Jangka Sorong – Pengertian, Fungsi, Jenis, Contoh Dan Cara Penggunaannya Lengkap

Posted on
Jangka Sorong – Pengertian, Fungsi, Jenis, Contoh Dan Cara Penggunaannya Lengkap
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Fungsi, Jenis, Contoh Dan Cara Penggunaan Jangka Sorong

Jangka Sorong – Jangka sorong adalah alat yang mampu mengukur panjang serta ketebalan benda dengan tingkat akurasi dan juga presisi yang sangat baik yaitu 0,05 mm.

Pengertian, Fungsi, Jenis, Contoh Dan Cara Penggunaan Jangka Sorong

Biasanya jangka sorong digunakan oleh engineer untuk mengukur diameter benda atau lubang sebuah pipa. Tak hanya itu benda yang satu ini juga bisa mengukur kedalaman atau ketinggian pada sebuah lubang yang kecil.

Fungsi Jangka Sorong

Ada beberapa fungsi pada jangka sorong atau vernier caloper, dalam mengukur suatu benda. Diantaranya yaitu :

  1. Untuk mengukur tinggi pada suatu benda yang memiliki tingkat.
  2. Untuk mengukur ketebalan pada sebuah benda. Benda yang dapat diukur bisa berbentuk macam-macam misalnya bulat, kubus, bujur sangkar, balok, persegi, dan masih banyak lagi.
  3. Untuk mengukur inner ring atau bagian dari dalam suatu benda.
  4. Untuk mengukur outer ring atau bagian dari luar benda.
  5. Untuk mengukur kedalaman suatu benda.

Fungsi Bagian Jangka Sorong

1. Bagian rahang dalam

Terdiri dari dua rahang yaitu rahang geser dan tetap, rahang bagian dalam berfungsi untuk mengukur diameter luar dan juga ketebalan benda.

2. Bagian rahang luar

Rahang luar memiliki dua rahang seperti pada rahang dalam. Fungsi dari rahang luar ini adalah untuk mengukur diameter ke dalam suatu benda.

3. Depth Probe

Depth probe digunakan untuk mengukur suatu kedalaman dari sebuah benda.

4. Skala utama (cm)

Fungsinya adalah untuk menyatakan hasil pengukuran utama dalam satuan centimeter.

5. Skala utama (inchi)

Fungsinya untuk menyatakan hasil pengukuran ke dalam satuan inchi.

6. Skala nonius (dalam 1/10 mm)

Pada setiap garis skala menunjukkan 1/10 mm. tapi ada juga yang mempunyai skala 1/20, dll. Sepuluh skala nonius ini mempunyai panjang 9 mm, sehingga jarak dua skala nonius yang berdekatan adalah 0,9 mm. sehingga perbedaan pada satu skala utama dan satu skala nonius adalah 1 mm – 0,9 mm = 0, 1 mm atau 0,01 cmdengan melihat skala yang paling kecil pada suatu benda, maka ketelitian dari benda tersebut adalah ½ dari skala paling kecil dari benda itu yaitu 0,005 cm.

Baca Juga :   Power Inverter : Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

7. Skala nonius (untuk inchi)

Menunjukkan skala pengukuran fraksi dari inchi.

8. Tombol pengunci

Fungsinya adalah untuk menahab bagian yang bergerak, sehingga pemakainya dapat mengukur dengan lebih mudah.

Jenis

Jangka sorong terdiri dari dua jenis yang memiliki perbedaan dalam masing-masing membaca skalanya. Yaitu :

Jangka sorong analog (manual)

Jenis ini sering digunakan di dalam praktikum sekolah. Cara menggunakan alat ukur ini adalah dengan cara manual, sehingga membutuhkan ketelitian yang lebih. Dan juga untuk mengetahui hasil pengukurannya, maka kita harus menghitungnya dahulu.

Jangka sorong digital

Jenis jangka sorong yang satu ini adalah perkembangan dari jangka sorong analog. Pada umumnya model ini jarang ditemui di praktik sekolah. Jenis vernier caliper digital mempunyai layar digital yang bisa muncul nilainya, pada benda yang diukur tanpa harus menghitungnya dengan cara manual. Dengan menggunakan model jenis ini maka akan memudahkan dan mempercepat dalam mengukur benda. Tetapi dari segi harga sorong jenis digital ini lebih mahal dibanding jenis manual.

Cara Menggunakan Jangka Sorong

  1. Kendurkan baut pengunci terlebih dahulu, lalu geser rahangnya pelan-pelan dan perkirakan sesuai dengan ukuran benda yang sedang diatur. Pastikan saat rahang tertutup sudah menunjukkan angka nol.
  2. Sesudah alat siap mengukur, bersihkan bagian permukaan rahang dan juga benda yang akan diukur. Jangan sampai ada kotoran yang menempel di keduanya. Karena hal itu bisa berpengaruh pada keakuratan pengukuran.
  3. Apit benda yang akan diukur dengan cara menutup rahang yang dibuka tadi. Lalu lihat skala utamanya dan skala noniusnya.

Cara Menghitung Jangka Sorong

Hitunglah hasil pengukurannya!

Penyelesaian :

Pada skala utama menunjukan : 58 mm

Pada skala nonius menunjukan : 5 x 0.1 = 0.5 mm

Hasil pengukuran : (58 + 0.5 mm) = 58.5 mm = 5.85 cm.

Cara Membaca Jangka Sorong

Perhatikan hasil pengukuran tersebut di atas, berikut ini langkah dan cara membaca jangka sorong :

  1. Dengan membaca skala utama : Garis merah menunjukkan angka 21 mm atau 2.1 cm, yang menjadi angka yang paling dekat dengan angka nol di skala vernier persis di sebelah kanannya. Sekala utama yang terukurnya adalah  21 mm atau 2,1 cm.
  2. Dengan membaca skala vernier : Ada satu garis skala utama yang tepat, yang bertemu di garis skala vernier. Di gambar tersebut, garis lurus adalah angka 3 pada skala vernier. Sehingga skala vernier yang terukur adalah 0.3 mm atau 0.03 cm.

Demikian pembahasan dan penjelasan lengkap dari jangka sorong, disertai dengan fungsi, jenis, cara menghitung, cara membaca, dan cara menggunakannya. Semoga pembahasan kali ini memberi manfaat dan pengetahuan bagi anda semua.

Baca Juga :