mengkonsumsi makanan yang hangat dan lebih tertutup daIam cara berpakaian.

Jika kamu pernah berkunjung ke daerah pegunungan yang dingin maka akan kamu jumpai bentuk rumah yang berbeda dengan daerah pantai-suhu yang dingin dan intensitas matahari sedikit menyebabkan rumah di daerah ini berventilasi sedikit dan atapnya banyak terbuat dan seng. Ventilasi yang sedikit mengakibatkan udara dingin tidak banyak masuk ke rumah. Atap terbuat dan seng agar panas matahari yang diterima dapat disimpan dan dapat menghangatkan bagian dalamnya.

Pola permukiman penduduk sangat dipengaruhi oleh kondisi topografi dan tingkat kesuburan tanah. Pola pemukiman penduduk daerah dataran tinggi biasanya menyebar mengikuti lereng dan mengelompok pada daerah yang mempunyai lahan subur dan relatif datar.

Baca Juga :