Teori Komunikasi : Jenis Jenis dan Pengertiannya Menurut Para Ahli

Posted on
Teori Komunikasi : Jenis Jenis dan Pengertiannya Menurut Para Ahli
5 (100%) 1 vote

Pengertian dan Jenis Jenis Teori Komunikasi Menurut Para Ahli

Teori komunikasi – komunikasi merupakan salah satu bagian paling penting bagi kehidupan manusia. Perlu kita ketahui bersama, bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tak dapat hidup sendiri. Mereka senantiasa memerlukan bantuan orang lain. Hal yang paling penting di dalam menjalin hubungan bersama orang lain ini ialah komunikasi.

Jika hubungan ini dijalin dengan baik maka akan berjalan dengan lancar. Sehingga komunikasi antara satu dengan lainnya ini dapat berjalan dengan efektif. Oleh sebab itu, dengan mengingat akan pentingnya dari komunikasi ini seiring berkembangnya kehidupan pada manusia muncullah yang bernama teori komunikasi.

Teori komunikasi adalah pemikiran tentang sistem penyampaian sebuah pesan yang didalamnya terdiri dari sejumlah kompionen berbentuk unsur komunikasi. Komonen – komponen ini saling berhubungan demi tersampainya pesan atas komunikator pada komunikan.

Perkembangan Komunikasi

Pada perkembangannya, para ahli banyak yang mengartikan tentang teori komunikasi. Salah satunya yang kerap menjadi rujuan ialah pendapat dari borman, menurut pendapatnya bahwa teori komunikasi ialah istilah maupun perkataan yang menjadi perbincangan dan analisis serta dibuat dengan hati-hati, sadar dan sistematik.
Selain pendapat dari borman, ada ilmuan yang tertarik dengan studi ini yaitu bernama little john. Menurut pendapatnya, teori komunikasi ialah suatu teori maupun pemikiran kolektif. Didalamnya, ada keseluruhan teori khususnya yang berhubungan mengenai proses komunikasi.

Sedangkan itu, shield dan cargan berpendapat bahwa pengertian teori komunikasi ialah hubungan antara konsep secara teoritikal dengan memberikan secara keseluruhan ataupun sebagian dari keterangan, penilaian, penjelasan ataupun perkiraan dari tindakan manusia menurut komunikator/ orang yang telah berkomunikasi (berbicara, membaca, lalu mendengar dan menonton) guna jangka waktu tertentu melewati media/ perantara.

Jenis Jenis Teori Komunikasi

Perkembangan teori komunikasi adalah studi yang sedang berkembang pesat daripada dengan studi lainnya. Beberapa para ahli juga banyak yang memberikan sumbangsih dalam studi ini, jadi menyebabkan studi yang dicakup menjadi lebih begitu luas sehingga menjadi timbal balik dari beragam jenis teori komunikasi yang telah ditemukan. Berikut ini adalah penjelasan tentang jenis-jenis teori komunikasi berdasarkan para ahli :

1. Teori Komunikasi Lasswell

Harold lasswell, seorang teoritikus ternama yang menyumbangkan banyak ide dan fikirannya berhubungan dengan cabang komunikasi dan ilmu sosial. Pada tahun 1948, ia menyatakan model komunikasi sederhana dan sampai saat ini masih diterapkan menjadi model komunikasi dasar. Model itu adalah :
Who (siapa) – says what (berbicara apa) – in which channel (dengan media apa) – to whom (kepada siapa) – dan with what effect (dengan efek apa).

Baca Juga :   10 Prinsip Dasar Ekonomi Syariah Terlengkap

2. Teori Komunikasi Behaviorisme

Jenis teori komunikasi ini kemungkinan kerap didengar ditelinga kita. Teori ini dikembangkan seorang ilmuan yang berasal dari amerika serikat yang namanya jhon B. Watson pada 1878-1958. Berdasarkan teori behaviorisme ini meliputi semua perilaky, termasuk pula tindakan balasan/ respon pada suatu rangsangan maupun stimulus. Maksudnya ialah selalu ada kaitannya antara respon dengan stimulus dalam perilaku manusia. Apabila stimulus maupun rangsangan yang diterima oleh sesoorang sudah teramati, maka bisa diprediksikan juga respon dari orang itu.

3. Teori Komunikasi Humanism

Teori ini berkembang dari Ncneil (1977) dengan diilhami perkembangan psikologi humanism. Komunikasi humanism pernah diperankan dalam dunia pendidikan melewati humanistic curriculum. Isi dari teori ini lebih menekankan dalam pembagian pengawasan serta tanggung jawab bersama sama antar peserta didik. Harapannya ialah nantinya peserta didik ini bisa menyesuaikan di dalam kehidupan masyarakat.

4. Teori Informative

Teori informative yang dikembangkan oleh weaver dan sannon (1949). Teori informasi ini menjadi salah satu teori klasik, yang mana teori ini menitikberatkan dalam komunikasi menjadi suatu transmisi pesan serta bagaimana transmitter memakai medianya dalam berkomunikasi. Hal ini, apabila sinyal media yang diapakai baik, maka komunikasinya pun akan berjalan efektif, begitu juga sebaliknya. Jika sebuah sinyak media yang tidak baik, maka komunikasi pun tidak akan berjalan secara lancar.

5. Teori Penggunaan dan Kepuasan (Uses and Gratifications)

Teori ini yang mengembangkan ialah blummer dan kutz (1974). Pendapat mereka bahwa penggunaan media mempunyai peran aktif terhadap pemilihan media yang dipakainya. Jadi, pengguna media bisa disebut dengan pihak utama dalam sebuah proses komunikasi. Hal ini, pengguna memiliki pilihan untuk menentukan sebuah media yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

6. Teori Agenda Setting

Teori yang dikembangkan dari Mc. Combs dan shaw (1972). Teori agenda setting menganggap jika media memberikan sebuah tekanan terhadap suatu peristiwa, maka media itu akan menghasilkan masyarakat yang beranggapan peristiwa tersebut penting. Hal ini, media memiliki efek yang paling kuat saat mempengaruhu asumsi masyarakat. Jadi, akan muncul asumsi yang dianggao penting media tersebut akan dianggap pula penting untuk masyarakat.

7. Teori Kontruktivisme

Vigotski dan piaget ialah dua nama yang kerap berhubungan dengan teori ini. teori kontruktivisme menganggap bahwa manusia selalu mempunyai pandangan sendiri pada kenyataan. Mereka senantiasa mencari serta mempelajari guna menemukan bahasa yang pertama dan kedua. Sisi lainntya, teori ini diartikan pula menjadi pembelajaran generative. Yakni sebuah pembelajaran yang menjadi tindakan guna menciptakan suatu makna terhadap apa yang dipelajari.

Begitulah sejumlah teori komunikasi berdasarkan pendapat dari para ahli. Sesudah mempelajari teori komunikasi berdasarkan para ahli ini harapannya membuat kita paham akan berbagai macam teori serta mampu menjadi pribadi yang bisa berkomunikasi secara baik. Lebih dari itu, kita pun juga mampu memantapkan diri serta tidak mudah terbawa oleh arus dengan komunikasi bermuatan negative.

Baca juga: